<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323</id><updated>2012-01-29T00:56:50.794+07:00</updated><category term='catatan hari-hari'/><category term='romance'/><category term='harapan'/><category term='small pieces'/><category term='mimpi'/><category term='spiritual'/><category term='relationship'/><category term='iseng'/><category term='puisi'/><category term='fiksi'/><category term='self development'/><category term='pekerjaan'/><category term='uneg-uneg'/><category term='Memories'/><category term='curhat'/><category term='masalah kehidupan'/><category term='refleksi'/><category term='musik dan saya'/><category term='hobi'/><category term='kenangan'/><category term='gelisah'/><category term='diary'/><category term='life'/><category term='daily'/><category term='principle'/><category term='cerpen'/><category term='family'/><category term='dunia'/><category term='tarot'/><category term='sajak dan saya'/><category term='buku dan saya'/><category term='memories andspiritual'/><category term='love'/><category term='hobi dan saya'/><category term='sahabat'/><title type='text'>the sound of silence</title><subtitle type='html'>Hidup ini perjalanan. Segala lintasan peristiwa, ratusan bahkan ribuan pertemuan dan perpisahan, tawa dan tangis, juga hati yang gelisah, yang saya percaya tak ada yang kebetulan. Semua mampu memberikan warna dan rasa, yang dengan Perjalanan Hati lah kita mampu menuai makna.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>72</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2499131285522154894</id><published>2012-01-06T16:56:00.006+07:00</published><updated>2012-01-06T19:21:51.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Klappertaart</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-68_HpgBzlZw/TwbHpaXM3BI/AAAAAAAAAaY/qx9vnHTjJAM/s1600/lovera-bnr2gkungulg.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-68_HpgBzlZw/TwbHpaXM3BI/AAAAAAAAAaY/qx9vnHTjJAM/s400/lovera-bnr2gkungulg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694458293121768466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8XvAxdMat0Q/TwbGWpMS08I/AAAAAAAAAaM/1_iYZ2Ibptc/s1600/lovera-bnr2gkungulg.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini link ke sebuah cerpen yang saya tulis, yang di-post di FIKSI LOTUS oleh Maggie Tiojakin: http://fiksilotus.wordpress.com/2011/12/29/klappertaart/ . Judulnya: KLAPPERTAART&lt;br /&gt;Terima kasih pada Maggie Tiojakin :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen ini terinspirasi dari kue klappertaart khas Manado dan komentar suami saya tercinta: "Hmmm..., klappertaart ini makanan yang menyenangkan hati."  :)&lt;br /&gt;(yuk, berkunjung ke:  http://lovera.biz )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enjoy reading :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2499131285522154894?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2499131285522154894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2012/01/klappertaart.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2499131285522154894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2499131285522154894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2012/01/klappertaart.html' title='Klappertaart'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-68_HpgBzlZw/TwbHpaXM3BI/AAAAAAAAAaY/qx9vnHTjJAM/s72-c/lovera-bnr2gkungulg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-7728053682573710865</id><published>2011-12-13T20:04:00.007+07:00</published><updated>2011-12-19T17:14:12.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku dan saya'/><title type='text'>Winter Dreams</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YZAjy7qwu_g/TudPf99CCjI/AAAAAAAAAaA/pSPKnbTR2-4/s1600/winter%2Bdreams.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YZAjy7qwu_g/TudPf99CCjI/AAAAAAAAAaA/pSPKnbTR2-4/s320/winter%2Bdreams.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685600465203628594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali membaca Balada Ching-Ching, kumpulan cerpen karya  Maggie Tiojakin, saya merasa menemukan karya yang beda dengan penulis  Indonesia lainnya. Cerita-ceritanya menyusup perlahan menyentuh  kepekaan saya, membuat saya berkali-kali terpesona, betapa sepotong cerita  pendek bertema keseharian hidup dengan rangkaian kalimat sederhana bisa  menggugah empati saya pada tokohnya. Seperti adegan suatu film, ia  menyuguhkan realita keseharian hidup orang biasa tanpa menghakimi. Saya  baca berulang kali cerita-cerita pendeknya, yang kemudian saya sadari  membuat saya jadi ingin lebih menghargai keseharian saya sendiri yang  sarat dengan kecemasan, kejenuhan, dan kekurangan di sana-sini. Sejak  itu, saya selalu menunggu-nunggu karya Maggie Tiojakin berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran novelnya yang pertama: Winter Dreams, membuat saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited&lt;/span&gt;  seolah-olah saya ambil bagian dalam proses penulisannya. Sebelum novel  itu di tangan saya, rasa penasaran saya menggelitik setiap kali melihat  gambar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover&lt;/span&gt;-nya yang menimbulkan pertanyaan. Mengapa bergambar burung  yang hinggap di tepi gedung? Mengapa langit dan sekitarnya bernuansa  kuning kecoklatan seperti itu? Ketika saya mulai membacanya, saya tak  dapat berhenti tertarik pada tokoh utamanya: Nicky F. Rompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal cerita menggambarkan hubungan sang tokoh, Nicky F. Rompa, lelaki  berusia 20-an, dengan keluarganya di Jakarta. Lalu, ia meninggalkan  bangku kuliahnya dan berangkat ke Boston, Mass. Di sana ia tinggal dengan  keluarga Tante Riesma. Interaksinya dengan keluarga barunya, sepupunya  (Leah), teman sebaya, pacarnya, dan majikannya dalam lingkungan yang  multikultural diceritakan dengan lugas. Rangkaian adegannya mengajak  saya mengikuti dan menikmati setiap pengalaman baru Nicky dengan  antusias tanpa ingin tergesa-gesa mempertanyakan makna setiap bagiannya  dalam hidup Nicky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehariannya sejak berbagi apartemen dengan Dev Akhtar, seorang pria  asal Pakistan, dan kekasihnya, Natalie Black, seorang asisten editor  keturunan Yahudi, melibatkan imajinasi saya dalam rangkaian cerita yang  sarat dengan persahabatan, cinta, dan bagaimana mereka berbagi  pengalaman hidup dalam dialog dan interaksi menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;"Kau punya tujuan tertentu di sini?" tanya Natalie.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;Nothing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;," jawabku. "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;And everything&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;That's exactly where our dreams lie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;," kata Dev.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, Nicky mulai membangun mimpi. Artin Ruci, warga keturunan  Albania yang memimpin kelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Creative Writing &lt;/span&gt;yang diikuti Nicky, adalah  bagian dari penggugah mimpinya yang hidup perlahan tanpa ia tahu akhir  dari mimpi itu. Di kelas itu pula ia mengenal Esme, seorang wanita  Meksiko yang sepuluh tahun lebih tua darinya, yang kemudian menjadi  bagian dari geliat hidupnya di Amerika. Pekerjaannya sebagai sopir  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;limousine&lt;/span&gt; memberi warna tersendiri dalam hidup Nicky sebagai seorang  imigran ilegal di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan emosi antar kekasih tidak tampil glamor dengan kata-kata  berbunga dan adegan romantis, juga tanpa kecengengan yang mendikte  tanggapan pembaca. Ia menyusup lambat-lambat, meningkatkan simpati  perlahan, kemudian meletupkan empati yang membuat saya tak dapat  melepaskan kepedulian saya pada Nicky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maggie Tiojakin adalah penulis yang berani mendorong pembaca untuk  menginterpretasi cerita dengan kebebasan sepenuhnya. Ia menyuguhkan  adegan yang mewakili 50% jembatan penghantar pesan dan menyerahkan 50%  lagi kepada pembaca untuk memaknai setiap pesan dalam kaitannya dengan  hidup kita sendiri. Seperti yang saya ingat Maggie Tiojakin pernah  bilang dalam suatu wawancara saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;launching&lt;/span&gt; novel ini, bahwa membaca  adalah pengalaman yang sangat personal; saat itu terjadi  interaksi personal antara penulis dan pikiran pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca Winter Dreams, spontan saya tertarik untuk  mempertanyakan fase hidup saya sendiri, dimulai sejak menjelang usia 20-an, hingga  sekarang. Saya jadi paham apa yang dikatakan orang, bahwa seperti itulah  'kerja' dari suatu karya yang jujur: ia tak memberi jawaban, tetapi  menggugah pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin setia menunggu karya Maggie Tiojakin berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-7728053682573710865?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/7728053682573710865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/12/winter-dreams.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7728053682573710865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7728053682573710865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/12/winter-dreams.html' title='Winter Dreams'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YZAjy7qwu_g/TudPf99CCjI/AAAAAAAAAaA/pSPKnbTR2-4/s72-c/winter%2Bdreams.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2552515178405194703</id><published>2011-11-07T20:04:00.009+07:00</published><updated>2011-12-13T21:06:11.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Everyone Has Their Own Story</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ietu_sMS8wM/TrfZw3sdmNI/AAAAAAAAAZo/zDWRIlAOnF4/s1600/whats_your_story_off.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ietu_sMS8wM/TrfZw3sdmNI/AAAAAAAAAZo/zDWRIlAOnF4/s200/whats_your_story_off.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672241689303816402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CVERAME%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:SimSun;  panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;  mso-font-alt:宋体;  mso-font-charset:134;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face  {font-family:"\@SimSun";  panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;  mso-font-charset:134;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:SimSun;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pernah merasa iri pada kehidupan orang lain?&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walaupun dengan segan, saya katakan bahwa saya sering.&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Orang &lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;bilang, rasa iri itu ada bukan karena kita tak memiliki sesuatu yang kita inginkan, tetapi karena kita tak punya rasa percaya pada diri sendiri. Dan saya merasakan kebenaran itu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang paling sering terjadi adalah iri yang mengalir halus dari dalam benak saya kepada perempuan sebaya yang terlihat serba bisa dan mandiri, punya karir yang bagus, pekerjaan yang ia cintai, dan kemapanan dari &lt;i&gt;income&lt;/i&gt;-nya sendiri sehingga ia siap menjadi seorang tulang punggung keluarga seandainya diperlukan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada jenis rasa iri lain yang terasa positif dan sah, adalah kepada penulis perempuan yang produktif dan karyanya dibaca banyak orang; bagian dari lamunan saya di siang hari bolong ketika berkutat di dapur, sambil tangan saya sibuk menyiapkan kue-kue untuk diantar ke toko.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rasa iri ini mendorong saya menyodorkan alasan-alasan mengapa hidup saya tidak sesukses yang saya inginkan dan sukses menurut umum. Kemudian, saya akan menyalahkan terapi-terapi untuk kehamilan yang telah menyita konsentrasi kerja, menyusutkan tabungan yang seharusnya dapat menjadi modal usaha, membuat saya merasa terhalang secara fisik karena tak boleh capek.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya juga akan menyalahkan cara saya memilih bidang kuliah saya belasan tahun yang lalu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya juga pernah menyalahkan karir di kantor yang tidak sesuai dengan harapan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dulu, saya kira rasa iri itu hanya muncul dalam benak dan kita selalu dapat mengendalikan diri sehingga tidak membenci dan tidak senang ketika orang lain mengalami kesulitan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini, setelah saya belajar Abhidhamma dan mengamati diri sendiri, ternyata saya semakin mengenali akar dari sebuah rasa iri, yakni: kebencian. Kebencian itu bisa timbul secara kasar dalam bentuk kemarahan dan dendam, bisa pula dalam wujud yang halus: hadir sebagai rasa iri, bercampur dengan keserakahan--ingin memiliki ini dan itu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Melihat kenyataan tentang kondisi batin kita yang sering memunculkan keserakahan dan kebencian, adalah suatu hal yang pahit sekaligus manis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pahit, karena tentunya tidak menyenangkan mengakui bahwa kita yang ingin terlihat baik ini punya keserakahan dan kebencian yang berseliweran setiap waktu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Manis, karena buah dari penyadaran selalu manis. Ia akan menghadirkan perspektif baru.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemarin dan hari ini, kembali saya terbelit rasa iri. Mendadak saya merasa tua karena baru memulai sesuatu yang saya sukai di usia sekarang. Saya berkutat di dapur dengan lebih banyak berdiam diri, melamun kembali tentang pilihan-pilihan yang membawa saya terlambat menyadari minat saya yang sebenarnya. Basi, tapi kerap saya ulang-ulang dalam pikiran.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lelah dan merasa kurang fit, saya tidur siang, membawa-bawa pikiran tentang hari-hari yang sudah lewat…&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena sejak &lt;i&gt;weekend&lt;/i&gt; lalu saya belajar bersama 4 orang lain di bawah bimbingan Maggie Tiojakin dalam &lt;i&gt;creative writing class&lt;/i&gt; yang diadakan Fiksi Lotus, saya banyak berpikir tentang pembentukan karakter dalam fiksi. Siapapun karakter itu, apakah ia tokoh fiktif protagonis ataupun antagonis, kita berusaha membuat mereka &lt;i&gt;believable&lt;/i&gt; dengan adanya motif/latar belakang dalam setiap tindakan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bangun tidur sore ini, tak disangka pemikiran tentang rancangan tokoh-tokoh fiktif itu membawa saya pada kejernihan pikiran.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Letupan di hati sore ini: bahwa &lt;i&gt;everyone has their own story&lt;/i&gt;. Setiap orang punya cerita hidup mereka sendiri. &lt;i&gt;And I love my own story&lt;/i&gt;. Dan saya menyukai cerita hidup saya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sore ini, saya bukan sekadar menyadari, tapi saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merasakan&lt;/span&gt; bahwa setiap pengalaman adalah unik. Setiap pribadi membawa pengalaman yang berbeda. Dan setiap pengalaman yang walaupun sama, akan diolah secara berbeda oleh masing-masing, tergantung bagaimana ia mengolah diri dan sudut pandangnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali saya mensyukuri setiap detail perjalanan bersama suami saya, sejak mengenalnya 14 tahun yang lalu. Bersama-sama &lt;i&gt;up and down&lt;/i&gt; dalam proses berobat untuk punya anak, tanpa saya sadari selama ini punya sisi manis yang tak akan dapat dimengerti orang lain selain kami berdua. Setiap ketegangan, kerepotan, kekecewaan, semangat, rasa bersalah, perasaan diterima, saling menghibur, bercinta spontan ataupun karena jadwal masa subur—ternyata telah merajut lembaran hidup yang unik, membentuk cinta yang semakin sulit diungkap dengan berapapun banyaknya kalimat.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiba-tiba saya kembali menyukai setiap pertemuan dengan siapapun dalam hidup ini. Orang tua, kakak-kakak saya, keponakan, guru, sahabat, pembantu rumah tangga, tukang kelapa langganan…. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Spontan saya menyukai mereka semua. Saya jadi ingin selalu menerima mereka apa adanya, karena mereka memperkaya pengalaman saya sedikit ataupun banyak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya jadi mensyukuri penderitaan yang pernah ada, karena telah menuntun saya pada buku-buku yang bagus dan mengenal Dhamma &lt;i&gt;class&lt;/i&gt; setiap Jumat, guru dan teman-teman yang saya temui, dan merasa jatuh cinta lagi pada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mendadak saya tak pernah menyesali apapun juga yang saya lakukan. Mendadak saya merasakan betapa konyolnya kita ketika ingin dikagumi. Saya ingin, seandainya bisa, mulai hari ini dan seterusnya saya tak ingin berpikir apakah sikap dan tindakan saya bisa memberi kepuasan pada setiap orang secara merata. Tak ingin siapapun menyetir nurani saya, menentukan cukup atau kurang, sukses atau gagal, keren atau tidak keren, populer atau tidak populer.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari ini, saya merasakan setiap pribadi adalah unik. Saya ingin menerima mereka apa adanya. Menghargai bahwa setiap orang punya latar belakang yang tidak kita mengerti, sehingga kita tak berhak menghakimi siapapun. Selain itu, tak ada gunanya iri pada siapapun juga, karena masing-masing punya kekayaan hidup mereka sendiri yang tak dapat dibandingkan satu dengan lainnya.&lt;o:p&gt; Dalam hal kekayaan hidup yang sesungguhnya, tidak ada perbandingan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;apple to apple&lt;/span&gt; antara milikku dan milikmu. Yang ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;apple to mango&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;apple tu durian&lt;/span&gt;, alias tak bisa dibandingkan.&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari ini, saya mencintai sejarah hidup saya sendiri. Saya tak ingin menggenggamnya. Saya hanya ingin menghargai siapapun dan apapun yang hadir di hadapan saya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Everyone has their own story, I love to see theirs, and I love mine&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2552515178405194703?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2552515178405194703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/11/everyone-has-their-own-story.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2552515178405194703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2552515178405194703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/11/everyone-has-their-own-story.html' title='Everyone Has Their Own Story'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ietu_sMS8wM/TrfZw3sdmNI/AAAAAAAAAZo/zDWRIlAOnF4/s72-c/whats_your_story_off.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8875986516151021648</id><published>2011-10-20T15:33:00.004+07:00</published><updated>2011-10-20T15:43:12.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>Ceramah Inspiratif: Keindahan Hati, Kedamaian Pikiran (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-cDOeGHFSKqI/Tp_di4BWdDI/AAAAAAAAAZc/DYn-dmu0LlY/s1600/ajahn_brahm.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 190px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cDOeGHFSKqI/Tp_di4BWdDI/AAAAAAAAAZc/DYn-dmu0LlY/s200/ajahn_brahm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665490447478715442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CVERAME%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:SimSun;  panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;  mso-font-alt:宋体;  mso-font-charset:134;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face  {font-family:"Comic Sans MS";  panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:script;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:"\@SimSun";  panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;  mso-font-charset:134;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:SimSun;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Minggu, 20 Maret 2011&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Ceramah dari: Ajahn Brahmavamso&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Saya bahagia saat ini. Tadi, di kamar kecil, saya juga merasa bahagia. Rahasia kehidupan adalah merasa bahagia di manapun Anda berada.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Salah satu siswa saya di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mencoba mencari buku pertama saya—Opening the Door of Your Heart (edisi indo: Membuka Pintu Hati atau Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya)—di sebuah toko buku. Dia tidak menemukan dan bertanya kepada petugas toko. Akhirnya dia menemukan buku tersebut di bagian kedokteran, mengenai pembedahan. Ini kisah nyata. Ini juga merupakan hal yang baik; kalau Anda memiliki hati yang indah dan pikiran yang damai maka Anda tidak akan jatuh sakit.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Ketika masih menjadi mahasiswa, kadang-kadang saya bertemu dengan orang yang cerdas namun bodoh. Saya punya kisah tentang seorang profesor di sebuah perguruan tinggi. Dia mendengar dari sahabatnya tentang restoran bintang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang baru dibuka. Dia menelepon untuk memesan tempat dan mendapatkan tempat dua bulan kemudian.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Ketika harinya tiba, dia mengenakan jas yang bagus dan pergi ke restoran tersebut. Setelah identitasnya diperiksa, kepala pelayan mengantar ke meja pesanan. Pelayan datang membawa menu yang ditulis di atas kertas yang bagus dan dengan tulisan kaligrafi yang indah. Profesor tersebut menerima, menyantap menu, membayar dan akhirnya pergi. Profesor tersebut tidak bisa membedakan antara menu dan makanan. Mereka pintar namun bodoh.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Bila ingin belajar memiliki hati yang indah, Anda perlu belajar memiliki batin yang damai. Bagaimana memiliki batin yang damai? Kita terlalu banyak berpikir, cemas, dan menbuat diri kita menjadi gila. Jika memiliki hati yang indah, orang senang mengambil foto Anda. Dalam waktu 24 jam setelah saya sampai di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, mungkin sudah lebih dari sepuluh ribu kali orang mengambil foto saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Sekitar 15 bulan lalu saya membimbing retreat meditasi di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Kuala Lumpur&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Salah satu peserta adalah seorang supermodel yang cantik. Ketika retreat berakhir, dia sangat sedih, kecewa. Semua orang berfoto bersama saya; bukan dengan supermodel tersebut. Orang mengatakan saya sebagai bhikku-supermodel. Saya tidak tahu, mengapa orang suka mengambil foto saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Kalau seseorang mengambil foto maka akan disimpan di dalam album. Foto apa yang Anda simpan? Foto ketika Anda lulus, ketika menikah, atau berlibur. Tidak ada yang mengambil foto ketika sedang ujian, saat bercerai, atau saat pergi ke tempat kerja di hari Senin. Tidak ada gambar yang tidak bahagia. Dalam album foto kita hanya menyimpan memori yang bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Namun ada satu album foto antara telinga dan otak, tempat kita menyimpan semua foto yang tidak menyenangkan. Kita menyimpan foto saat isteri memanggil ‘babi’ kepada Anda, saat kehilangan pekerjaan, saat dicampakkan oleh pacar. Mengapa kita menyimpan semua memori yang tidak menyenangkan? Keluarkan semua foto yang tidak menyenangkan dari album dan pindahkan ke tong sampah. Ketika Anda melihat foto album, Anda melihat saat bahagia. Ini akan memberi Anda hati yang indah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Di zaman Buddha, ada seekor gajah yang sangat baik. Dalam waktu singkat, dia menjadi gajah yang jahat. Tidak seorang pun yang mengetahui penyebabnya. Seorang menteri yang bijak berusaha mencari tahu. Dia menginap semalaman di dekan kandang gajah. Larut malam, menteri tersebut mendengar ada yang berbicara di sebelah kandang gajah. Ternyata sekelompok bandit yang sedang membicarakan rumah mana yang akan dirampok. Mereka berbicara sangat kasar. Menteri tersebut menyadari penyebab perubahan karakter gajah tersebut; karena gajah tersebut mendengarkan kata-kata yang buruk dan emosi negatif dari para bandit. Dengan segera, dia menangkap para bandit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Minggu berikutnya, menteri memerintahkan para bhikku untuk membaca paritta dan berdiskusi Dhamma di dekat kandang gajah. Walaupun gajah tersebut tidak bisa mengerti namun tetap bisa menimbulkan emosi yang baik. Akhirnya gajah tersebut menjadi gajah yang baik. Bila Anda tidak paham dengan apa yang dibicarakan hari ini, Anda bisa berubah dari gajah yang buruk menjadi baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Inilah cara untuk memiliki hati yang indah, dengan bergaul bersama orang-orang yang baik; datanglah ke wihara, datanglah ke tempat seperti ini. Tempat seperti ini disebut ‘salon kecantikan’ dan jauh lebih murah daripada ke salon kecantikan. Seperti gajah, jika kita ingin memiliki hati yang indah, kita harus melepaskan semua masa lalu kita yang buruk. Terkadang sangat sulit dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Saya akan memberikan suatu cara untuk melepaskan masa lalu Anda yang tidak menyenangkan. Ambil selembar kertas toilet. Tulis semua pengalaman buruk yang terjadi pada diri Anda: yang dikatakan pasangan hidup Anda, yang diperintah oleh atasan Anda, segala yang mengecewakan dalam hidup. Kemudian masukkan ke dalam toilet dan siram. Bila Anda lakukan, secara psikologis ini akan memberikan pengaruh.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Tahun 2004, saya mendapat medali John Curtin Award. Dalam pidato saya berkata: “Suatu kehormatan besar bagi saya untuk menerima medali ini. Tapi banyak orang yang lebih berjasa daripada apa yang saya lakukan. Saya tidak tahu, mengapa Anda memberikan kepada saya. Terima kasih atas pemberiannya.” Saya juga memberikan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Tahun berikutnya, seorang dokter yang berkecimpung dalam masalah kanker menerima medali John Curtin Award. Dia melihat banyak warga &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mendapat pengobatan secara medis namun tanpa welas asih. Dia mendirikan pusat terapi alternative. Bagi saya, orang ini sungguh mengagumkan. Dalam pidatonya, dia menyampaikan ungkapan yang sama seperti saya sampaikan sebelumnya. Setelah pengalaman ini, setiap menerima penghargaan maka saya akan berkata: “Terima kasih. Anda sangat bijak telah memberikan kepada saya.”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Ketika kecil saya diajarkan bahwa kalau menerima pujian maka Anda akan menjadi besar kepala. Itu salah besar. Ketika menerima pujian, Anda tidak menjadi besar kepala namun Anda mempunyai hati yang besar. Kalau ada yang memuji Anda, terima dan simpan di dalam hati seperti foto yang indah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Namun kalau ada orang yang mengkritik Anda, berusaha menghancurkan kebahagiaan Anda, ingatlah bahwa Anda punya dua telinga. Satu untuk masuk dan satu untuk keluar. Bila ada orang yang memaki, saya tidak ingat. Bila ada yang memuji, saya selalu ingat. Anda tidak akan kehilangan kepercayaan diri, Anda mendapatkan energi dan termotivasi. Anda akan berusaha lebih baik untuk mendapatkan tepuk tangan yang lebih meriah. Anda mengembangkan hati yang indah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Semalam, di Bogor, saya menyampaikan cerita tentang seorang sarjana yang sedang mengerjakan tesis doktor tentang bagaimana cara melatih lumba-lumba. Pelatih tidak pernah memberikan hukuman. Setiap lumba-lumba berhasil melompat lebih tinggi, akan diberikan ikan. Mahasiswi ini mendapat ide dan bertemu dengan profesornya untuk mengubah tesisnya menjadi “Bagaimana Melatih Suami”. Dia berhasil menyelesaikan tesisnya, lulus, dan menjadi pakar dalam hal melatih suami. Bila suaminya mencari barangnya yang hilang, dia tidak peduli dan tidak menghukum suaminya. Namun bila suaminya berhasil menemukan barangnya, dia akan memberikan pelukan dan ciuman. Dalam waktu tiga bulan, suaminya bisa menemukan semua barangnya sendiri tanpa merepotkan dia. Inilah caranya memiliki hati yang indah dan membuat orang lain juga memiliki hati yang indah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Kalau Anda memiliki hati yang indah, sangat mudah untuk memiliki pikiran yang damai. Batin akan damai dan bebas. Kebahagiaan bukan masalah. Kesulitan dan kesukaran adalah masalah. Diperlukan upaya yang sangat banyak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun semuanya bisa terpecahkan ketika kita melepaskannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Di Yerusalem, para dokter pernah melakukan mogok kerja selama dua minggu. Ajaibnya, tingkat kematian menurun di semua rumah sakit. Tidak ada orang yang meninggal ketika dokter tidak bekerja. Anda tidak perlu cemas. Masalah akan terpecahkan dengan sendirinya. Hukum karma akan bekerja untuk membereskannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Kisah favorit saya tentang keindahan hati dan kedamaian pikiran ada dalam buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”, yakni kisah ayam dan bebek. Apa makna cerita tersebut? Pertengkaran dalam keluarga seringkali tentang hal remeh, seperti ayam dan bebek. Ayam atau bebek, itu tidak penting. Yang lebih penting adalah cinta, harmoni, dan kedamaian.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Kadang kita berpikir bahwa diri kita benar, padahal kita salah. Orang bijak tidak pernah berpikir bahwa dirinya benar. Sebenarnya kita tidak tahu. Di kemudian hari, mungkin kita tahu bahwa diri kita salah. Suatu yang lebih penting daripada menjadi benar adalah dalam harmoni, damai, dan cinta. Bila bisa menjalani hidup seperti itu, kita akan memiliki batin yang damai.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Rahasia kebahagiaan dan kedamaian bukan dengan mengubah orang, namun ubahlah cara Anda untuk melihat kehidupan. Saya melihat kotoran anjing sebagai sesuatu yang bisa membuat mangga menjadi lebih manis. Saya melihat waktu sakit merupaka saat yang baik untuk beristirahat. Masuk penjara bukan suatu hal yang buruk. Saya melihat sebagai kesempatan untuk makan gratis dan tidur lebih lama. Bila ingin retreat, saya tinggal memukul sipir penjara sehingga saya masuk ruang isolasi selama tiga bulan. Betapa senang dan mengagumkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Demikian juga dengan kematian. Apakah Anda takut mati? Ubah sikap Anda. Anda sudah melakukan banyak karma baik. Anda akan lahir di surga. Seharusnya Anda bilang: saya tidak sabar lagi. Ubah sikap Anda tentang kehidupan. Anda tidak perlu mengubah pasangan hidup. Begitulah caranya untuk memiliki welas asih dan batin yang damai.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Salah satu cara untuk mengubah sikap Anda adalah dengan membuat batin menjadi tenang dan damai. Namun kadang pemikiran kita menghalangi. Berhentilah berpikir. Anda menjadi hening, akan sangat mudah menjadi baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Anda bisa melakukan meditasi. Duduk dengan nyaman dan mata tetutup. Rasakan seluruh tubuh. Sadari sensasi yang terjadi pada tubuh. Berwelas asih terhadap tubuh. Tubuh Anda akan semakin santai. Berdamai dengan apa yang terjadi, tidak berusaha untuk melawan. Apa pun yang terjadi, bukalah pintu hati Anda. Tidak berusaha untuk mengubah dan pergi ke tempat lain. Anda tidak berusaha mencari sesuatu, cukuplah pada diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sumber: Connection Mei 2011 &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8875986516151021648?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8875986516151021648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/10/ceramah-inspiratif-keindahan-hati_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8875986516151021648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8875986516151021648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/10/ceramah-inspiratif-keindahan-hati_20.html' title='Ceramah Inspiratif: Keindahan Hati, Kedamaian Pikiran (2)'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-cDOeGHFSKqI/Tp_di4BWdDI/AAAAAAAAAZc/DYn-dmu0LlY/s72-c/ajahn_brahm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-7461334468297346930</id><published>2011-10-20T15:26:00.004+07:00</published><updated>2011-10-20T15:32:46.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>Ceramah Inspiratif: Keindahan Hati, Kedamaian Pikiran (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gqSgNm4qCPQ/Tp_bzhStGNI/AAAAAAAAAZQ/Fl5_otYAzdg/s1600/mingyur_rinpoche.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 190px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gqSgNm4qCPQ/Tp_bzhStGNI/AAAAAAAAAZQ/Fl5_otYAzdg/s200/mingyur_rinpoche.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665488534412007634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CVERAME%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:SimSun;  panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;  mso-font-alt:宋体;  mso-font-charset:134;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face  {font-family:"Comic Sans MS";  panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:script;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:"\@SimSun";  panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;  mso-font-charset:134;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:SimSun;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Minggu, 20 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ceramah dari: Mingyur Rinpoche&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Sang Buddha mengatakan bahwa ada dua hal yang penting, yakni kebijaksanaan dan welas asih. Keduanya bagaikan sayap pada burung. Bila hanya satu sayap, burung tersebut langsung jatuh. Keindahan hati adalah cinta kasih, kebaikan, dan welas asih. Sedangkan kedamaian pikiran adalah kebijaksanaan, mengerti sifat alami dari fenomena alam ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari mana kedamaian, kebahagiaan, dan keceriaan datang? Sebab utamanya adalah mengetahui sifat alami dan kenyataan yang ada. Apa yang dalam persepsi kita dan apa yang kita lihat adalah dua hal yang berbeda sehingga muncul perasaan kecewa, salah pengertian, bahkan menimbulkan masalah fisik dalam hubungan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Apa sifat alami dari kenyataan? Sifat alami dari kenyataan adalah tidak kekal dan saling tergantung pada sebab dan akibat. Bagaimana kita memandang hal ini? Saya akan bertanya: “Apakah Anda makan siang dan makan malam kemarin?” Bila Anda menjawab “ya” berarti ada kemelekatan pada keabadian. Persepsi kita sama seperti kemarin. Kenyataannya kita sudah berubah. Hari ini kita menjadi sedikit lebih tua daripada kemarin. Yang benar, kita harus menerima kenyataan yang ada dan mempelajari. Dengan demikian, maka apa yang menjadi persepsi dan apa yang kita lihat akan menjadi sama. Kita bisa mengembangkan kedamaian, kebahagiaan dalam pikiran dan pengalaman hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya mempunyai seorang teman di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;, pemain di pasar saham. Ketika terjadi krisis ekonomi di tahun 1997-1998, banyak orang kaya raya menjadi jatuh miskin, tidak memiliki apa-apa. Beberapa temannya sangat depresi, tidak ada semangat hidup, dan akhirnya bunuh diri atau kurang waras. Namun teman saya tidak depresi dan masih waras. Apa yang Anda rasakan sekarang? Dia berkata: “Saya mendapatkan semuanya di pasar saham dan lenyap di pasar saham; datang dan pergi di pasar saham.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hidup berjalan seperti pasar saham, dapat berubah, naik dan turun. Itulah warna-warni kehidupan. Kita bisa mendapatkan keuntungan karena pasar saham naik dan turun. Bila selalu datar, tidak ada keuntungan dan tidak ada bisnis. Dalam kehidupan yang naik dan turun, kita bisa mempelajari sesuatu yang baru. Buddha bersabda bahwa penderitaan bisa menjadi guru dan teman yang baik. Bila Anda menerima dan mempelajari penderitaan, maka pengetahuan kita akan hal ini akan menjadi sumnber pembebasan dari penderitaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Teman saya tahu bagaimana harus melepas, mengerti bahwa hidup ini seperti pasar saham dan tidak pernah putus asa. Dia memulai bisnis lain dan kembali menjadi kaya raya. Kita bisa melepas dan tidak perlu putus asa karena keduanya berbeda. Mengapa? Karena semua orang mempunyai kemampuan, kebijaksanaan, cinta kasih, dan welas asih serta semua kebaikan yang ada di dalam diri. Pergunakanlah kemampuan ini dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bila kita memiliki 10 kualitas—9 kualitas positif dan 1 yang negatif; pada umumnya kita hanya melihat kualitas yang negatif dan membesar-besarkan. Kita tidak melihat kualitas yang positif. Karena itu, sangat penting untuk menyadari kebaikan dalam yang kita miliki dan menggunakannya. Namun, pikiran jangan melekat terlalu kuat pada hasil karena hidup seperti pasar saham. Terimalah hidup seperti pasar saham dan saat yang sama kita berusaha untuk menggunakan pengetahuan, kebaikan, dan kebijaksanaan untuk berjuang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita melepas dengan menerima kenyataan hidup—tidak kekal. Kita tidak menyerah dengan menyadari potensi kebaikan yang ada di dalam diri. Jika berusaha, maka kita akan mendapatkan hasilnya—banyak atau sedikit. Anda akan merasa damai, ceria. Inilah kedamaian pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana dengan keindahan hati, mempunyai hati yang baik—cantik dan tampan? Beberapa ilmuwan melakukan penelitian terhadap sekelompok orang. Pertama: mereka disuruh memandang gambar yang kurang cantik dan tidak tampan. Hasilnya, seperti pada umumnya, mereka lebih suka memandang orang yang cantik dan tampan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian mereka diberitahu apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Orang yang cantik dan tampan melakukan hal yang tidak baik. Sedangkan orang-orang yang tidak cantik dan tidak tampan lebih banyak melakukan hal yang baik. Setelah mendapat penjelasan, mereka lebih senang pada orang-orang yang tidak cantik atau tidak tampan. Anda dapat mengembangkan cinta kasih, melatih kebaikan hati tanpa perlu operasi plastik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana mengembangkan cinta kasih, kebaikan, dan welas asih? Sangat mudah. Karena sangat mudah, terkadang seakan-akan menjadi sulit. Anda telah memiliki cinta kasih dan welas asih. Masalahnya, kita tidak menyadari keberadaannya di dalam diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita semua ingin bahagia. Kita mencari kebahagiaan setiap detik, setiap gerakan, pada setiap napas. Anda duduk dengan memindahkan posisi kaki untuk mendapatkan sedikit kebahagiaan. Bila duduk pada posisi yang sama, akan memunculkan rasa tidak nyaman. Ini tandanya; semua orang ingin kebahagiaan dan bukan penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita ingin bahagia karena Anda layak bahagia. Kita tidak mau menderita karena memang layak untuk bebas dari penderitaan. Keinginan untuk bebas dari penderitaan didasari welas asih. Anda sudah memiliki. Anda perlu menyadari, menjaga, dan mengembangkan kepada orang lain. Kita bisa melatihnya melalui meditasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Inti dari meditasi adalah kesadaran. Anda bisa mengatakan pikiran yang terpusat atau konsentrasi. Apakah Anda memiliki kesadaran? Jika Anda mengatakan ‘ya’ makan Anda memang benar memiliki kesadaran. Bila Anda mengatakan ‘tidak’ maka Anda telah menyadari bahwa Anda tidak memiliki kesadaran. Jika Anda mengatakan ‘kadang ada dan kadang tidak’ maka Anda juga menyadari hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita semua memiliki kesadaran, namun mengapa Anda perlu belajar meditasi? Karena kita tidak menyadari sifat kesadaran kita sendiri. Sekarang kita akan belajar berlatih bagaimana cara bernafas dan meditasi pada pernafasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana cara bernafas? Cobalah untuk duduk dengan rileks dan tulang punggung tetap tegak. Bernafas seperti biasa, seperti yang kita lakukan sehari-hari. Pikiran hanya menyadari bahwa kita bernafas. Letakkan perhatian dengan lembut bahwa kita sedang bernafas. Bernafas dengan lembut. Kalau nafas tidak normal, terima saja seperti apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana meditasi pada pernafasan? Dalam kondisi duduk yang rileks dan punggung tegak serta mata tertutup, pikiran dipusatkan pada napas. Tidak ada gado-gado, soto &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;. Jangan dengarkan suara AC, suara orang batuk. Hanya napas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Mana yang Anda suka? Keduanya sama-sama bagus, tergantung pada mana yang lebih mudah dilakukan. Diperlukan keseimbangan dalam melakukan. Rileks tapi tidak menyerah. Anda bisa melakukan meditasi lebih mudah, kesadaran akan menjadi lebih besar dan lebih mudah konsentrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Meditasi adalah merupakan satu hal yang sangat membantu untuk mengembangkan cinta kasih dan welas asih serta kebijaksanaan. Sambil praktek meditasi cinta kasih dan kesadaran, kita juga harus menyadari adanya kegiatan-kegiatan yang perlu dibantu seperti membantu pendidikan anak-anak yang tidak mampu. Besar atau kecil, tidak menjadi masalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Semoga kita bisa mengembangkan cinta kasih dan welas asih di dalam diri masing-masing sehingga hidup menjadi lebih bermakna, lebih sukses, dan lebih banyak membantu orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sumber: Connection Mei 2011 &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-7461334468297346930?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/7461334468297346930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/10/ceramah-inspiratif-keindahan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7461334468297346930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7461334468297346930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/10/ceramah-inspiratif-keindahan-hati.html' title='Ceramah Inspiratif: Keindahan Hati, Kedamaian Pikiran (1)'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gqSgNm4qCPQ/Tp_bzhStGNI/AAAAAAAAAZQ/Fl5_otYAzdg/s72-c/mingyur_rinpoche.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-5533381663674586238</id><published>2011-07-20T12:25:00.005+07:00</published><updated>2011-07-20T14:15:20.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Tentang Pangan Yang Mengusik Angan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NKI8WxXb6Ew/TiZq1sXiMwI/AAAAAAAAAZI/s5Ed5EpTtJE/s1600/Healthy_Food.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NKI8WxXb6Ew/TiZq1sXiMwI/AAAAAAAAAZI/s5Ed5EpTtJE/s200/Healthy_Food.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631305854748865282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa hari lalu di Harian Kompas, saya lihat foto seorang anak Afrika duduk lesu di dalam sebuah baskom. Hitam legam, dengan tangan-tangan tak berdaging dan dada kurus yang menunjukkan barisan tulang iga di atas perut yang sedikit buncit. Saya yang sedang tak ingin memikirkan kesedihan semacam itu membalik cepat halaman koran menghindari perasaan miris yang seketika muncul. Saya teringat pada judul buku Prie GS, seorang budayawan, yang berjudul: Hidup Bukan Hanya Urusan Perut. Kalimat itu jelas tak berlaku bagi anak itu. Bagi dia, hidup seluruhnya adalah urusan perut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Foto itu teringat kembali ketika saya menyusuri Foodmart Gourmet, swalayan yang sebagian besar barang dagangannya adalah makanan, setelah mengantar kue yang saya titipkan di toko itu. Berbagai buah, sayuran, makanan kaleng, roti, bahan-bahan makanan memenuhi seluruh rak toko dengan display yang menarik. Selama ini tidak saya sadari, berlimpahnya bahan makanan yang saya lihat sehari-hari menampilkan kemeriahan alam yang sebenarnya semakin lama semakin goyah. Varietas tanaman semakin menyempit jenisnya. Lahan-lahan pertanian tidak didayagunakan dan didukung seoptimal mungkin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari yang saya baca di National Geographic, jagung manis, selada, bit, kubis, semangka, kacang polong, lobak, labu, tomat, mentimun, digambarkan merosot ratusan varietasnya dalam kurun waktu 80 tahun. Varietas jagung manis yang terhitung ada 307 banyaknya pada tahun 1903 hanya tinggal 12 varietas di tahun 1983. Selada yang banyaknya 497 varietas, menurun menjadi hanya 36 varietas dalam kurun waktu yang sama. Dari ratusan, punah hanya menjadi belasan atau puluhan varietas saja, berarti kira-kira punah sekitar 90% dari jumlah semula. Bergantung pada jenis pangan yang sedikit adalah suatu kondisi yang beresiko tinggi, karena iklim dan wabah penyakit tanaman dapat memusnahkan bahan pangan secara besar-besaran serta mengakibatkan kekurangan pangan atau bahkan kelaparan yang meluas. Para ilmuwan di bidang ini berusaha memelihara dan menemukan kembali varietas bahan pangan, meneliti dan melestarikan bibit-bibit tanaman pangan, demi mengatasi ancaman kekurangan pangan di masa yang akan datang. Saya tak kenal seseorang seperti mereka, memahami pekerjaan mereka, dan hanya sesekali terharu merenungkan betapa luar biasanya manfaat upaya mereka bagi bahtera pangan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Betapa sedikitnya orang seperti mereka dibandingkan penduduk dunia seperti saya, yang hanya tahu membeli makanan, menikmati makanan, terheran-heran melihat jagung manis berbiji hitam dan ungu di toko bahan pangan, berjenis-jenis kentang organik di supermarket, dan bahkan kadang-kadang tidak menghargai bahan pangan yang terbuang. Saya pernah mengabaikan hampir setengah karung terigu (yang sebagiannya kemudian rusak) ketika saya memutuskan berhenti membuat roti untuk cafe kakak saya, yang mana itu hanya satu contoh di antara banyak contoh lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bercocok tanam tak pernah terlintas dalam daftar keinginan saya yang berjibun banyaknya. Akankah saya memulai? Saya tidak tahu. Sama sekali tidak punya gagasan tentang apa yang bisa saya mulai, selain mengurangi sampah makanan yang terbuang dan mengurangi nafsu. Mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi produk hewani dan memperbanyak nabati. Syukur, selama dua tahun terakhir ini, saya dan suami mulai berusaha mengurangi konsumsi daging dan unggas, atas alasan kesehatan dan kepedulian pada hewan ternak dan lingkungan. Seandainya saya punya anak, saya ingin mendidiknya sejak dini untuk menghargai apa yang dia makan sebagai bagian dari kebutuhan yang bahkan tak dapat dinikmati oleh sebagian umat manusia secara layak. Lebih jauh lagi khayalan saya pagi ini, semoga dia akan jadi bagian dari penghasil dan pelestari bahan pangan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gambar diambil dari: http://www.asaljangan.com/wp-content/uploads/2010/07/Healthy_Food.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-5533381663674586238?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/5533381663674586238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/07/tentang-pangan-yang-mengusik-angan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5533381663674586238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5533381663674586238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/07/tentang-pangan-yang-mengusik-angan.html' title='Tentang Pangan Yang Mengusik Angan'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NKI8WxXb6Ew/TiZq1sXiMwI/AAAAAAAAAZI/s5Ed5EpTtJE/s72-c/Healthy_Food.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2409327862635198191</id><published>2011-07-18T10:35:00.004+07:00</published><updated>2011-07-18T11:00:24.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='small pieces'/><title type='text'>Penerimaan Tak Butuh Angka dan Matematika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DrZSjhJxP60/TiOujbaM_MI/AAAAAAAAAZA/ZiV8DfOcr4Y/s1600/self-acceptance-hug-288x300.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 288px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DrZSjhJxP60/TiOujbaM_MI/AAAAAAAAAZA/ZiV8DfOcr4Y/s320/self-acceptance-hug-288x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630535882819566786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:webdings;" &gt;Tulisan ini hadiah ulang tahun untuk diriku sendiri, di usia 35, tanggal 31 Juli nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bertahan hidup karena kau diterima ketika hadir di dunia ini. Tangan  yang berhati-hati dengan wajah-wajah yang tersenyum membungkusmu dalam  selimut yang hangat. Memandikan, memberimu susu setiap tiga jam,  melayanimu setiap kau berteriak memberitahu popokmu basah. Seandainya  kau katakan bahwa orang tuamu meninggalkanmu di sebuah kardus di depan  pintu sebuah panti asuhan, pada akhirnya ada tangan-tangan yang  menyambut dan menerimamu. Mereka memberimu makan, memberimu kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kau tahu arti menerima dirimu sendiri, kau telah mengenal rasa  sebuah penerimaan. Membungkusmu dengan rasa aman, hingga suatu hari  mereka melepasmu untuk berjalan sendiri. Memutuskan sendiri. Belajar  setiap saat untuk menerima dirimu sendiri, lebih dari apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaanmu pada dirimu sendiri selayaknya sudah kau pelihara.  Sebenarnya ia semudah engkau memeluk pundakmu sendiri dengan kedua  lenganmu. Selembut tepukanmu pada bahumu ketika kau perlu. Seringan  engkau menggerakkan sisir yang membelai kulit kepalamu. Sehangat telapak  tangan yang memijat tengkukmu yang tegang dan lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan itu mudah, sebelum kau sendiri yang membuatnya jadi rumit.  Kau buat hidupmu penuh matematika. Kau ukur dirimu dengan angka-angka.  Umurmu pun hanya kau pandang sebagai angka berkaki yang mengejarmu saat  kau berlari menggapai angka-angka lainnya. Kau nilai setiap jengkalmu  dengan hanya apa yang terlihat mata. Kau percayai itu semua sebagai  kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal penerimaan tak butuh angka dan matematika. Namun penerimaan  mampu meletupkan kebahagiaan yang tak pernah habis kau bagikan. Ketika  kau lembut menerima dirimu sendiri, tak ingin kau sakiti ia walau  seujung rambut pun. Tak terbersit keinginan untuk menodai batinnya yang  halus dan peka. Damai menarikmu mendekat. Kemarahan enggan mendekat.  Andai pun seseorang berteriak 'anjing' padamu, kau tertawa tak peduli,  karena kau tahu tak ada ekor menempel di belakangmu.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*)&lt;/span&gt;  Itulah dahsyatnya  penerimaanmu pada dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan dan kelebihanmu bukan lagi jadi soalmu. Dirimu kompleks dan  dahsyat. Matematika tak mampu menjelaskan rumusan terjadinya engkau yang  sekarang ada. Yang jadi soalmu hanya bagaimana engkau menggunakan  tanganmu untuk mengalirkan keberuntungan pada yang lain, sebagaimana  engkau telah beruntung selalu ada seseorang yang menerimamu, yakni  dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;Dalam bus dari Lippo Karawaci menuju Citra Raya, 18 Juli 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Andai pun seseorang berteriak 'anjing' padamu, kau tertawa tak peduli,  karena kau tahu tak ada ekor menempel di belakangmu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;. ~ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mengutip &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dhammatalk&lt;/span&gt; Ajahn Brahmavamso.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2409327862635198191?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2409327862635198191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/07/penerimaan-tak-butuh-angka-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2409327862635198191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2409327862635198191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/07/penerimaan-tak-butuh-angka-dan.html' title='Penerimaan Tak Butuh Angka dan Matematika'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DrZSjhJxP60/TiOujbaM_MI/AAAAAAAAAZA/ZiV8DfOcr4Y/s72-c/self-acceptance-hug-288x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-6905705271470248933</id><published>2011-07-05T15:06:00.004+07:00</published><updated>2011-07-05T15:21:06.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='relationship'/><title type='text'>Dalam Diam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-JprghtdC0DA/ThLIYBFkzpI/AAAAAAAAAY4/k1TkK_0dCHM/s1600/First_day_of_the_rest_of_your_life.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 257px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-JprghtdC0DA/ThLIYBFkzpI/AAAAAAAAAY4/k1TkK_0dCHM/s320/First_day_of_the_rest_of_your_life.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625779199473405586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perhatianmu penuh kepada komik Jepang di tanganmu. Kupandangi bola matamu yang bergerak-gerak cepat menyapu halaman-halaman bergambar hitam-putih itu. Kuduga, kau sedang seru mengikuti petualangan si tokoh. Tak ada gunanya mengajakmu bicara saat ini, selain akan mengurangi kesenangan yang biasanya hanya bisa kaunikmati di akhir minggu. Hobimu tak berubah. Kesenanganmu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menguap, terlintas rasa syukur dapat berbaring bersisian bersama seperti ini, walau hanya dalam diam. Kuputuskan untuk membuka-buka koleksi DVD-ku di lemari. Memilih salah satu, dan mencoba tenggelam dalam cerita yang sudah dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatianku penuh pada cerita. Perhatianmu penuh pada deretan gambar dan dialog tokoh komikmu hingga lembaran komik terakhir. Kemudian perhatianmu berpindah pada berita-berita di internet. Satu setengah jam berlalu dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada berita apa?” tanyaku membuka dialog. Kau bergumam menceritakan singkat tentang berita-berita yang kau baca. Aku tahu, kau masih enggan berpaling dari layar laptopmu. Tak mengapa. Pertanyaanku tak harus dijawab saat ini juga. Tak sepenting kenikmatan waktu luangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan kita kadang ramai di lain waktu. Bercerita, berdebat, bertengkar, tertawa, atau sekadar bergosip seputar kejadian di sekeliling kita. Tetapi, adakalanya kita bersisian dalam diam yang hangat selama berjam-jam. Diam yang tak perlu kata-kata untuk dihadirkan, hanya untuk mengatakan, “Aku nyaman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gambar diambil dari: http://4.bp.blogspot.com/_RaZ7btje5Jo/TJzy13dL60I/AAAAAAAAA0U/ICqBH-f3VQE/s1600/First_day_of_the_rest_of_your_life.jpg&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-6905705271470248933?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/6905705271470248933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/07/dalam-diam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/6905705271470248933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/6905705271470248933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/07/dalam-diam.html' title='Dalam Diam'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JprghtdC0DA/ThLIYBFkzpI/AAAAAAAAAY4/k1TkK_0dCHM/s72-c/First_day_of_the_rest_of_your_life.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-7998519557818607162</id><published>2011-06-27T09:44:00.006+07:00</published><updated>2011-06-27T09:54:35.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Payung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EVmatAv9Tsg/TgfvV5_ao4I/AAAAAAAAAYw/OvhiVybasbI/s1600/payung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EVmatAv9Tsg/TgfvV5_ao4I/AAAAAAAAAYw/OvhiVybasbI/s320/payung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622725819418452866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    Dian menjulurkan lehernya keluar jendela. Hatinya senang melihat awan hitam bergulung di langit Jakarta sore itu. Terdengar gemuruh guntur berkepanjangan di kejauhan, mirip suara bergulirnya ban raksasa di jalan beton yang bergelombang dan berlubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjongkok dan mengintip kolong lemari, ia menarik keluar sebuah payung besar warna-warni kebanggaannya. Besarnya hampir seperti payung yang setia bertengger di atas gerobak penjual buah dingin di ujung gang. Payung ini benda terbaru dan terbagus yang ia miliki saat ini. Warna kainnya masih cemerlang, berbeda warna di setiap lengkungannya. Gagangnya terbungkus kayu yang dipernis warna coklat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payung itu ditemukan Bapak seminggu yang lalu di bak sampah milik sebuah rumah besar di kompleks perumahan tempat Bapak biasa memulung sampah. Waktu ditemukan, tiga bilah rangkanya terlepas sehingga payung menjadi bengkok jika dikembangkan. Padahal, hanya jahitannya saja yang putus, sedangkan rangkanya masih bagus dan berkilap. Dengan bantuan Bang Ayub, tetangga sebelah rumah, sebentar saja payung selesai dijahit. Ongkosnya gratis, begitu kata Bang Ayub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ada Mak yang menjaga Diyon di rumah. Sebentar lagi Bapak pulang. Sambil menenteng sandal jepit kuningnya, Dian berjalan mengendap-endap melangkahi tubuh Mak dan Diyon yang sedang tidur pulas, melintang di atas kasur tipis di tengah rumah. Pintu rumahnya berderit pelan saat ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak payung itu jadi miliknya, hujan membawa gairah baru dalam hidup Dian. Hujan berarti kerja. Kerja berarti rezeki. Seperti Bapak, ia juga ingin membawa pulang sejumlah uang ke rumah. Hari ini payungnya akan beraksi untuk kedua kalinya. Pengalaman pertamanya sebagai pengojek payung seminggu yang lalu menghasilkan tiga belas ribu rupiah dalam waktu dua jam, di tengah guyuran hujan yang tak seberapa deras. Harusnya bisa mencapai paling sedikit enam belas ribu rupiah jika Markun tak mendadak muncul dan merebut paksa tiga calon pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pasti lebih banyak, pikirnya. Sekarang adalah waktunya para karyawan—yang bekerja di gedung-gedung tinggi itu—pulang kerja. Mereka yang tak mendapat tumpangan kendaraan akan membutuhkan payungnya untuk menuju halte bus atau pangkalan taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian berharap, hujan sedikit lama hari ini. Semoga tak bertemu Markun di hari yang baik ini. Juga tak bentrok dengan Jaka, Bono, dan Ipung, yang rajin bekerja di musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak seperti Markun yang suka merebut pelanggan. Tapi, Bono gesit luar biasa, karena jam terbangnya lebih banyak dari yang lain. Dia pengojek payung senior di musim hujan. Jika hari sedang cerah, Bono sering menongkrong di gang dengan kacamata hitam kebanggaannya. Biasanya, rambut Bono berkilap seperti habis mandi dan disisir kaku dengan gel hingga membentuk kerucut di ubun-ubun kepala. Dalam hati, Dian berencana membeli gel rambut semacam itu suatu hari nanti jika ia punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyusuri gang, Dian menimbang-nimbang, akan digunakan untuk apa uangnya nanti. Uang hasil ojek payung yang lalu dipinjam Mak untuk membeli beras. Tak apalah, musim hujan belum berakhir, pikirnya. Yang pasti, kali ini ia ingin membelikan Diyon biskuit yang diputar-dijilat-dicelupin itu. Satu bungkus saja, untuk dicelupkan dalam segelas air putih. Tak perlu beli susu karena Diyon sudah cukup menyusu pada Mak waktu kecil. Tapi, boleh juga. Jika rezekinya baik, Dian ingin membeli sekotak susu rasa stroberi. Dian meneguk ludah waktu membayangkan dirinya memutar, menjilat, dan mencelupkan biskuit itu ke dalam segelas susu berwarna semu merah muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian sudah berencana akan menabung sebagian uangnya untuk membeli payung tambahan. Ia sudah menyurvei harga payung di beberapa toko di pasar. Ada yang berharga dua puluh ribu rupiah, tapi terlihat kecil dan rapuh. Yang kelihatan cukup besar dan lebih kekar kira-kira berharga tiga puluh ribu rupiah. Ia tak mau membeli yang rapuh, supaya tahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payung tambahan pertama itu akan disewakannya pada Satrio saat hujan. Bagi hasil seperempatnya untuk pemilik payung. Jika Satrio dapat sepuluh ribu, Dian berhak atas setoran dua ribu lima ratus. Kemudian ia akan menabung terus hingga payung tambahannya ada lima buah. Payung besarnya akan tetap ia gunakan sendiri. Selain Satrio, masih ada Upit, Karyono, Agus, dan Cakri. Mereka pasti juga mau jadi pengojek payung. Yang penting mereka jujur, tidak nakal seperti Markun. Jika hujan, mereka berpencar mencari pelanggan. Payung-payung Dian akan beredar di beberapa halte, rumah sakit, dan ruko-ruko, melalui kelima temannya itu. Kemudian setoran pada pemilik payung akan menambah jumlah tabungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian tak dapat menahan senyum saat membayangkan teman-temannya menyetor hasil ojek payung. Tapi, bagaimana jika mereka berlima membohonginya? Atau istilahnya, korupsi? Mungkin saja, Cakri yang genit itu ingin segera membeli gel rambut seperti punya Bono dan tidak melaporkan uang hasil ojek payung dengan jujur. Senyum Dian menghilang. Dahinya berkerut. Lalu…, aha! Ia berseru dalam hati. Sebelum menjadi mitranya, ia akan meminta kelima temannya bersumpah di atas Al Quran, seperti pada pelantikan para pejabat yang dilihatnya di televisi Bang Ayub. Sebaiknya, ia juga meminjam peci hitam Bapak supaya sumpah itu terasa resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rezeki ojek payung baik, Dian ingin membeli jas-jas hujan kecil yang dijual di warung. Jas hujan warna-warni yang plastiknya tipis itu berharga paling sedikit sepuluh ribu rupiah. Ia pikir, sebaiknya, anak buahnya itu jangan sampai jatuh sakit karena diguyur hujan. Jas hujan bertopi itu akan melindungi teman-temannya. Seragam warnanya, semua berwarna biru. Maka mereka akan menjadi Pasukan Biru, penyelamat dalam musim hujan. Tidak bisa gratis, pikirnya. Ia akan menyewakan jas hujannya sebesar seribu rupiah untuk satu kali pakai, saat mereka menyewa payung-payungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana jika Satrio, Upit, Karyono, Agus, dan Cakri lupa pada sumpahnya? Dahinya kembali berkerut. Matanya menatap jalanan. Kakinya iseng menendang-nendang kerikil di depan langkahnya. Sesaat kemudian, sebuah ide menyergap lamunannya. Baiklah, pikirnya, supaya mereka tak lupa, ia akan membeli spidol antiair. Akan ditulisnya di bagian dalam payung. Tuhan ada di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, sebenarnya Dian tak terlalu paham pada kalimat itu. Ia hanya meniru apa yang pernah dikatakan Pak Ustad padanya. Dengan malu-malu, setelah belajar mengaji, ia pernah bertanya, ”Di mana Allah itu, Bapak Ustad?” Pak Ustad mengelus kepala Dian, menatap lekat bola matanya, sambil menjawab, ”Allah atau Tuhan ada di mana-mana, Nak. Di mana-mana…,” Saat itu Dian manggut-manggut. Tapi, sejujurnya, dia tetap tak mengerti. Pak Ustad tidak bilang bahwa Tuhan mengawasi mereka dari atas. Di mana-mana, harusnya berarti di semua tempat, bahkan yang gelap dan tersembunyi. Pikirnya, Tuhan yang Maha Agung itu pasti sangatlah penyayang jika Dia juga ada di sini, di tengah-tengah bau sampah yang menguar tertiup embusan angin dari sungai di belakang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Tuhan mau berada di sini, apalagi di rumah megah yang dilihatnya di televisi semalam. Tapi, herannya, pemilik rumah megah itu memilih minggat dari rumah dan sedang dicari polisi karena korupsi. Begitulah kata si penyiar berita. Tuhan pasti tahu di mana orang itu, tapi Dia tak bilang. Karena Tuhan tak bilang-bilang apa yang diketahui-Nya, mungkin saja Satrio, Upit, Karyono, Agus, dan Cakri juga tak takut pada Tuhan. Tapi, Dian berencana tetap membeli spidol tahan air itu. Seandainya Satrio, Upit, Karyono, Agus, dan Cakri tidak korupsi, tetap saja mereka juga bisa berhenti jadi anak buahnya dan menyewakan payung milik mereka sendiri nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah, pikir Dian. Terlalu jauh untuk dipikirkan. Payung tambahannya saja belum dibeli. Wajahnya kembali gembira karena membayangkan lembaran-lembaran rupiah di kantong celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memikirkan lembaran-lembaran uang membuat khayalan Dian buntu. Ia tak dapat membayangkan, berapa uang yang bisa ia tabung dengan modal enam buah payung. Bahkan, ia tak pernah membayangkan punya uang banyak. Yang dia tahu, uang adalah penyambung hidup keluarganya sehari-hari. Jika mampu, mungkin ia ingin lebih sering membeli biskuit dan susu, juga sepasang sandal baru untuk Mak. Mungkin juga, suatu hari dia bisa membeli sepasang sepatu bola. Tapi, ia tak yakin karena tak tahu harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunannya terhenti saat tiba di ujung gang. Dian menganggukkan kepalanya pada Bang Joni, penjual buah dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hei, Kojek!” Bang Joni memanggilnya dengan suara serak dan melambaikan tangannya pada Dian. Ia memang sering memanggil anak-anak dengan sembarangan. Dian berhenti di depan Bang Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jual aja payung kau itu. Buat ganti payung gerobakku ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Enggak dijual, Bang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kubayar dua puluh ribu rupiah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Enggak mau, Bang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Enggak dijual, Bang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Joni mendengus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Payung itu terlalu besar buat kau. Lebih besar payung itu daripada badan kau yang macam ikan asin itu, Jek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biarin, Bang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian mengeratkan pegangan pada payungnya dan berbelok ke jalanan di sisi tanah kosong berpagar beton rendah. Masih didengarnya Bang Joni memaki-maki dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan dilihatnya Satrio. Anak itu makin kurus saja. Ia pasti lebih mirip ikan asin, seperti yang dikatakan Bang Joni, pikir Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mau ke mana, Yan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biasa,” Dian menggerakkan sedikit payung yang dipeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Payungmu masih satu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Satu. Nanti kalau ada satu lagi, kamu ikut, Yo.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satrio mengangguk sambil mengelap ingusnya dengan pinggiran baju. Lama ia menatap punggung Dian yang menjauh ke arah jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil-mobil masih bergerak lancar, tetapi sebentar lagi pasti akan semakin padat karena mendekati jam tutup kantor-kantor. Banyak yang akan membutuhkan ojek payungnya. Seribu rupiah diterimanya untuk satu kali menyewakan. Kadang-kadang ada yang berbaik hati memberi dua ribu rupiah untuk jarak yang dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian melihat Markun di kejauhan. Lebih baik pura-pura tak melihat dan melewati jalan lain. Tapi sudah terlambat. Markun berjalan ke arahnya. Dian heran, Markun tak membawa payung di hari semendung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai, Jelek! Pinjam payungnya!” Pantas Markun tak membawa payung. Jantung Dian berdegup lebih kencang. Tak sadar, ia mengeratkan pegangan pada payungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan, Mar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebenar aja, Sompret!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markun melotot galak pada Dian. Sengaja dadanya dibusungkan, menggertak. Dian memeluk payung besarnya erat-erat. Bola matanya melirik ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markun mencibir. ”Enggak ada yang nolongin lu. Mau lari, ha?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markun mendesak Dian mundur sampai merapat ke tembok beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pinjam. Jangan pelit. Nanti malam gua balikin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Enggak boleh. Gua belum kerja hari ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sama donk, Nyet. Bukan lu aja yang butuh duit!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau nafas Markun terbawa hembusan angin. Busuk, sebusuk perbuatannya. Dian melengos, menghindari bau yang menyerang hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Memangnya lu enggak punya payung?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ngapain lu tanya-tanya?!” bentak Markun sambil menyentuh payung. ”Sini payung lu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangaaa…an!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Enggak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markun mencoba merenggut payung itu. Tenaganya yang besar menyeret tubuh Dian yang tetap memeluk payung. Markun melepas sebelah tangannya pada batang payung dan melayangkannya pada pipi Dian. Plak! Plak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasain lu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aaaa….!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buk! Markun mendorong Dian sekuat tenaga ke tembok. Payung terlepas dari tangan Dian. Punggung Dian membentur tembok. Sakit. Matanya mendadak panas oleh desakan air mata yang siap-siap tercurah. Sandal jepitnya putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markun tak membuang waktu. Sebentar lagi hujan turun. Dengan gesit ia berlari. Tujuannya adalah halte bus di dekat jembatan. Di sana rezeki musim hujan menunggu. Lembaran-lembaran seribu rupiah akan berpindah tangan. Siapa cepat, siapa dapat. Siapa yang rajin, siapa yang kuat, akan menuai lembaran rupiah terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian membuang sandal jepitnya. Telapak kakinya perih, mungkin tergesek kerikil saat tadi Markun mendorongnya kuat-kuat dan menginjak sandalnya. Gagal pekerjaan hari ini. Ia tak memercayai Markun akan mengembalikan payungnya nanti. Seandainya dikembalikan, payungnya mungkin sobek atau patah, tak akan selamat dari kejahilan Markun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak Dian teringat Diyon. Biskuit dan susu. Satrio dan teman-teman. Payung-payung tambahan. Pasukan Biru. Hatinya sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bangsaaat….at!” Lidahnya yang tadi kelu tiba-tiba lantang memaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar teriakan itu, Markun menengok dan mengacungkan tinjunya. Lalu, ia melanjutkan larinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilat menyambar-nyambar. Guntur menggelegar di langit yang makin menghitam. Seorang gadis di tepi jalan menjerit sambil menutup telinganya. Terkejut oleh suara guntur, sekaligus karena Dian yang berlari seperti kesetanan dan hampir menabraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markun pun berlari dengan lincah, meliuk-liukkan pinggangnya untuk menghindari tabrakan dengan manusia lain yang berjalan bergegas karena khawatir hujan segera turun. Cepat sekali larinya. Entah, karena dia mendadak takut pada Dian yang mengamuk seperti kesurupan karena memburu waktu, atau karena dia tak mau membuat keributan di pinggir jalan yang mulai padat. Markun pernah diciduk Satpol PP saat tawuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciiiitttt…..!!! Sebuah mobil pikap hitam mendadak mengerem, nyaris menghantam tubuh Markun di belokan pagar beton yang membatasi bantar kali dengan jalan raya. Markun berhenti mendadak dan hampir jatuh karena sandal jepitnya yang tiba-tiba putus. Ia melepas sandalnya dan terus berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mampus lu!” Si pengemudi berteriak membentak Markun. Markun tak peduli. Ia terus berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkejutan menahan langkah Dian. Ia membiarkan pikap itu lewat memutar di hadapannya. Mendadak tubuhnya terasa lemas. Sebagian kemarahannya berganti kesedihan. Tetesan air hujan pertama jatuh di kening Dian, diikuti tetesan lain yang semakin banyak. Air tumpah ruah dari langit, menyamarkan air mata yang juga mengucur deras. Pandangan Dian menjadi kabur. Semangatnya mendadak runtuh. Markun menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada gunanya berteduh. Dian menyeberangi jalan raya yang semakin padat. Tak ada Markun di jembatan, berarti ia mengojek payung di tempat lain. Di jembatan terlihat Bono, dengan rambut yang tertutup bandana kuning yang sudah basah, sedang sibuk menawarkan payungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terduduk di median yang lengang. Dian membenamkan wajah di antara kedua lututnya, menghindari tetes hujan yang membuat pipinya pedih. Matanya telah kering oleh air mata. Hanya air hujan yang terus menderas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian menutup mata dan telinganya. Lamat-lamat suara klakson kendaraan terdengar berganti-ganti, seolah berasal dari tempat yang jauh. Dian merasa dirinya mandi di bawah pancuran air bergagang putih. Di sekelilingnya, dinding dan lantai keramik yang juga serba putih, seperti dalam iklan sabun mandi yang sering ia lihat di televisi. Hatinya kemudian mendingin dalam tubuh yang menggigil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapannya, mobil-mobil bergerak tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang, 30 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Cerpen ini terinpirasi foto dalam buku Mata Hati yang berisi kumpulan foto Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali pertama cerpen saya diterbitkan oleh Harian Kompas. Dimuat pada hari Minggu, 26 Juni 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-7998519557818607162?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cerpenkompas.wordpress.com/2011/06/26/payung/' title='Payung'/><link rel='enclosure' type='' href='http://cerpenkompas.wordpress.com/2011/06/26/payung/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/7998519557818607162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/06/payung.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7998519557818607162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7998519557818607162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/06/payung.html' title='Payung'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EVmatAv9Tsg/TgfvV5_ao4I/AAAAAAAAAYw/OvhiVybasbI/s72-c/payung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-7799443291632848840</id><published>2011-02-16T15:49:00.003+07:00</published><updated>2011-02-16T16:07:50.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='relationship'/><title type='text'>Ruang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-As1Rq6nbzok/TVuQ3ocErII/AAAAAAAAAYU/CJ-FQP6UrPk/s1600/the_space_between_us_by_mscrys_kyou.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-As1Rq6nbzok/TVuQ3ocErII/AAAAAAAAAYU/CJ-FQP6UrPk/s320/the_space_between_us_by_mscrys_kyou.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574208249223490690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gambar diambil dari: http://thewitcontinuum.files.wordpress.com/2010/01/the_space_between_us_by_mscrys_kyou.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan kita berjalan bersisian di suatu pagi. Kau tak perlu menggandeng tanganku. Tak perlu pula merangkulku. Biarkan kedua tangan kita bergerak bebas dan ringan. Tanpa beban. Seriang dan sebebas langkah dua sahabat yang mengejar kepak sayap kupu-kupu. Saling bercerita tentang masa lalu dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganmu bergerak-gerak penuh semangat, menceritakan mimpimu. Mimpi masa kecilmu, dan mimpimu saat ini. Impianmu adalah impianmu; impianku adalah impianku sendiri –tak harus menjadi mimpi kita bersama. Tangan kita menunjuk bagian langit yang berbeda. Tetapi, kilau mata dan pundak kita yang sesekali bersentuhan, membuat kita saling mengerti betapa pentingnya impian itu untuk kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita mulai membahas langkah yang perlu. Kupastikan, caramu akan banyak berbeda dengan caraku. Akhirnya, kita pasti bertengkar tentang siapa yang benar. Jika kau marah karena umpatanku, matamu akan memandangku tajam. Mulutmu memberengut setelah balas mengumpat berkali-kali. Begitu bermenit-menit lamanya, sampai kita puas dan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pundak kita akan berjauhan. Menahan diri untuk tak saling bercakap. Tapi, langkah kita tetap ringan. Tanpa beban, karena amarah yang kita muntahkan itu segera terhempas dan menguap pergi, hingga tak sempat membuat kita muak. Tak menunggu hingga matahari terbenam, perlahan pundak kita mendekat lagi. Kembali mengejar kepak sayap kupu-kupu. Bercerita kembali tentang masa lalu dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kau tak harus sepakat dengan caraku, demikian sebaliknya. Tetapi, kita telah berjanji untuk saling memberi ruang. Sepanjang kita menghormati nilai-nilai yang kita sepakati bersama untuk tak ingkar dari nurani, kubiarkan kau dengan caramu, dan kaubiarkan aku dengan caraku. Bercerita lagi, bertengkar lagi. Bercerita lagi, bertengkar lagi. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta pertengkaran itu hanya akan semakin membebaskan kita dari belenggu. Sejuta dialog adalah kompas bagi kita. Sejuta langkah ringan itu hanya akan membuat kita saling mencintai tanpa rasa saling berkorban. “Jangan berkorban,” begitu selalu kataku padamu. “Pengorbanan hanya akan menjadikan kita sepasang manusia yang saling menyayangi tetapi tak bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan, saat rambut kita memutih dan bergerak tertatih, kita tetap mengejar kepak sayap kupu-kupu. Saling bercerita tentang masa lalu dan masa depan. Menunjuk bagian langit yang berbeda. Tetapi, hati kita tahu, bahagia itu ada. Kita selalu tahu, sahabat adalah kamu dan sahabat adalah aku. Bukan tercipta dari gandengan tangan. Tetapi, lahir dari ruang kebebasan di antara dua pundak yang sesekali bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Tangerang, 5 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-7799443291632848840?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/7799443291632848840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/02/ruang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7799443291632848840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7799443291632848840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2011/02/ruang.html' title='Ruang'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-As1Rq6nbzok/TVuQ3ocErII/AAAAAAAAAYU/CJ-FQP6UrPk/s72-c/the_space_between_us_by_mscrys_kyou.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-785748687579204131</id><published>2010-11-24T19:38:00.005+07:00</published><updated>2010-12-15T23:22:14.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kepadamu Yang Irit   :))</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/TO0JG6zI6II/AAAAAAAAAYE/gQnVIXCRe5E/s1600/kindness.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/TO0JG6zI6II/AAAAAAAAAYE/gQnVIXCRe5E/s320/kindness.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543096730830563458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamu irit kata-kata,&lt;br /&gt;tapi ucapan yang lembut dan tenang adalah cirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu irit basa-basi,&lt;br /&gt;tapi boros kesabaran dan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu irit menonjolkan diri,&lt;br /&gt;tapi yang kutahu, boros berbagi pengetahuan denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku irit pujian padamu,&lt;br /&gt;karena dada ini terlanjur sesak oleh rasa kagumku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Veridiana&lt;br /&gt;Kepada seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari: http://www.nextdayofficesupplies.com/media/NXT/kindness.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-785748687579204131?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/785748687579204131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/11/kepadamu-yang-irit.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/785748687579204131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/785748687579204131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/11/kepadamu-yang-irit.html' title='Kepadamu Yang Irit   :))'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/TO0JG6zI6II/AAAAAAAAAYE/gQnVIXCRe5E/s72-c/kindness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2059642449234527128</id><published>2010-09-20T08:48:00.002+07:00</published><updated>2010-09-20T08:54:01.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>I Miss My Dad</title><content type='html'>Every time I feel lonely, I miss my Dad.&lt;br /&gt;Today, I need him badly.&lt;br /&gt;He’s the best friend to talk and discuss, the most trustworthy one.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2059642449234527128?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2059642449234527128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/09/i-miss-my-dad.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2059642449234527128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2059642449234527128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/09/i-miss-my-dad.html' title='I Miss My Dad'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-5204943695055118066</id><published>2010-09-17T13:39:00.005+07:00</published><updated>2010-09-17T14:08:42.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>Kehidupan</title><content type='html'>Hari ini, saya sadari bahwa kehidupan saya hanyalah proses. Saya dikatakan hidup, karena saya memiliki 5 bagian yang selalu berubah dan bergerak. Lima bagian itu adalah: jasmani, perasaan, penyerapan atas setiap pengalaman, bentuk-bentuk batin yang netral, baik dan buruk, serta pikiran/kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima bagian itulah yang membentuk hidup saya, sehingga saya dikatakan terdiri dari batin dan jasmani. Jutaan sel hidup pada jasmani saya setiap saat lahir, tumbuh, berkembang, dan mati. Jika sel-sel dalam tubuh saya berhenti prosesnya, saya dikatakan telah mati. Selain itu, saya disebut mahluk yang tidak sekadar hidup secara jasmani, karena memiliki keempat aktifitas rohaniah tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa saya sadari, jasmani saya selalu berubah. Tumbuh, berkembang, dan kemudian mengarah pada kelapukan. Bukan hanya melintasi waktu bertahun-tahun, tetapi sebenarnya proses tumbuh-kembang-pelapukan itu terjadi setiap detik, setiap se-per-sekian detik. Saya seperti sebuah bohlam yang berpijar, terlihat menyala kontinyu padahal nyalanya terbentuk dari percikan-percikan yang terjadi satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya bayi, proses lahir, tumbuh, dan berkembang terlihat jauh lebih dominan dibandingkan proses pelapukan. Tentunya, jika saya hidup semakin lama, yang disebut bahwa saya semakin tua, proses pelapukan itu lebih banyak terjadi dalam jasmani saya dibandingkan dengan proses lahir, tumbuh, dan berkembang. Proses pelapukan itu pun sudah mulai terlihat jelas saat ini pada diri saya. Rambut putih semakin banyak. Kerut-merut di kulit wajah dan leher mulai terlihat. Tak sekencang dulu, tak sesegar dulu. Walau sekeras apapun seandainya saya menambahkan krim perawatan wajah dan makanan bergizi tinggi, ia hanya akan menolong kulit saya lebih lambat terlihat menua. Tetapi, pelapukan itu sesungguhnya selalu terjadi dan tak dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak melihat realitas itu, saya sering mematut wajah di cermin. Mengagumi bagian wajah yang saya anggap menarik. Lupa bahwa saya sedang mengalami pelapukan yang tanpa henti. Bukan hanya pada jasmani, tetapi juga lupa bahwa kekaguman saya itu hanya bersifat sementara. Karena belum sampai semenit kemudian, saya mulai tak puas terhadap cacat dan noda pada kulit saya. Saya mulai tak puas dengan bentuk badan dan model rambut saya. Kurang ini, kurang itu. Harusnya begini, harusnya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa saya sadari, saat itu saya menderita oleh rasa tak puas itu. Saya mulai memikirkan rencana-rencana untuk mengurangi penderitaan itu. Saya mulai berpikir harus begini dan begitu untuk memperbaiki penampilan saya. Mulai berpikir bahwa saya butuh baju-baju yang bagus dengan warna menarik supaya terlihat cantik dan muda. Saya menjadi ingat bahwa saya harus rutin olah raga di pusat kebugaran supaya segar dan lebih muda, seperti artikel yang saya baca di koran pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan demi keinginan. Rencana demi rencana. Tujuan demi tujuan. Hanya itu yang mendorong saya untuk terus hidup dan mempertahankan hidup. Padahal, untuk memenuhi itu semua, saya harus menahan diri mengalami berbagai batasan, menghadapi orang-orang yang tidak saya sukai, menahan sakit asal bisa lebih cantik dan sehat, mencari berbagai hiburan supaya terhindar dari kebosanan, kesepian, dan kemurungan. Selain itu juga seringkali kecewa karena cita-cita yang tak tercapai, keinginan yang tak terpenuhi, harus berpisah dengan orang yang saya sukai/cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya sadari, rupanya inilah yang disebut hidup. Berubah dan berubah. Lahir, tumbuh, berkembang dan lapuk. Tak ada jasmani yang persis sama dengan yang kemarin dan tadi pagi. Tak ada pikiran yang tetap, selalu berubah, selalu bergerak. Pikiran atau gagasan yang pernah saya anggap cerdas dan saya banggakan, ternyata juga berlalu. Seringkali digantikan dengan pikiran yang bergandengan dengan perasaan malu dan kecewa. Pikiran yang disertai perasaan malu dan kecewa, juga ternyata berlalu. Kadang-kadang juga timbul pikiran untuk berbuat baik, walau seringkali juga disertai dengan keinginan supaya disukai dan dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, rupanya hidup tak pernah tetap. Tak dapat dipegang. Rasa puas dan tak puas berganti-ganti. Rasa senang dan sedih bertukaran waktu. Kecewa dan bangga tak pernah sama. Saya tak dapat mengendalikan supaya keinginan saya dapat terwujud setiap kali saya inginkan. Yang dapat saya lakukan hanyalah melaksanakan proses-proses supaya keinginan itu bisa terlaksana. Jika kepanasan, saya hanya bisa nyalakan pendingin atau tak banyak bergerak supaya panas itu tak terlalu menyengat. Jika kedinginan, saya hanya bisa menarik selimut lebih rapat atau berdekatan dengan sumber panas. Tetapi, pikiran saya tetap tak dapat meminta panas dan dingin itu reda. Pikiran saya tak dapat menghentikan rasa sakit saat itu juga. Pikiran saya tak dapat menahan saya untuk tidak timbulnya keinginan. Saya bukan pikiran saya. Saya bukan pengendali jasmani saya. Pikiran saya bergerak terus, namun tak melapuk seperti jasmani yang melapuk dan mati, karena ia tak butuh makanan materi untuk tetap hidup. Saya bayangkan, ia terus bergerak tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi melihat kehidupan ini sebenarnya arena ‘berbahaya’. Sedikit-sedikit, timbul pikiran serakah pada saya, ingin ini, ingin itu yang sebenarnya tak saya butuhkan. Sedikit-sedikit, menilai orang lain dan memberinya cap: ‘baik’, ‘kejam’, ‘nakal’, ‘cantik/tampan’, ‘cerdas’, ‘bodoh’. Kadang-kadang, terprovokasi pula oleh sikap orang lain, sehingga membuat saya jadi marah, kesal, bahkan benci, entah pada orangnya atau pada keadaan. Ah, memang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, bukankah sudah saya sadari tadi, bahwa 5 bagian kehidupan saya itu adalah proses? Jasmani yang berproses. Perasaan yang berproses. Pencerapan pengalaman yang berproses. Bentuk-bentuk batin yang berproses. Pikiran yang berproses. Tak pernah sama dan serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, bukankah saya hanyalah perwujudan dari jalannya proses tanpa henti? Misal, jika saya katakan: “Lima menit lalu saya marah. Siapakah yang marah? Saya? Bukankah ‘saya’ yang sekarang berkata-kata ini telah berbeda dengan saya pada 5 menit yang lalu? Jasmani dan batin saya sudah berubah. Seperti air sungai yang mengalir, tak pernah ada kondisi yang persis sama. Gerakan air yang berbeda, kumpulan yang berbeda, komposisi yang selalu berbeda, melewati kerikil yang berbeda, batu-batu yang terkikis, pasir yang hanyut…. Semua berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, di manakah inti diri saya? Adakah inti yang kekal yang tidak ikut berproses dalam diri saya? Misal, jika saya berhenti berpikir, merasa, menyerap pengalaman, dan melakukan sesuatu dengan batin, apakah keberadaan saya hilang? Atau, di manakah ‘saya’ di antara saat-saat saya tidak berpikir, merasa, menyerap pengalaman, dan tanpa ada tindakan batin? Apakah saya menjadi ada dan tiada berganti-ganti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, siapa yang bernama Vera? Ternyata tak ada.&lt;br /&gt;Vera hanyalah label, konsep mengenai suatu proses kehidupan yang sedang berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses itu sendiri bergerak dan berubah tanpa henti. Bergerak dan terjebak dalam rasa tak puas yang kerap muncul. Tak ada inti, tak ada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada ‘aku’.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Saat aku membela kepentinganku dengan caci-maki, siapa yang aku bela?&lt;br /&gt;Saat aku mencari kenyamanan di atas penderitaan mahluk lain, siapa yang aku senangkan?&lt;br /&gt;Saat aku mengagumi diriku, siapa yang aku agungkan?&lt;br /&gt;Saat aku menilai setiap orang dari kelebihan dan kekurangan yang nampak di mataku, siapa yang aku cela?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang, 17 September 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-5204943695055118066?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/5204943695055118066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/09/kehidupan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5204943695055118066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5204943695055118066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/09/kehidupan.html' title='Kehidupan'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-1277947262037889069</id><published>2010-08-12T16:19:00.005+07:00</published><updated>2010-08-12T18:13:57.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='love'/><title type='text'>Kamu Sahabatku Selamanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/TGPWEBXXLzI/AAAAAAAAAX0/_6fIxUNKQCU/s1600/blog.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/TGPWEBXXLzI/AAAAAAAAAX0/_6fIxUNKQCU/s320/blog.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504478534151122738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan saya yang dimuat di buku Mari Bicara - Kumpulan 100 cerita :)&lt;br /&gt;(versi asli, sebelum diedit oleh editornya, Alberthiene Endah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah pribadi yang selalu berusaha berterus terang. Cenderung emosional, keras kepala, tapi sebenarnya juga lembut dan murah hati. Menurut suami saya, saya memberi warna-warni dalam hidupnya. Dia sering bilang bahwa dia sulit merasa bosan hidup bersama saya, karena baginya, saya hampir selalu tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya berkepribadian tenang. Saya mengagumi kestabilan emosinya, logika berpikirnya, dan dry humor yang menjadi ciri khasnya. Dia pribadi yang rajin, tidak banyak bicara dan berekspresi, selalu bersikap lembut dan sopan pada semua orang. Dia sedikit sekali berkata-kata romantis, dan terlihat seolah kurang memberi perhatian. Tapi dia menunjukkan rasa sayangnya dengan perbuatannya, dukungannya, dan upayanya untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka senang bercerita secara detail kepada suami tentang kejadian sehari-hari. Saya terbiasa terbuka padanya. Saya hanya mengikuti kata hati hari demi hari. Saya bilang bahwa saya sayang padanya dengan langsung dan spontan setiap kali saya ingin bilang. Saya memberi perhatian yang tulus untuknya. Saya mengkritik secara terbuka pula. Saya seperti sebuah buku yang terbuka di hadapannya. Dia boleh membaca seluruh isi hati dan kepala saya, karena itulah yang membuat saya nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, pada masa awal pernikahan, saya mengharapkan spontanitas yang sama darinya. Saya terbiasa menceritakan kejadian sehari-hari di kantor atau di rumah. Tapi, dia tidak setiap hari bercerita tentang pekerjaan dan kejadian yang dia alami saat saya tak bersamanya. Jika ditanya, hanya jawaban-jawaban singkat yang dia beri. Mulanya, saya merasa bahwa itu adalah bentuk sikap tertutup yang bisa menimbulkan komunikasi yang kurang seimbang. Saya khawatir, ketertutupan akan menjauhkan kami.&lt;br /&gt;Kekhawatiran itu kemudian sering menyebabkan pertengkaran antara kami. Saya berkali-kali marah karena dia lupa menceritakan berbagai hal yang baru saya ketahui setelah lama berlalu. Saya merasa bahwa saya tidak menjadi tempat berbagi. Saya merasa tak dibutuhkan. Kadangkala saya malu jika menjadi orang terakhir yang tahu suatu kejadian yang lupa dia ceritakan pada saya. Saya merasa komunikasi kami buruk dan tak seimbang.&lt;br /&gt;Sifat saya yang mudah meledak membuatnya semakin enggan bicara. Dia bukanlah seorang yang bisa berpura-pura rileks dan memaksa diri bercerita saat suasana hatinya enggan untuk bicara. Sedangkan saya tidak menyukai kepura-puraan. Sehingga jika dia terlihat memaksakan diri bercerita tentang berbagai hal yang terjadi dalam hari-harinya, saya justru semakin sedih dan kecewa.&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, karena perenungan yang mendalam mengenai hubungan antar manusia, saya menyadari kesalahan saya. Saya baru menyadari, padahal bila bertemu saat yang nyaman untuk berbincang berdua, dia banyak bercerita. Momen itu adalah saat di mana saya berlaku sebagai seorang sahabat. Misalnya, saat dia sedang menyetir mobil dengan saya di sampingnya, atau saat berbincang sambil minum teh bersama dalam suasana rileks. Saat seperti itu adalah saat di mana seharusnya saya menjadi pendengar yang baik, bukan selalu ingin bicara dan didengar. Sejak saat itu, saya memilih kemesraan dan komunikasi yang dijalin dengan rasa persahabatan, bukan hanya dengan romantisme yang mudah memudar. Sejak saya mengubah pandangan saya, suami saya terlihat semakin bahagia. Semakin banyak cerita dan humor. Bahkan saya merasa, dia semakin menikmati hari-hari saat kami hanya jalan-jalan berdua, sehingga bisa bercerita apa saja dengan bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, saya memiliki beberapa orang sahabat. Ada yang bersahabat dengan saya sejak SD, SMP, SMA, dan masa-masa sesudahnya. Kadang-kadang kami tak selalu sependapat, tapi kami tak saling menyakiti dengan kata-kata dan perbuatan. Berdasarkan pengalaman hidup, saya menemukan bahwa kita lebih mudah menyakiti hati kekasih saya dibanding menyakiti sahabat-sahabat saya. Kita seringkali mudah kehilangan toleransi pada pacar dibandingkan sahabat. Pada pacar, kita merasa sah menuntut berbagai hal yang kita mau. Misalnya, “Jemput ya, dan jangan terlambat.” Atau, “Kamu memang enggak perhatian dan sayang sama saya. Keterlaluan, ulang tahun saya saja kamu lupa”, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sahabat, kita justru tidak menuntut dia menjadi pribadi berbeda atau pribadi yang kita suka. Kita tidak berusaha mengubahnya menjadi ‘baik’ sesuai persepsi kita sendiri. Kita menerima sahabat kita apa adanya; kita tidak marah walau dia melupakan ulang tahun kita hingga sebulan kemudian; dan memaklumi apa yang sudah menjadi sifatnya. Sesekali, kita mengkritik sikapnya yang kita rasa tidak patut, namun bukan dengan nada menyalahkan yang diulang terus-menerus. Kita tak ingin mengganggu sahabat kita saat dia sedang memusatkan perhatiannya pada pekerjaan di kantor. Kita ingin berbagi hidup dengannya, sekaligus menghargai kebebasan yang dia miliki. Bagi saya, sahabat adalah seseorang yang sangat dekat dengan kita, namun tidak terikat dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa diterima sebagaimana adanya diri kita, akan membawa akibat yang berharga dalam perkembangan kepribadian kita. Pada dasarnya, manusia mencari kenyamanan. Karena penerimaan kita padanya, sahabat selalu nyaman bersama kita dalam berbagai kesempatan. Demikian juga kita yang merasa selalu diterima olehnya. Rasa diterima dan menerima menimbulkan kepercayaan. Kepercayaan membuat manusia ingin bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran dan keterbukaan akan menjadi pilar yang kokoh dalam hubungan antar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirangkum dalam sebuah tips, tips yang ingin saya sampaikan sehubungan dengan komunikasi antar pasangan selalu dikaitkan dalam 5 poin penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persahabatan&lt;br /&gt;2. Penerimaan&lt;br /&gt;3. Kejujuran&lt;br /&gt;4. Keterbukaan&lt;br /&gt;5. Humor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, komunikasi dengan pasangan hidup bukanlah hanya dimulai dengan keterampilan berkata-kata. Bukan hanya berarti harus melaporkan segenap kegiatan sejak pagi hingga petang; bukan hanya berarti harus selalu saling bertelepon saat berjauhan; bukan berarti diskusi dan perdebatan tanpa sesekali pertengkaran. Awali semuanya dengan menempatkan diri pasangan kita sebagai sahabat. Dia pribadi yang berbeda dengan kita, tak perlu dipaksakan untuk menjadi sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam keseharian saya, saya memang ingin menganggap suami saya sebagai seorang sahabat. Yang istimewa tentunya. Saya ingin selalu ingat, untuk selalu mengedepankan kebahagiaan dia, karena dia adalah sahabat saya. Saya ingin meluangkan waktu untuk bermain dan tertawa sampai hari tua dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menuliskan kalimat status di Facebook yang berkaitan dengan suami saya, saya lebih suka menyebut suami saya sebagai “my best friend.” Dia sering protes, “Oh, begitu ya? Cuma best friend !” katanya berlagak merajuk. Saya hanya senyum-senyum saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-1277947262037889069?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/1277947262037889069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/08/kamu-sahabatku-selamanya.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1277947262037889069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1277947262037889069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/08/kamu-sahabatku-selamanya.html' title='Kamu Sahabatku Selamanya'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/TGPWEBXXLzI/AAAAAAAAAX0/_6fIxUNKQCU/s72-c/blog.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8343537591425240288</id><published>2010-05-07T12:10:00.005+07:00</published><updated>2010-05-07T12:36:36.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>My 10 Nice Things of Being Older</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S-OijlgpFxI/AAAAAAAAAXs/MQvybU-0bnA/s1600/laugh2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 316px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S-OijlgpFxI/AAAAAAAAAXs/MQvybU-0bnA/s320/laugh2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468393104806057746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Keragu-raguan berkurang, karena udah mulai menemukan prinsip hidup yang lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persahabatan suami-isteri. Ternyata, jauh lebih indah dari sekadar romantisme kata-kata dan ungkapan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cari uban suami dan dicariin uban oleh suami.&lt;br /&gt;Udah enggak penasaran dengan cat rambut, malah udah bosen. Berencana, seandainya udah mencapai umur 55-60, pengen punya rambut putih rata keperakan. Assoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lebih berani menghadapi kesulitan hidup. Toh, semua akan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Enggak pernah lagi ngabis-ngabisin energi untuk cemburu pada pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ngetawain penderitaan di masa muda saat masih bego dan ngebelain gengsi (makan tuh gengsi). Hehehe… Dengan kata lain, sekarang makin enggak peduli dengan penilaian orang, &amp; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;more to be myself&lt;/span&gt; aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Punya keponakan yang mulai remaja.  Seneng…, walau kalo lihat mereka, jadi merasa makin tua, dan kaget dengan hidup yang cepat &amp; singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Perbedaan usia dengan saudara kandung jadi enggak terasa. Umur 50-an, 40-an, dan 30-an udah nyambung “seperti teman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Udah enggak “doyan makan enak” seperti dulu waktu masih umur 20-an. Makanan enak jadi biasa-biasa aja sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bertambah bijak (narsis.com  hehehe…). Berencana untuk rajin memotivasi diri sendiri: “Kasihan deh lo, kalo tambah tua tapi enggak tambah bijak!” huehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;Gambar diambil dari: http://www.bartlettinteractive.com/images/stock/portfolio/laugh2.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8343537591425240288?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8343537591425240288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/05/my-10-nice-things-of-being-older.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8343537591425240288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8343537591425240288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/05/my-10-nice-things-of-being-older.html' title='My 10 Nice Things of Being Older'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S-OijlgpFxI/AAAAAAAAAXs/MQvybU-0bnA/s72-c/laugh2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-1525818064257004448</id><published>2010-05-04T08:34:00.006+07:00</published><updated>2010-05-07T12:37:40.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Guru Saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S9966sxBiDI/AAAAAAAAAXk/PH-vk--2AbE/s1600/Bp+Pandit+J+Kaharuddin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S9966sxBiDI/AAAAAAAAAXk/PH-vk--2AbE/s320/Bp+Pandit+J+Kaharuddin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467223621518854194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Guru saya bilang, “Boleh mencintai keluarga, tapi jangan terikat padanya. Jangan terikat pada apapun dalam hidup ini.”&lt;br /&gt;Guru saya bilang, “Jadilah Pasukan Berani Hidup. Karena setiap saat dan apa pun yang kamu terima dalam hidupmu adalah hasil dari karma hidupmu sendiri di masa lampau.”&lt;br /&gt;Guru saya bilang, “Pikiran adalah Raja Kehidupan. Bahagia atau derita, berasal dari pikiran.”&lt;br /&gt;Guru saya bilang, “Ber-Adhiţţāna-lah seringan mungkin. Latihlah diri agar dalam setiap perbuatan baik, pamrih kita sekecil mungkin. Arahkan selalu Adhiţţāna (tujuan, cita-cita) kepada pencapaian Nibbāna.”&lt;br /&gt;Guru saya bilang, “Cetanā (itikad) sebelum, saat, dan setelah berdana, haruslah selalu baik. Hingga setahun, sepuluh tahun, atau seratus tahun kemudian, cetanā haruslah tetap baik.”&lt;br /&gt;“Guru saya bilang, “Buddha, Dhamma, dan Sangha, adalah manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sangat banyak lagi yang Beliau ajarkan, dalam setiap pelajaran di hari Jumat malam, yang sudah saya ikuti sejak pertengahan tahun 2008. Beliau mengarahkan kami supaya memahami diri sendiri, hidup, dan kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usia &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bp. Pandit Jinaratana Kaharuddin&lt;/span&gt; yang kini 73 tahun, saya sangat bersyukur masih bisa belajar darinya. Saya sayang padanya, dan merasa nyaman bersama dengannya. Saya yakin hatinya hangat, walau terlihat keras saat mengajar dan sedikit bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunannya membawa inspirasi. Kebijaksanaan yang Beliau ajarkan, adalah bekal untuk mengarungi kehidupan saya, yang saya yakini bukan hanya dalam kehidupan saat ini saja. Semoga suatu hari nanti, entah dalam berapa masa kehidupan, saya dapat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;melihat segala sesuatu sebagaimana adanya&lt;/span&gt;, dan mencapai tujuan akhir umat Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia tua menyebabkan sakit pada mata dan kakinya saat ini. Jumat lalu kelas Dhamma libur karena Beliau harus istirahat. Hati saya sedikit sedih mengingat Beliau sedang sakit. Tapi saya yakin, dia adalah orang yang sangat siap untuk menerima dan menjalani semua penderitaan dalam usia tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga guruku berumur panjang, sehat, dan bahagia. Semoga Sang Tiratana memberkati Beliau dan keluarga. Sepanjang hayat dikandung badan, semoga Beliau dapat mengajar dan berkarya. Semoga semua kebaikan yang Beliau lakukan sebagai penyebar Dhamma, mengkondisikannya untuk mencapai Nibbāna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-1525818064257004448?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/1525818064257004448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/05/guru-saya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1525818064257004448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1525818064257004448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/05/guru-saya.html' title='Guru Saya'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S9966sxBiDI/AAAAAAAAAXk/PH-vk--2AbE/s72-c/Bp+Pandit+J+Kaharuddin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-5532718689901367915</id><published>2010-03-29T01:54:00.014+07:00</published><updated>2010-04-03T00:33:08.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>F A M I L Y  Things</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S6-tEPKUcyI/AAAAAAAAAWs/R_mbCZyBIIA/s1600/portrait.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S6-tEPKUcyI/AAAAAAAAAWs/R_mbCZyBIIA/s400/portrait.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453767962069857058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Keterangan gambar: Gambar di-copy dari http://www.dianamonfalcone.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S6-swgv4HvI/AAAAAAAAAWk/Lu48D8AKPhw/s1600/portrait.jpg"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CVERAME%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Keluarga saya, adalah bentuk karma baik yang luar biasa baiknya yang saya terima dalam hidup ini. Tempat pertama di mana saya merasa nyaman. Lingkungan pertama di mana saya belajar banyak tentang kebijaksanaan, toleransi, dan cinta. Orang-orang kepada siapa saya mencurahkan kasih sayang terbesar yang timbul dalam diri saya, di atas segalanya, hingga saat ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Awalnya saya hanya mengenal kedua orang tua dan kelima kakak-kakak saya. Tentunya ada beribu-ribu kenangan yang indah, lucu, dan mengharukan saat kami tinggal bersama dalam sebuah rumah di Lampung. Saat itu lah saat-saat di mana kami berdelapan paling dekat satu dengan yang lainnya. Di situlah semua cinta itu tumbuh, &lt;i&gt;karena bermula dari kebersamaan yang tidak dapat digantikan dan diulang persis seperti dulu&lt;/i&gt;. Kedekatan yang dalam saat itu, bukan berarti selalu damai dan tenteram. Kedekatan kami seolah hampir tak berjarak. Rahasia-rahasia dalam bathin pribadi masing-masing pastilah ada, tapi tak mengganggu kebersamaan dan kedekatan. Kedekatan itu sesekali juga diwarnai pertengkaran yang dihiasi sumpah-serapah, yang kadang-kadang terdengar kasar, &lt;i&gt;tanpa &lt;/i&gt;pernah meninggalkan bekas luka. Semua pertengkaran seolah hanya selalu menguap seperti asap. Tak menyisahkan apa-apa selain kenangan yang kocak dan lelucon yang timbul sesudahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Kami berenam beranjak dewasa dan membentuk keluarga baru. Satu-persatu anggota keluarga baru bermunculan. Saudara ipar laki-laki, saudara ipar perempuan. Kemudian satu-persatu bayi-bayi yang baru lahir dalam keluarga - generasi berikutnya. Sehingga sampai saat ini sudah hadir sebelas orang keponakan-keponakan saya yang sekarang beranjak remaja. Terbentuklah keluarga-keluarga kecil yang kemudian menjadi prioritas baru dalam kehidupan kami masing-masing. Sesekali kami berlibur bersama sekeluarga besar. Alangkah senangnya dalam saat-saat seperti itu, saat di mana merupakan bagian dari kebersamaan yang tak dapat diulang. Saat-saat di mana kami ingin menghibur satu sama lain, meninggalkan sejenak keruwetan hidup dan kesibukan kerja. Perbincangan di antara kami lebih banyak didominasi topik mengenai anak-anak. Anak-anak adalah curahan kasih sayang dan prioritas hidup. Begitu jugalah yang pasti dirasakan oleh orang tua kami terhadap kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Siklus alam membuat kami – mama dan kami berenam - kehilangan ayah kami di usianya yang ke-68 tahun. Kehilangan pertama dalam keluarga kami. Jika berkumpul bersama, kami masih sering membicarakan ayah kami. Kami menertawakan kebiasaannya; mengenang kekurangannya yang tak mengurangi rasa hormat kami padanya; mengagumi sikap hidupnya; terharu pada kasih sayangnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Beginilah kehidupan. Lahir, menjadi dewasa, dan mati. Siapa di antara kami yang selanjutnya menggenapi siklus ini, tak akan ada yang tahu. Kadang-kadang saya berharap saya tak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt; lagi menyaksikan kehilangan berikutnya atas salah seorang dari kami semua; atau dengan kata lain, saya ‘rela’ mati lebih dahulu dibanding yang lain. Tentulah ini bentuk pikiran yang kadang-kadang timbul dari akar &lt;i&gt;keegoisan dan kekerdilan&lt;/i&gt;, yang tanpa malu saya ungkapkan untuk menggambarkan betapa saya tergantung pada rasa nyaman yang saya dapat dari keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Kedekatan kami berenam yang seperti dulu masih ada, walau mungkin akan berkurang kadarnya. Kedekatan yang dahulu seakan tanpa jarak - yang terungkap dari sikap terbuka dan apa adanya dahulu saat masa kecil sampai remaja - tentunya harus digantikan dengan kesopanan dan saling menjaga perasaan sesama anggota keluarga. Tentu tak ada lagi pertengkaran seperti pada masa kecil yang dilengkapi dengan saling pukul dan saling menjambak. Kata-kata kasar yang dulu sering terluncur dengan sengaja saat sedang bertengkar dan bergelut secara fisik, tentu semakin &lt;i&gt;haram&lt;/i&gt; digunakan. Harus diharamkan, jika tak mau terjadi perpecahan yang akan sulit direkatkan kembali. Inilah konsekuensinya menjadi dewasa. Sedikit ketidaksopanan akan menimbulkan masalah yang dapat membesar; menyisahkan bekas yang seringkali &lt;i&gt;bukan&lt;/i&gt; lagi berupa ‘asap’ yang segera menghilang dalam hitungan menit atau jam; jika tak disikapi dengan cinta yang penuh penerimaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Saya bersyukur bahwa ayah dan ibu saya adalah manusia pembelajar. Mereka senantiasa belajar dari kekurangan keadaan. Ibu saya tumbuh dalam keluarga yang tidak dekat satu dengan yang lainnya. Persaingan bisnis antar saudara kandung sudah sejak lama menjadi duri dalam hubungan beberapa orang di antara mereka. Bahkan mereka bersama-sama menumbuhkan semangat persaingan dalam diri anak-anak mereka. Selalu dipersoalkan anak siapa yang paling pandai di sekolah, kemudian setelah dewasa berkembang menjadi siapa yang paling sukses berkarir dan berbisnis. Tentulah disertai ditutupinya sebanyak mungkin hal dan kejadian yang mereka anggap ‘cacat’ atau ‘aib’. Peribahasa &lt;i&gt;berat sama dipikul ringan sama dijinjing&lt;/i&gt; tak berlaku di antara mereka. Namun ibu saya belajar dan menolak hal yang sama terjadi antara kami. &lt;i&gt;Tak putus air ditetak.&lt;/i&gt; Persaudaraan kandung ibarat air. Saudara sedarah tak boleh terputus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Selama ada hubungan antar manusia, kemungkinan akan selalu terjadi gesekan kepentingan. Lagi-lagi kehidupan keluarga tak akan selalu mulus walau telah dijaga sekuat tenaga, sehingga  kejengkelan dan pertengkaran kecil kadang-kadang ada walau sangat jarang terjadi. Bisa terjadi antara saudara kandung atau antara saudara ipar. Saya sering merutuki diri sendiri yang kerap kali sangat keras kepala dan emosional, sehingga sering memicu pertengkaran yang seharusnya tak perlu ada. Tapi saya yakini, pintu maaf dan kasih sayang kami tak pernah boleh tertutup. Pertengkaran dengan keluarga tak pernah boleh mengeras menjadi dinding batu. Kebersamaan masa kecil dan kasih sayang itu sudah terlalu menggunung adanya, hingga tak layak untuk disia-siakan hanya karena mahalnya sepotong kata maaf. Saya belajar untuk menertawakan saja kebodohan diri sendiri yang telah membiarkan emosi merajalela, saat berkaca pada hati nurani. Kemudian jika memungkinkan, alangkah leganya jika bisa menertawakan pertengkaran itu bersama-sama. Maka masing-masing hati akan terbuka kembali dengan cinta dan maaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Namun kedewasaan bukan hanya membawa jarak. Yang paling indah, kedewasaan juga membawa bentukan baru, yaitu secara alamiah &lt;i&gt;mengurangi porsi memikirkan diri sendiri&lt;/i&gt;. Kedewasaan menghadirkan konsekuensi bahwa akhirnya seringkali kita harus mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi. Berkembanglah naluri yang lebih kuat untuk membantu dan menjadi berguna, dengan cara kami masing-masing. Kedekatan yang dulu berwujud keterbukaan dalam segala hal, kemudian sebagian digantikan dengan kedekatan dalam empati - tak kalah indahnya dengan kedekatan di masa kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Kedekatan empati dalam persaudaraan seharusnya akan menjadikan kami berenam selalu bahagia jika salah seorang dari kami berbahagia; ikut bersukacita saat salah seorang dari kami menuai rejeki yang baik; saling mendoakan terwujudnya kesuksesan berbisnis dan berkeluarga; mengingatkan jika adanya resiko yang dapat menjerumuskan salah seorang pada kejatuhan; berusaha menjadi ‘telinga’ yang senantiasa tak bosan-bosannya mendengar keluhan dan curahan hati; dan prihatin saat ada yang mendapatkan masalah atau kemalangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Semoga akan selamanya seperti ini: tidak ada semangat persaingan dan menonjolkan diri sendiri. &lt;i&gt;Bahagiamu adalah bahagiaku. Suksesmu adalah sukacitaku yang besar. Rejekimu adalah harapanku atas kesejahteraan keluarga yang kau jaga dengan segenap hatimu. Sebaliknya, hadirnya dukamu adalah saat di mana aku harus lebih memberi perhatian pada hidupmu; atau berusaha membantu dengan apa yang terbaik yang aku bisa lakukan untuk mendorong kekuatan dan ‘keahlianmu’ menghadapi hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Keahlian menghadapi kehidupan selalu berhubungan erat dengan berdamai menghadapi kecewaan. Kekecewaan tak pernah bosan menyapa kehidupan kita. Hidup ini tak selalu berjalan sesuai impian. Cita-cita yang dulu diyakini akan tercapai saat dewasa, ternyata menjadi jauh dan sulit dijangkau. Saya yakin, dalam hati kami masing-masing menyimpan kenangan pada masa di mana harapan-harapan kami pernah kandas. Entah kegagalan kecil atau besar. Entah sudah berlalu atau masih berlangsung. Masalah tak pernah jemu menghampiri selama masih adanya harapan-harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Saya sangat terkesan menonton film &lt;i&gt;Everybody’s Fine&lt;/i&gt; yang antara lain dibintangi oleh Robert De Niro dan Drew Barrymore. Ceritanya mengenai keluarga di mana di dalamnya ada kenyataan-kenyataan yang harus dihadapi seorang ayah saat anaknya telah dewasa. Kenyataan itu tak pernah dia perkirakan sebelumnya, tak menjadi bagian dari harapan dan impiannya bagi anak-anak yang dia sayangi. Namun berdamai dengan kekhawatiran dan kekecewaan adalah segalanya yang perlu dia lakukan. Ternyata dengan begitu, dia mendapati bahwa: &lt;i&gt;everybody is fine.&lt;/i&gt; Semuanya baik-baik saja.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Beginilah kehidupan. Sering tak sesuai harapan, tapi &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; sebenarnya semua baik-baik saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Kembali mengenai keluarga saya, saat salah seorang dari kami mendapatkan masalah, timbul naluri ingin membantu dengan cara masing-masing. Lucunya, seringkali cara masing-masing itu bukanlah cara yang paling baik hasilnya. Kadang-kadang mungkin salah seorang dari kami memberi saran yang salah dan konyol, walau kami kira benar. Atau kadang-kadang dalam sebuah situasi kami berusaha membantu tanpa diminta namun hasilnya malah menjadi semakin buruk. Seringkali bantuan yang meringankan sebagai jalan pintas bukanlah yang terbaik hasilnya. Menurut saya, yang terbaik adalah membantu membentuk ‘tulang-tulang yang kuat’ untuk menopang kehidupan ini apapun adanya, dengan bahagia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Jika ada, salah langkah itu sah-sah saja, wajar-wajar saja; karena bagaimanapun kita semua adalah manusia yang masih harus selalu belajar dari berbagai kesalahan. Saya katakan itu kelucuan, karena saat menengok kepada kebodohan yang lampau, dan pandanglah dengan rasa humor. Temukan kelucuan yang nampak dalam berbagai kesalahan, dan sejumput rasa syukur karena semua sudah berlalu. Namun seraplah pelajaran. Maka kemudian yang tersisa adalah penerimaan dan kasih sayang pada diri sendiri dan orang lain. Karena kita semua sama, selalu berbuat salah setiap waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Tapi melakukan kesalahan bukanlah suatu hal yang besar. Melakukan kesalahan dan menyadarinya, berarti melihat itu sebagai masa lalu yang tidak dapat diubah dan mengambil hikmah darinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt; sebuah ‘sekolah’ yang &lt;i&gt;tak&lt;/i&gt; akan kita tamatkan sampai saat kita meninggal nanti, yang namanya adalah &lt;i&gt;Sekolah Kebijaksanaan&lt;/i&gt;. Sudah selayaknya kita tidak menjadi sombong memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang kita anggap kebijaksanaan, karena kita sama-sama belum lulus. Selama kita sesekali masih melakukan kebodohan, kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, kemelekatan pada kenikmatan materi, berkata-kata kasar, sulit berendah hati, menderita karena keraguan dan kegelisahan bathin; kita masih jauh dari kelulusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Di atas segalanya, bagi keluarga yang saya cintai, saya berdoa semoga hubungan ini akan selalu diwarnai dengan &lt;i&gt;niat baik&lt;/i&gt; dan kasih sayang.  Semoga dalam sisa hidup saya, saya bisa menjaga ketulusan. Walau yang kita lakukan tak selalu benar, tapi motivasi di dalamnya haruslah baik. Kebaikan yang kita harapkan terjadi pada saudara kita tanpa kita mengharapkan pamrih dan pahala, adalah bentuk cinta yang sesungguhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;Bagi saya, cinta yang saya alami dalam keluarga ini adalah selalu luar biasa indahnya. Kebaikan yang telah saya terima tak terhitung lagi jumlahnya. Penerimaan dan pemaafan yang pernah saya terima, lebih luar biasa lagi efeknya. Pelajaran ini, pelajaran itu; ujian ini, ujian itu; yang lahir dari cinta yang terbalut dalam ikatan manusiawi yang tak sempurna, membuat saya semakin bergairah menjalani kehidupan sebagai manusia dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CVERAME%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-5532718689901367915?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/5532718689901367915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/03/persembahan-cinta-untuk-keluarga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5532718689901367915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5532718689901367915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2010/03/persembahan-cinta-untuk-keluarga.html' title='F A M I L Y  Things'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S6-tEPKUcyI/AAAAAAAAAWs/R_mbCZyBIIA/s72-c/portrait.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8178533564348311233</id><published>2009-09-17T12:52:00.010+07:00</published><updated>2009-09-17T17:52:00.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memories'/><title type='text'>Mandy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SrHRDoUGNlI/AAAAAAAAAWc/DXRvVOwzws8/s1600-h/Mandy+28+Aug+2009.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SrHRDoUGNlI/AAAAAAAAAWc/DXRvVOwzws8/s320/Mandy+28+Aug+2009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382312889975977554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       Anjing saya yang lucu semalam mati. Namanya Mandy. Walau namanya keren: Mandy, karena terinspirasi dari lagu Barry Manilow, dia hanya anjing kampung atau ¼ kampung, atau ½ kampung. Entahlah, ‘sumbangan’ tubuhnya yg mungil dan bulunya yang agak tebal, dia dapat dari ras apa. Atau mungkin juga murni kampung. Bagi saya bukan soal ras atau ‘darah biru’. Saat saya bicara tentang anjing, saya bicara tentang kedekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Saya kurang paham tentang jenis-jenis anjing. Yang saya paling paham, anjing adalah mahluk Tuhan yang memiliki banyak pesona. Manusia seperti saya mudah jatuh sayang pada mahluk ini. Walau bertemu mereka yang disebut anjing kampung, sulit menahan diri untuk sekadar menepuk kepalanya atau mengelus lehernya. Jika saya punya banyak waktu dan punya tempat terdekat untuk cuci tangan, saya sempatkan untuk mengelusnya lebih lama dan memijat lehernya. Mungkin karena saya ketagihan melihat goyangan ekornya saat mendekati saya. Friendly. Sweet. Lovely. Itulah anjing di mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya tidak pernah menyempatkan diri membaca pengetahuan tentang anjing. Ini juga yang menjadikan saya tuan yang tidak memperhatikan kesehatan Mandy. Anjing-anjing saya dulu di masa kecil, rata-rata berumur panjang dan berfisik kuat. Sehingga saya mengira Mandy akan hidup sampai tua di halaman belakang rumah saya. Sampai tua dan giginya tanggal, setiap hari memandang kami dengan wajah lucunya dari balik pintu besi berkawat nyamuk, yang menghubungkan ruang makan dengan halaman belakang. Saya kira yang diperlukan Mandy hanya makanan dan kebersihan. Mandy tidak pernah berkutu. Makannya rakus. Hidupnya penuh kasih sayang dan diajak bermain. Tidak pernah kontak dengan anjing lain, sehingga saya kira dia bebas dari berbagai virus. Dokter bilang, Mandy terserang virus Parvo, salah satu virus yang terganas, menghancurkan sel-sel tubuhnya. Ternyata banyak virus di udara yang mampir di halaman belakang rumah. Dari udara. Huh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, semua anjing sama saja. Yang membedakan hanya fisiknya dengan berbagai macam ukuran, bentuk, dan pola bulu-bulunya. Setiap anjing menawarkan kedekatan dan persahabatan, kecuali jika mereka dilatih untuk menjadi penjaga dan pemburu yang agresif. Tetapi karena sifatnya itu, mereka menjadi teman yang sangat baik bagi tuannya. Seseorang berkata, “Dog is a man’s best friend.”  Suatu hari kalimat itu mendadak terlintas saat saya sedang bermain dengan Mandy, dan saya merasakan kebenaran kalimat itu. Anjing-anjing yang saya kenal tidak pernah menggigit tuannya. Walau kadang-kadang saya pukul pantatnya atau moncongnya karena nakal, anjing tidak pernah mendendam. Anjing tidak pernah menggigit dengan keras sehingga melukai kulit saya, walau mereka sedang seru bermain ‘perang-perangan’ dengan saya. Mereka tahu bagaimana ‘menyerang’ dengan bergaya anjing gila, terlihat seru dan ganas, tapi sebenarnya hanya main-main dan tidak akan melukai. Mahluk yang penuh sense of humor, rupanya. Tukang bermain dan bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Hewan apa lagi yang semanis anjing dalam berhubungan dengan manusia? Saya tidak mengenal lainnya. Saya sering mendengar monyet menyerang dan menggigit tuannya. Kucing bisa diajak bermain namun egois dan tak setia. Tapi anjing menikmati hubungannya dengan manusia. Mandy mengikuti ke mana pun kami (penghuni rumah) pergi. Syukurlah, pembantu rumah tangga kami, Agustina, sayang sekali padanya! Mandy mengikuti Agus ke dapur, ke kamar, ke taman. Dia tidur di atas kaki Agus jika Agus sedang cuci piring atau potong sayuran. Jika pintu ruang tamu terbuka, dia mendesak masuk dan mengikuti saya dan penghuni lain. Seperti seseorang yang rindu karena berbulan-bulan tak bertemu, dia menyambut dan menerjang kami saat baru tiba di rumah. Selalu ingin menempel di tubuh orang lain. Jilatannya tanda sayang. Gigitannya tanda ajakan bermain. Goyangan ekornya memukul-mukul dengan keras, tanda semangat dan gembira. Kebodohannya yang lucu sering membuat suara tawa berderai di dalam rumah. Suara tawa Agus yang paling keras dan paling heboh. Suami saya yang sejak dulu tidak menyukai anjing, jadi sering mengajak Mandy bermain dan membiasakan diri dengan jilatan Mandy yang hangat, basah, licin berliur. Mama yang sering melampiaskan bentakan marah pada Mandy yang nakal, tetap ingat menyisihkan makanan untuknya dan ikut tertawa dengan kami karena kelucuan Mandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Aneh juga, sekaligus tidak aneh bagi yang mengerti. Seekor anjing bisa membuat rumah lebih ceria. Kemurungan menjadi senyum, dan kepala lebih ringan. Sejujurnya Mandy banyak ‘menyelamatkan’ saya. Pulang dari tempat kerja dengan kelelahan fisik dan mental, sering mengakibatkan diri saya sensitif dan kurang toleran. Sudah lama saya menyadari, saat melangkah masuk ke rumah, waktu 10-15 menit untuk bermain dengan Mandy bisa menjadi ‘penyelamat’ yang berharga. Senyuman dan tawa saya saat bermain dengannya, adalah senyum tanpa beban dan pura-pura. Siapa sih yang sempat berpura-pura tersenyum pada seekor anjing?  Senyum dan tawa spontan dan jujur adalah ‘obat’ untuk kemurungan dan kelelahan mental. Pernah sekali waktu terlintas dalam pikiran melankolis saya, sebenarnya saya lah yang lebih membutuhkannya dibanding dia membutuhkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mandy hanya 5 bulan kurang 1 hari tinggal di rumah saya. Diambil dari induknya tanggal 17 April 2009, kira-kira saat umur 1 bulan. Satu hari pertama di rumah ketakutan dan gemetar jika disentuh. Hari kedua dan seterusnya lucu, lincah, dan nakal. Dia mudah trauma dan penakut. Tetap menggoyangkan ekornya dan mendekati saya selama sakitnya yang hanya 2 hari saja. Itulah mengapa manusia bilang, anjing sangat setia. Mahluk yang menawarkan kasih sayang dan persahabatan tanpa diminta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8178533564348311233?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8178533564348311233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/09/mandy.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8178533564348311233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8178533564348311233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/09/mandy.html' title='Mandy'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SrHRDoUGNlI/AAAAAAAAAWc/DXRvVOwzws8/s72-c/Mandy+28+Aug+2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-1395210428851881142</id><published>2009-06-18T10:02:00.012+07:00</published><updated>2009-06-18T10:30:12.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>My Passion for Dhamma</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SjmwszNQ5iI/AAAAAAAAAWU/CQYk9K5qoAc/s1600-h/lotus.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 314px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SjmwszNQ5iI/AAAAAAAAAWU/CQYk9K5qoAc/s320/lotus.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348500316185749026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Bagian 1: Persinggahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMARCEL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;} @font-face 	{font-family:"Bookman Old Style"; 	panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Century Gothic"; 	panose-1:2 11 5 2 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-fareast-language:ZH-CN;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dalam sebuah ceramah yang saya hadiri, Ayya Santini&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; berkata, “Sekali kau mengenal Dhamma&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;, kau tak &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; mampu berpaling darinya.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sontak serasa ada yang meluap dalam dada saya, dan kelopak mata saya menghangat. Keharuan itu bukannya tanpa alasan. Yang saya tahu, keharuan itu terjadi karena saya merasakan hal itu terjadi pula dalam kehidupan saya. Mendekatkan diri pada Buddhisme dan vihara, adalah berkah luar biasa yang saya alami dalam beberapa tahun terakhir ini. Berkah yang menorehkan titik-titik makna baru dalam hidup saya. Setiap pengajaran dalam Dhamma &lt;i&gt;class&lt;/i&gt;, ceramah Dhamma dalam kebaktian, perjumpaan dengan teman-teman vihara, buku-buku yang saya baca, meninggalkan torehan baru yang memberi titik kebijaksanaan yang saya percaya tak akan pernah sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Sebagian dari diri saya masih membawa sifat yang sama. Orang-orang yang mengenal saya secara dekat tahu, bahwa saya bukanlah orang yang sabar dan selalu bersikap baik. Saya &lt;i&gt;moody&lt;/i&gt;, saya mudah meledak dalam kemarahan, dan yang terburuk adalah saya kadang-kadang merasa putus asa menghadapi keadaan yang tak dapat saya ubah sesuai keinginan. Walaupun saya tidak sepenuhnya jelek. Saya juga percaya bahwa saya memiliki karma baik sehingga saya juga punya banyak sisi kehidupan yang menyenangkan dan diberi kesempatan untuk belajar Dhamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kesempatan untuk belajar Dhamma ini entah bagaimana, terbentang seperti ‘jalan tol’ di hadapan saya. Tanpa berniat pamer keberuntungan, saya pernah sekali waktu takjub menengok ke belakang dan mendapati saya telah diberi kesempatan untuk singgah di tempat-tempat yang baik di sepanjang ‘jalan tol’ tersebut, sejak bulan Februari 2008, saat pertama kalinya saya memutuskan menjadi umat Buddha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Jalan saya menapaki Buddhisme saya lihat sebagai ‘jalan tol’, karena minimnya hambatan dalam perjalanan ini. Ketersediaan waktu, sarana, kesempatan mendengarkan paparan Dhamma, melakukan meditasi, dan terutama dukungan dari keluarga, terbentang lebar di hadapan saya. Satu-satunya yang dapat menjadi penghambat adalah diri saya sendiri. Kemalasan dan kemelekatan adalah penentu apakah saya dapat melaju kencang, berjalan lambat, atau bahkan hanya jalan di tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dukungan dan izin dari suami (ini yang paling menguntungkan), selalu tersedia. Walaupun kami dari latar belakang Katholik dan menikah dalam upacara Katholik, dia dengan senang hati menjemput saya di vihara, mendorong saya untuk meditasi, dan membolehkan saya mengikuti kegiatan apapun. Saya bersyukur, dia menghargai saya sebagai seorang manusia yang berkehendak bebas, asalkan jalan yang saya tempuh membawa kebaikan dan kebahagiaan pada diri saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Semoga keluarga dan teman-teman pun melihat pilihan yang saya ambil dengan hati terbuka. Agama adalah jalan menuju tujuan yang jauh lebih besar daripada agama itu sendiri. Saya mengibaratkan pengalaman ini seperti belajar ilmu fisika dari 2 orang kelompok guru yang berbeda. Ilmu yang sama, inti yang sama. Namun metode dari kelompok guru yang satu mampu membukakan pikiran kepada pemahaman yang lebih mendalam dibanding guru yang lainnya. Kelompok guru yang saya pilih tersebut, membuat saya lebih bergairah dalam pelajaran, tanpa mengurangi rasa hormat pada kelompok guru yang lainnya. Malahan, saya semakin mengagumi dan menghormati semua kelompok guru, karena saya percaya mereka menguasai sebuah ‘ilmu fisika paling hebat’. Mudah-mudahan penjabaran ini mampu memberi gambaran. Saya menghormati Yesus Kristus. Saya mengagumi-Nya. Saya tak &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; melupakan-Nya. Ajaran-Nya menorehkan banyak makna dalam kehidupan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kembali pada perjalanan saya kepada Buddhisme, bulan Februari 2008 adalah kali pertama saya mengikuti retreat meditasi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  &gt;(read: &lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/02/retreat-meditasi-vipassan.html&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;. Saat itu saya sama sekali tidak mengetahui ritual Buddhist. Saya tidak mengerti apakah arti dari kata ‘Namakāra’&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, ‘Anjali’&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;, apalagi deretan ritual lainnya. Sangat tidak sesuai dengan posisi duduk saya di deretan muka di Dhammasala&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt;. Tapi dengan cepat saya mengerti dan menyesuaikan diri, dan dengan cepat pula saya menemukan keterpesonaan yang dalam pada setiap makna yang saya dapatkan. Karma mempertemukan saya pada guru-guru yang saya hormati. Chanmyay Sayadaw&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;, adalah salah satunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;“Aku berlindung pada Buddha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;Aku berlindung pada Dhamma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;Aku berlindung pada Sangha”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;.&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;‘Jalan tol’ membawa saya pada gairah menghadiri ceramah-ceramah Dhamma. Yang paling mengesankan selama ini antara lain adalah ceramah Dhamma dari Sayadaw di lokasi retreat meditasi Vipassanā, ceramah kocak penuh makna mendalam disampaikan oleh Banthe Uttamo, Ajahn Brahmavamso, dan Banthe Aggadipo Thera. Perjalanan ini memperlihatkan pada saya manusia-manusia yang gembira, kuat, tenang, dan tak mudah terusik. Persinggahan menyodorkan buku-buku Dhamma yang luar biasa baik, pengetahuan-pengetahuan baru, dan keterpesonaan yang seringkali menyebabkan saya mendapati mata saya basah, yang entah mengapa, saya pikir bukanlah ‘&lt;i&gt;dhukka’&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Namun persinggahan yang paling sering menorehkan titik-titik makna adalah vihara. Saya lebih banyak mengikuti kegiatan di vihara Padumuttara, Tangerang. Padumuttara adalah vihara yang memiliki pengurus-pengurus yang aktif. Banyak kegiatan dan informasi yang mudah diakses dan menyediakan kesempatan yang baik untuk belajar Dhamma. Saya temukan pula teman-teman yang menginspirasi, karena kami ada di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; dengan tujuan yang sama. Teman-teman yang menyemangati untuk berusaha lebih banyak agar dapat secepatnya merealisasi Dhamma Mulia, pintu kebebasan yang memutus rantai &lt;i&gt;samsara&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt;. Teman dan guru yang mendorong untuk melaksanakan &lt;i&gt;sila &lt;/i&gt;(aturan moralitas Buddhisme) dengan lebih baik, yang mana hal itu akan membawa kebaikan dan kebahagiaan yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari. Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; saya merasa berada di lingkungan yang saya percaya. Memberi rasa nyaman dan damai, dan membuat saya mudah tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; Jika dalam satu minggu saya tak sempat singgah di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; pun, tak ada rasa bersalah dan penyesalan karenanya. Tak ada kewajiban yang mengikat, yang ada adalah kesempatan yang menunggu untuk dipergunakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Vihara Padumuttara terletak di dalam lingkungan pasar tradisional. Tak pernah saya bayangkan sebelumnya, dalam hidup ini akan ada kegembiraan saat melewati gang Pasar Lama Tangerang yang bersuasana &lt;i&gt;china&lt;/i&gt; &lt;i&gt;town&lt;/i&gt; itu. Di situ banyak pedagang beretnik Tionghoa berusia setengah baya yang menjual makanan, lampion merah berpinggiran keemasan, amplop &lt;i&gt;angpao&lt;/i&gt;, hio wangi, bunga, dan kertas sembahyang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gang beraroma khas pasar yang kadangkala becek sehabis hujan, telah menjadi akrab dan melengkapi keceriaan saya saat melangkah ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;. Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; lah saya dengan gembira mempelajari Dhamma dan pulang dengan setitik torehan baru yang meninggalkan makna. Walaupun di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; juga lah tempat di mana saya selalu mendapati pikiran diri saya diganduli bongkah-bongkah kebodohan yang entah kapan dapat berakhir. Mengikuti Dhamma &lt;i&gt;class&lt;/i&gt; setiap hari Jumat di bawah pengajaran Bapak Pandit J. Kaharuddin&lt;sup&gt;10&lt;/sup&gt;, memberikan warna keceriaan baru dalam hidup saya sejak Januari 2009. Hati selalu bernyanyi saat melangkah ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;. Semakin saya belajar, semakin saya menyadari ketidaktahuan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Semakin saya belajar, semakin saya tahu saya diliputi oleh ‘dosa’ (kebencian/kemarahan), ‘lobha’ (keserakahan), dan ‘moha’ (kebodohan). Inilah akar rumput liar penyebab penderitaan yang harus senantiasa dikikis, entah dalam berapa masa kehidupan&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;(Bersambung ke bagian 2).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;  &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMARCEL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;} @font-face 	{font-family:"Century Gothic"; 	panose-1:2 11 5 2 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.caps 	{mso-style-name:caps;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ayya Santini: Bhikkuni Santini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dhamma: banyak arti, namun dalam hal ini adalah ajaran Sang Buddha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Namakāra: Sikap sujud dengan 1) lutut, 2) jari kaki, 3) dahi, 4) siku, 5) telapak tangan, menyentuh kaki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Anjali: sikap memberi salam dengan menangkupkan telapak tangan di dada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dhammasala: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;ruang Dhamma, sebuah bangunan bagian dari vihara, berfungsi sebagai tempat membabarkan Dhamma, diskusi Dhamma, dan kegiatan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Chanmyay Sayadaw: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;salah satu Master meditasi di abad ini, yang telah mengajar dan membabarkan Dhamma secara extensive dan penuh pengabdian selama lebih dari 50 tahun. Beliau adalah murid senior dari &lt;span class="caps"&gt;YM&lt;/span&gt;. Mahasi Sayadaw, Honorary Professor, Theravada Buddhist Missionary University, Kepala dan master pembimbing meditasi di berbagai pusat meditasi seperti di Chanmyay Yeiktha Meditation Centre Yangon, Mahasi Sasana Yeiktha, Mandalay Yatabon Sasana Yeiktha, dan berbagai center beliau di &lt;span class="caps"&gt;USA&lt;/span&gt;, Canada, Afrika Selatan, Thailand maupun Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Saraņagamana Pāţha (Kalimat Perlindungan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dhukka: dalam hal ini ketidakpuasan/duka/penderitaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Samsara: a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;dalah sebuah keadaan tumimbal lahir (kelahiran kembali) yang berulang-ulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=""&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:78%;"  &gt;Pandit J. Kaharuddin: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Pandit Abhidhamma di Indonesia yang masih aktif mengajar di usia 71 tahun.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMARCEL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;} @font-face 	{font-family:"Bookman Old Style"; 	panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;MAŃGALA SUTTA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;(SUTTA TENTANG BERKAH)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Demikianlah telah saya dengar.&lt;br /&gt;Pada suatu ketika Sang Bhagavā&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Berdiam di Jetavana, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;ārāma milik hartawan Anāthapindika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Di dekat &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; Sāvatthi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;dengan cahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;mengunjungi Sang Bhagavā.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Setelah datang, menghormat Sang Bhagavā,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;ia berdiri di satu sisi yang layak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dengan berdiri di satu sisi yang layak itulah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;ia memohon Sang Bhagavā dengan syair berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Banyak Dewa dan manusia&lt;br /&gt;yang mengharapkan kebahagiaan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Mempersoalkan tentang berkah.&lt;br /&gt;Mohon uraikan, apa Berkah Utama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bergaul dengan orang dungu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;bergaul dengan para bijaksanawan,&lt;br /&gt;dan menghormati yang patut dihormat ,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat tinggal di tempat yang sesuai,&lt;br /&gt;memiliki timbunan kebajikan di masa lampau,&lt;br /&gt;dan membimbing diri dengan benar,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpengetahuan luas, berketerampilan,&lt;br /&gt;terlatih baik dalam tata susila,&lt;br /&gt;dan bertutur kata dengan baik,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu ayah dan ibu,&lt;br /&gt;Menunjang anak dan istri,&lt;br /&gt;dan bekerja dengan sungguh-sungguh,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdana, melakukan kebajikan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;menyokong sanak saudara,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;dan tidak melakukan pekerjaan tercela,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhi, menghindari perbuatan buruk,&lt;br /&gt;menahan diri dari minuman keras,&lt;br /&gt;dan tak lengah melaksanakan Dhamma,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki rasa hormat, berendah hati,&lt;br /&gt;Merasa puas dengan apa yang dimiliki, ingat budi baik orang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;dan mendengarkan Dhamma pada saat yang sesuai,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar, mudah dinasihati,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;mengunjungi para pertapa,&lt;br /&gt;dan membahas Dhamma pada waktu yang sesuai,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersemangat dalam mengikis kilesa, menjalankan hidup suci,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;menembus Empat Kebenaran Mulia,&lt;br /&gt;dan mencapai Nibanna,&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski disinggung oleh hal-hal duniawi,&lt;br /&gt;batin tak tergoyahkan,&lt;br /&gt;tiada sedih, tanpa noda, dan penuh damai&lt;br /&gt;itulah Berkah Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serelah melaksanakan hal-hal seperti itu,&lt;br /&gt;para dewa dan manusia tak akan terkalahkan di mana pun,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;mencapai kebahagiaan di mana pun berada.&lt;br /&gt;Inilah Berkah Utama bagi para dewa dan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-1395210428851881142?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/1395210428851881142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/06/my-passion-for-dhamma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1395210428851881142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1395210428851881142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/06/my-passion-for-dhamma.html' title='My Passion for Dhamma'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SjmwszNQ5iI/AAAAAAAAAWU/CQYk9K5qoAc/s72-c/lotus.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-4224802689604480395</id><published>2009-02-26T19:12:00.008+07:00</published><updated>2009-02-26T19:29:37.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hari-hari'/><title type='text'>Kecanduan Yang Membatasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SaaJDSJAdDI/AAAAAAAAAWM/v74Kb2iRGj4/s1600-h/some+of+my+favorite+things+from+flickr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SaaJDSJAdDI/AAAAAAAAAWM/v74Kb2iRGj4/s320/some+of+my+favorite+things+from+flickr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307079900404937778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang ‘puasa’ ber-Facebook dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt; lewat YM sejak hari Senin yang lalu. Janji saya pada diri sendiri, puasa seminggu, sampai hari Sabtu ini. Bukan karena ber-Facebook dan ber-YM adalah kegiatan yang buruk. Keduanya adalah sarana berhubungan dengan teman-teman saya yang sangat menyenangkan tanpa harus keluar rumah atau beranjak dari meja kerja, bahkan bisa dilakukan dengan handphone saat di perjalanan. Banyak kesenangan yang didapat dalam komunikasi dengan teman-teman sewaktu SD, SMP, SMA, kuliah, teman baru yang saya kenal di vihara, dan teman saat bekerja di kantor yang lama. Sangat menghibur, terutama karena dalam pekerjaan saya sekarang ini saya berada di lingkungan kecil di mana saya lebih sedikit bertemu teman-teman, dalam arti mereka yang murni berinteraksi dengan saya sebagai teman, bukan relasi dalam kepentingan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berhubungan dengan mereka yang murni dalam hubungan pertemanan dengan saya, seringkali obrolan kami hanya sekadar having fun. Bercanda, saling meledek, kejadian sehari-hari, curhat-curhat ringan. Ada pula kadang-kadang curhat serius, konsultasi psikologi antar teman tentang pacar, pasangan hidup, masalah pekerjaan. Persahabatan menjadi air segar di tengah kesibukan dan mengisi kebutuhan untuk berinteraksi. Menjadi salah satu pengisi cerita dalam hari-hari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari sejak mulai berangkat kerja, saya langsung ingin buka Facebook dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt;. Akhirnya saya mengobrol dengan kakak saya di perjalanan, dengan perhatian yang terbelah dua antara obrolan dan update baru di Facebook saya. Sedang kerja, tergoda buka Facebook dan ruang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt; YM. Sore hari atau malam hari saat tiba di rumah, masih juga ingin membuka FB dan YM, kadang hanya sekadar ingin melihat siapa teman yang sedang online. Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya tidak harus sampai ‘puasa’ begini, karena toh kesibukan kerja saya tidak mengikat. Bisa saja saya hanya meluangkan waktu singkat untuk ber-Facebook dan ber-YM, tanpa mengganggu aktifitas harian saya, misalnya menggunakan waktu saat dalam perjalanan atau membatasi waktu sehingga tidak berlebih. Tapi dengan tekad, saya menjalani “puasa” ini untuk satu minggu. Satu minggu tidak membuka Facebook, tidak membuka ruang chatting. Satu minggu tanpa kontak dengan mereka yang terbiasa bertukar sapa hampir setiap hari, kecuali jika mereka menghubungi saya via telepon. Kata suami saya, seolah-olah saya sok merasa seperti selebritis saja…ge-er, padahal tidak ada yang cari. Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejujurnya, ini sebenarnya hanya latihan kecil buat mentalitas saya, untuk mengurangi ketergantungan mental pada sesuatu, termasuk pada manusia lain. Berasal dari ide yang mendadak terlintas dan keputusan spontan di hari Minggu malam sebelum tidur. Dasar pemikirannya hanya satu dan sederhana: saya tidak menyukai kondisi diri saya yang sedang kecanduan terhadap sesuatu, apa pun bentuknya. Entah itu makanan/minuman, kegiatan, benda, manusia. Kecanduan yang terakhir saya sebut itu yang paling sulit untuk dikurangi, karena saya tahu, saya paling kecanduan pada suami saya, dan menganggapnya sosok favorit saya dalam hidup ini. Hehehe. Kecanduan yang satu ini menyenangkan, merekatkan, membahagiakan, tapi juga saya tahu dapat menimbulkan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecanduan adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;attachment&lt;/span&gt; (kemelekatan). Juga berbagai bentuk label dan persepsi, yang membuat kita menentukan sesuatu yang merupakan FAVORIT; makanan favorit, musik favorit, selebriti favorit, gaya favorit, benda favorit, gagasan yang kita anggap hebat; adalah suatu virus pikiran, menjadi ‘dinding’ yang membatasi pandangan dan cara berpikir, dan tanpa disadari mengurangi level kebahagiaan. Ini saya pelajari dari seorang Zen Master, saat mengikuti seminar tahun lalu. Saya pasti belum bisa melepas ‘dinding’ pikiran itu, tapi dengan menyadari saja, bagi saya saat ini, sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah kecanduan kopi. Segelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;espresso&lt;/span&gt; tanpa gula setiap hari, terasa membuat otak saya lebih cerdas dan bicara lebih lancar. Hingga suatu hari saya menyadari, jika saya belum minum kopi dalam sehari, pikiran saya menjadi malas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; saya buruk, dan otot bibir terasa tertarik ke bawah dan membuat sulit tersenyum. Saya merutuki kecanduan itu, dan sejak itu memutuskan untuk berhenti dari ketergantungan pada kopi. Saya pernah kecanduan main games dan menonton film seri. Belakangan saya memilih untuk tidak membeli atau meminjam DVD film-film seri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti saat ini pun saya sedang kecanduan terhadap banyak berbagai hal yang lain, yang saya sudah sadari maupun tidak saya sadari. Kecanduan-kecanduan itu membuat saya tidak setiap saat merasa cukup dan nyaman. Apa pun kecanduan itu, positif atau negatif bentuknya, adalah ‘dinding’ yang membatasi pandangan saya dari semesta yang lebih indah; membatasi pikiran saya dari kebebasan tak terbatas; membatasi hidup saya dari kebahagiaan tanpa syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu, membatasi diri dari kecanduan Facebook dan YM tidak membuat diri saya lebih bijaksana seketika. Ini hanya latihan mental kecil-kecilan yang membuat saya sedikit lebih menyadari seberapa besar efek suatu kegiatan dan kebutuhan bersosialisasi terhadap level kebahagiaan saya. Hasilnya, saya tetap rindu menyapa teman-teman saya. Tapi saya tahu, kebahagiaan mengalir lebih banyak saat kita membuang sebilah ‘dinding’ yang melekat dalam pikiran kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-4224802689604480395?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/4224802689604480395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/02/kecanduan-yang-membatasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4224802689604480395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4224802689604480395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/02/kecanduan-yang-membatasi.html' title='Kecanduan Yang Membatasi'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SaaJDSJAdDI/AAAAAAAAAWM/v74Kb2iRGj4/s72-c/some+of+my+favorite+things+from+flickr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-1500896932480494300</id><published>2009-02-05T08:34:00.005+07:00</published><updated>2009-02-05T08:49:39.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='small pieces'/><title type='text'>Sampah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SYpEzYdw8jI/AAAAAAAAAV8/aiLm0eGhrmg/s1600-h/garbageHelp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SYpEzYdw8jI/AAAAAAAAAV8/aiLm0eGhrmg/s200/garbageHelp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299123561086120498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMARCEL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Aku hanya ingin menulis. Bagiku, menulis akan memecah dan mengalirkan bongkahan kerikil dari dalam. Meninggalkan ruang lapang yang memberi kelegaan. Ruang yang siap terisi dengan cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Namun ku anggap semua tulisan yang ku buat hanyalah sampah. Yang seharusnya hanya untuk dilepaskan, bukan untuk digenggam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Karena hidup terus berubah. Hidup adalah perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;                     &lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-1500896932480494300?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/1500896932480494300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/02/sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1500896932480494300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1500896932480494300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2009/02/sampah.html' title='Sampah'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SYpEzYdw8jI/AAAAAAAAAV8/aiLm0eGhrmg/s72-c/garbageHelp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-6404697216855899237</id><published>2008-11-29T19:12:00.012+07:00</published><updated>2008-11-29T20:56:40.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tarot'/><title type='text'>Just Do It.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/STFGu-JXSeI/AAAAAAAAAVw/GD6rCGh5buY/s1600-h/Nike-Just+Do+It+from+flickr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/STFGu-JXSeI/AAAAAAAAAVw/GD6rCGh5buY/s320/Nike-Just+Do+It+from+flickr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274074411397761506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Pinjam slogan dari Nike :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Just do it.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siapa yah yang memilih kalimat sederhana ini jadi slogan ini untuk Nike? Salut.&lt;br /&gt;Jangan banyak dibicarakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;just do it.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jangan banyak dipikirkan sampai pusing sendiri,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; just do it&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Jangan banyak bikin rencana saja, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;just do it&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do. Keep walking. Keep moving forward.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;...and remember these to cope with any situations :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Letting go the past,&lt;br /&gt;allowing all of the life's colours, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;and remaining centered and rooted within&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:14;" &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;LEO&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;  July 23 - August 23&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;                       &lt;img src="http://www.oshoworld.com/onlinemag/nov08/img/leo.jpg" style="margin-right: 14px; margin-bottom: 4px;" align="left" /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;You tend to dwell on the past and rake up old issues, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt;which open old wounds and bring fresh pain in relationships. It's best to bid good-bye to the past and move into the new and positive current for the future. There can be disruption and strife at work if promises are not fulfilled and targets not met. Delay in completion of projects cannot be ruled out. You may be separated from a loved one for a short period of time and feel their absence. Music and dance can be healing. There is honesty in money transactions and business deals. Lucky number is 3. Good colour is old rose.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat bangun pagi tadi tiba-tiba teringat pada ramalan yang selalu iseng-iseng  dicari ini..., lucunya terbukti juga bulan ini ;  termasuk:  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-size:85%;" &gt;"You may be separated from a loved one for a short period of time and feel their absence" ;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;terjadi juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  :))&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;December 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;LEO&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;  July 23 - August 23&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.oshoworld.com/onlinemag/dec08/img/leo.jpg" style="margin-right: 14px; margin-bottom: 4px; font-family: lucida grande;" align="left" /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;You are likely to make some changes by letting go the past and moving into the new current for the future. You give up steady, secure business and professional situations to move into challenging opportunities and creative spaces that are needed for further growth and development. You are blessed with a new vision as you experience life in different dimensions, the manifest and the unmanifest that converge within you. You can now allow all of life’s colours to penetrate you to become enriched and more integrated. You are more accepting, creative and easy with the variance and activity around you by remaining centered and rooted within. Lucky number is 12. Good colour is white.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tarot&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;osho online magazine&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-6404697216855899237?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/6404697216855899237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/just-do-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/6404697216855899237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/6404697216855899237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/just-do-it.html' title='Just Do It.'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/STFGu-JXSeI/AAAAAAAAAVw/GD6rCGh5buY/s72-c/Nike-Just+Do+It+from+flickr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-4203170097531728382</id><published>2008-11-27T19:15:00.008+07:00</published><updated>2008-11-27T19:44:09.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>Senantiasa Untuk Kita Renungkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SS6SiZzB56I/AAAAAAAAAVY/NAzHjDly7wk/s1600-h/Buddha+Light+930+am+from+Flickr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SS6SiZzB56I/AAAAAAAAAVY/NAzHjDly7wk/s320/Buddha+Light+930+am+from+Flickr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273313333435557794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menderita usia tua,&lt;br /&gt;Aku tak kan mampu menghindari usia tua...&lt;br /&gt;Aku akan menderita sakit,&lt;br /&gt;Aku tak kan mampu menghindari sakit...&lt;br /&gt;Aku akan menderita kematian,&lt;br /&gt;Aku tak kan mampu menghindari kematian...&lt;br /&gt;Segala milikku yang ku cintai akan berubah, terpisah dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah pemilik karmaku sendiri...&lt;br /&gt;Pewaris karmaku sendiri...&lt;br /&gt;Lahir dari karmaku sendiri...&lt;br /&gt;Berhubungan dengan karmaku sendiri...&lt;br /&gt;Terlindung oleh karmaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun karma yang ku perbuat,&lt;br /&gt;Baik ataupun buruk, itulah yang ku warisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah ini kerap kali kita renungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Guru Agung Buddha Gotama, Abad ke-623 SM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Semoga Oma berbahagia, damai, dan bebas dari penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Semoga semua mahluk berbahagia, damai, dan bebas dari penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-4203170097531728382?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/4203170097531728382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/senantiasa-untuk-kita-renungkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4203170097531728382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4203170097531728382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/senantiasa-untuk-kita-renungkan.html' title='Senantiasa Untuk Kita Renungkan'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SS6SiZzB56I/AAAAAAAAAVY/NAzHjDly7wk/s72-c/Buddha+Light+930+am+from+Flickr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-3972856390180241139</id><published>2008-11-23T10:04:00.006+07:00</published><updated>2008-11-25T16:11:44.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah kehidupan'/><title type='text'>Di suatu tempat, sewaktu-waktu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SSjJZIxrIAI/AAAAAAAAAVI/i2wZe4aHuy4/s1600-h/red+rain+-+from+flickr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 288px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SSjJZIxrIAI/AAAAAAAAAVI/i2wZe4aHuy4/s320/red+rain+-+from+flickr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271684797526908930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMARCEL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Century Gothic"; 	panose-1:2 11 5 2 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Setiap kali aku datang ke tempat ini, wajah-wajah lugu dan sederhana seketika menggugah rasa cinta. Cinta yang membuatku ingin merangkul. Cinta yang membuatku terenyuh di antara rasa syukur namun cemas bertanya-tanya, “Apakah kau bahagia?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku sayang padamu. Betapa aku ingin kau bahagia dan sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Andai aku selalu bisa meringankan setiap beban dan menambahkan secuil bahagia. Andai aku semakin perkasa, dan menumbuhkan sebatang pohon besar untukmu bersandar. Sandaran yang bisa kau percaya. Sandaran di mana kau merasa nyaman. Sandaran yang menghantar hidup pada kesejahteraan. Terlalu sedikit yang telah aku lakukan. Begitu banyak yang seharusnya ku curahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Di sisi yang lain aku tahu, bahwa masa depan tak pernah pasti. Mungkin suatu hari nanti, kau temukan sandaran lain yang lebih berharga untuk kesejahteraanmu. Sandaran itu mungkin saja kau tanam dengan punggungmu sendiri, kekuatanmu sendiri, ditopang dengan tangan-tangan mereka yang mengasihimu sepanjang waktu. Sandaran itu mungkin saja dibangun oleh seseorang yang jauh lebih perkasa daripada aku. Dalam haruku, tak lagi terbit rasa cemburu. Aku hanya ingin kau bahagia di mana pun engkau bersandar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Setelah benih menampakkan tunasnya, egoku lebih sering meninggalkanmu lebih banyak berjuang menumbuhkannya. Seandainya dapat ku jelaskan padamu, banyak yang ingin ku lakukan di luar &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;. Sejujurnya, aku ingin bebas terbang ke manapun aku suka. Mencapai mimpi yang seolah tak pernah cukup waktu untuk meraihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Seandainya dapat ku jelaskan padamu juga, ada ego lain yang membuatku lebih suka terbang jauh. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; perbedaan yang membuatku tak suka berada di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;. Udara di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; terasa sesak. Aku merasa, akar yang awalnya kami harapkan bersama, telah tumbuh menjadi tunas yang berbeda, yang semakin tak ku kenali bentuknya. Aku lelah dengan perdebatan dengannya mengenai pupuk mana yang lebih baik. Aku lelah memberi semangat untuk dia bangkit dari kemurungan dan pesimisme saat menyaksikan tunas itu tumbuh dengan lambat. Sehingga akhirnya ku biarkan tangannya menanam sendirian, berharap tunas tumbuh lebih baik setelah dia meletakkan segenap jiwanya di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Namun jika sewaktu-waktu aku kembali ke tempat kita, ku temukan hatiku mencair dan mengalirkan basah di mataku. Haruku padamu, pada hidupmu, pada hubungan antara kita, yang meluapkan cinta ini. Ku seka haru itu dalam diam, dan ku balut dengan rasa syukur dan keceriaan. Ku nikmati hubungan kita. Ku syukuri kita berjodoh dalam hidup ini, karena aku merasa tenang dikelilingi kebaikan yang terpancar dari dalam matamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kadangkala haruku terputus oleh kejengkelan. Kesalahanmu beragam hadirnya di depan mataku, yang harus ku luruskan saat itu juga demi kebaikan kita bersama. Akhirnya membuatku menggerutu, mengomelimu, marah padamu, menasihatimu panjang lebar. Kadang ku pulang masih membawa duka. Namun kadang juga ku pulang dengan rasa ikhlas dan lapang dada, karena ku tahu engkau manusia biasa yang tak luput dari lalai dan salah, dan engkau telah mengerti apa yang ku mau untuk tunas itu tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dalam haru, tak ku katakan sepatah kata padamu hari ini. Namun aku percaya, bahwa hati bisa bicara. Semakin banyak ku pancarkan rasa cintaku padamu, jalinan tak kasat mata di antara kita mampu menyampaikannya. Semoga rasa ini, juga mampu menambahkan secuil bahagia untuk hari ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena engkau yang bahagia, akan menumbuhkan tunas apapun dengan baik adanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Semoga engkau mengerti, aku hanya datang sewaktu-waktu. Biarkan aku membentuk dadaku menjadi semakin lapang, sehingga udara di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; tak lagi membuatku sesak. Biarkan tulang-tulangku semakin kuat, sehingga aku tak lagi rapuh. Biarkan aku beristirahat, agar aku tak selalu lelah. Aku butuh oksigen kebebasan untuk suatu sekolah kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Ibarat hujan, sewaktu-waktu aku hadir menyebalkan dan kadang menyegarkan, beserta segumpal omelan, sejumput semangat, dan sepercik cinta untuk hatimu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;            &lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-3972856390180241139?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/3972856390180241139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/di-suatu-tempat-sewaktu-waktu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3972856390180241139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3972856390180241139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/di-suatu-tempat-sewaktu-waktu.html' title='Di suatu tempat, sewaktu-waktu...'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SSjJZIxrIAI/AAAAAAAAAVI/i2wZe4aHuy4/s72-c/red+rain+-+from+flickr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2966993322811257423</id><published>2008-11-11T20:06:00.006+07:00</published><updated>2008-11-11T20:21:53.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>Sepercik Kisah Tentang Luang Pu</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Bookman Old Style";  panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Mendiang Luang Pu Dun (Phra Ajaan Dune Atulo) adalah salah satu murid paling senior dari master meditasi legendaris Ajahn Mun. Beliau sangat disegani di kalangan para bhikkhu tradisi hutan &lt;/i&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;Thai.&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;i style=""&gt; Luang Pu dikenal sangat “pelit” bicara, hampir tak pernah mengajar secara formal, sehingga catatan tentang ajaran beliau hanya ada berupa satu buku tipis berjudul “Atulo”. Buku yang hanya 40-an halaman ini isinya sangat tajam dan telak&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;– Dikutip dari “Sinar Dharma” Vol.6, No.1, Maret-Mei 2008, hal. 58.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah salah satu dari percikan kisah tentang Luang Pu. Saya membacanya beberapa hari yang lalu dari majalah “Sinar Dharma” yang merupakan media berbagi ajaran Buddha, yang redaksinya beralamat di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa kisah di majalah ini. Salah satunya membuat saya tersentak, seolah seiring dengan terurainya salah satu dari antara jutaan ‘simpul’ kecil yang menghalangi seutas benang tipis melalui sebuah lubang jarum.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div color="-moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext" style="border-style: none none solid; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Sebelum masa vassa tahun 1953, Luang Phaw Thaw – seorang famili Luang Pu yang ditahbiskan pada usia lanjut – pulang dari perjalanan kelananya bersama Ajahn Thate dan Ajahn Saam di Propinsi Phang-nga. Ia bermaksud memberi hormat kepada Luang Pu serta hendak belajar lebih lanjut tentang meditasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Luang Phaw Thaw lalu berbincang dengan Luang Pu dalam suasana yang akrab, “Sekarang engkau telah merampungkan pembangunan aula penahbisan dan ruang Dhammasala yang bagus dan luas. Engkau telah menimbun karma baik yang luar biasa besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Luang Pu menjawab, “Yang aku bangun ini adalah untuk kebaikan orang banyak, untuk kebaikan dunia, vihara, dan agama; sudah, itu saja. &lt;b style=""&gt;Soal timbunan karma baik, punya begini bagiku mau untuk apa?”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;color:blue;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div color="-moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext" style="border-style: none none solid; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium medium 1pt; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bagi saya cerita ini membawa makna besar tentang:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;K e s a d a r a n.     &lt;/span&gt;I t u . s a j a . y a n g . u t a m a.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;Luang Pu sudah mengalaminya, sebuah kunci untuk segalanya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Pikiran mendahului semua kondisi bathin, pikiran adalah pemimpin, segalanya diciptakan oleh pikiran. Apabila dengan pikiran yang bersih/suci seseorang berbicara atau berbuat dengan jasmani, maka kebahagiaan akan mengikuti si pelaku karenanya, seperti bayangan yang tidak pernah meninggalkan badannya. (Dhammapada 1:2)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Sekarang buku “Atulo” telah diterjemahkan ulang oleh Ajahn Thanissaro dan bisa di-&lt;/i&gt;download&lt;i style=""&gt; di internet dengan judul baru: Gifts He Left Behind.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium medium 1pt; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2966993322811257423?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2966993322811257423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/sepercik-kisah-tentang-luang-pu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2966993322811257423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2966993322811257423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/11/sepercik-kisah-tentang-luang-pu.html' title='Sepercik Kisah Tentang Luang Pu'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-5520694689961903756</id><published>2008-10-23T21:14:00.007+07:00</published><updated>2008-11-23T10:24:24.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hari-hari'/><title type='text'>My "ice cream" for today</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SQCJrzr7fyI/AAAAAAAAAQc/t1nU-rPLLzQ/s1600-h/Ice%2520Cream%2520Cone%2520Triple.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 126px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SQCJrzr7fyI/AAAAAAAAAQc/t1nU-rPLLzQ/s320/Ice%2520Cream%2520Cone%2520Triple.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260355750470582050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu menyukai sepotong hari seperti hari ini. Saya menyebutnya hari kebebasan. Saat di mana saya mengizinkan diri meninggalkan pekerjaan tanpa rasa bersalah. Saya menganggapnya “upah” bersenang-senang, setelah sekian hari berusaha menaruh konsentrasi pada tugas-tugas yang menanti dan merasa bersalah bila mengabaikan dan melupakannya sejenak saja. Hari ini saya mengizinkan diri mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari seperti ini saya mengikuti semua sesuai suasana hati. Dimulai dengan memilih baju di pagi hari. Jika ingin tampil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sporty&lt;/span&gt;, saya cari baju bergaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sporty&lt;/span&gt; yang saya sukai. Membuat saya merasa lincah, tangguh, tidak takut kotor, dan siap berlari mengejar bis dan nangkring di atas ojek motor dengan gagah. Ingin bergaya ‘masa bodo’, saya pilih baju usang yang saya suka, yang lebih sering malu saya pakai karena tak sesuai dengan umur saya dan mode saat ini. Mungkin itu sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overall&lt;/span&gt; dari bahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jeans&lt;/span&gt; yang sudah saya miliki sejak 10 tahun yang lalu, dan saya simpan karena punya nilai kenangan tersendiri. Atau kaus bergambar Tweety besar yang sebenarnya bukan untuk perempuan usia 32 tahun seperti saya. Ingin tampil manis, favorit saya adalah sebuah rok lebar berwarna ungu bergambar bunga-bunga sederhana dari kain batik tulis kesukaan saya. Apapun itu, saya pilih berdasarkan suasana hati hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menikmati sebuah hari di mana saya berjalan-jalan sendirian ke tempat yang saya sukai. Saat berjalan sendirian, saya banyak mendengarkan diri saya sendiri, bercakap-cakap dengan diri sendiri, dan merasa mandiri. Di mana saja menikmati apa yang terlihat, dan sekilas sering menebak-nebak dan berkhayal saat memperhatikan seseorang. Melindungi diri sendiri lebih waspada dan mendekap ransel saat terjepit di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;busway&lt;/span&gt; yang sesak dengan penumpang, dan berjalan santai di jembatan penyeberangan. Mengingat-ingat berbagai rencana, menertawakan diri sendiri yang punya segudang keinginan, sekaligus mencatatnya supaya sewaktu-waktu bisa dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sering dalam hari seperti ini, saya menuju perpustakaan Depdiknas di Senayan. Seperti hari ini, sudah jadwalnya untuk mengembalikan buku yang saya pinjam. Salah satu tempat favorit saya, walau saat melangkah ke sana saya tidak selalu dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; ingin baca buku. Di tempat ini saya begitu mudah menyapa dan tersenyum tulus &amp;amp; ramah pada mas-mas &amp;amp; mbak-mbak yang bertugas jaga di sana. Entahlah, apakah karena suasana hati saya sedang riang, atau memang benar seperti yang saya rasakan bahwa mas-mas &amp;amp; mbak-mbak di sana juga semua ramah dan selalu tulus tersenyum. Sampai-sampai saya pernah merasa ingin bekerja menjadi pustakawan atau pramuniaga toko buku Gramedia, selain karena saya gembira berada di antara banyak buku-buku, juga karena saya nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt; berat dengan Pak Jakob Oetama. Hehehe. Dan terus terang saja, kadang-kadang masih terpikir demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini saya membiarkan diri saya sedikit serakah. Selalu membuat saya ingin tahu lebih banyak tentang berbagai hal dan pengetahuan. Walaupun kesukaan saya itu hampir selalu berujung hanya memilih buku-buku fiksi untuk dibawa pulang. Hehehe.  Seringkali saya ke sana tanpa tujuan mencari bahan bacaan tertentu. Selalu dimulai dengan berjalan dari rak ke rak hingga hampir satu jam. Sekadar membaca judul-judul buku dan sesekali melihat sekilas mengenai apa isinya, sudah bikin saya senang. Entah, mungkin ini penyakit gila nomor 31, kalau saya meminjam istilah Andrea Hirata. Hehehe. Setelah puas berkeliling dan mencomot beberapa buku dari rak, saya memilih tempat duduk dan baca-baca sekilas dan memiilih mana yang akan saya pinjam bawa pulang. Belum lagi koleksi VCD/DVD di perpustakaan itu yang bikin hati saya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lapar, lari sejenak ke koperasi. Biasanya di sana ada beberapa macam gorengan yang lumayan untuk menahan lapar, dan sebotol Aqua dingin. Makan sambil melamun memandang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hall&lt;/span&gt; kosong di depan perpustakaan, sudah terasa menyenangkan. Kenyang dan senang, masuk lagi ke dalam perpustakaan untuk baca buku atau sekadar membolak-balik buku, nonton VCD Discovery/National Geographic tentang hewan-hewan atau tempat-tempat di belahan bumi yang lain, memejamkan mata sambil terangguk-angguk dengan nikmat karena mengantuk, berkirim sms dengan suami sekadar ingin bilang bahwa saya senang ada di situ, dan kadang sekadar duduk bengong memandang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hall&lt;/span&gt; kosong di bawah. Kadang-kadang sedikit sakit kepala, mungkin karena sirkulasi udara ruang perpustakaan yang berlangit-langit rendah dan bau debu dari buku-buku tua. Namun tak saya rasakan kalau sedang di sana. Biasanya saya pulang tengah hari, namun kadang-kadang menjelang sore, setelah puas dan menyesuaikan dengan jadwal bis menuju rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kadang-kadang teringat sepotong kalimat dalam film Under The Tuscan Sun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;“You have to live spherically in many directions.&lt;br /&gt;Never lose your childish enthusiasm, and things will come your way.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Great advice, isn’t it?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya suka sekali film itu. Sinematografinya bagus sekali. Jalan ceritanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;, sekaligus menyelipkan makna yang bagus tanpa kesan menggurui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senangnya hidup bisa mengatur adanya hari-hari kebebasan seperti ini. Menikmati hal-hal sederhana dan gembira karenanya, adalah memanjakan jiwa kanak-anak yang selalu tersisa. Membuat saya hari ini terpikir, sebenarnya berbagai upaya saya untuk lebih ‘sehat dan bijaksana’ secara mental dan spiritual dalam kehidupan saat ini terutama untuk membereskan satu hal, yaitu menjadi manusia yang semakin bebas. Saya ingin bebas dari berbagai kendala dalam pribadi saya sendiri. Saya ingin gembira dalam menikmati hidup apa adanya di depan mata seperti dalam hari-hari seperti ini. Saya ingin bisa tersenyum lebar pada semua orang karena terdorong kegembiraan yang murni dari dalam. Saya ingin bebas dari basa-basi. Saya ingin bebas dari segala rasa bersalah. Saya ingin bebas tampil dan bicara tanpa khawatir dinilai, juga semakin hari semakin sedikit menilai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali berikutnya saya ingin sekali jalan-jalan sendirian ke Sea World. Untuk berpuas diri memandangi ikan-ikan dalam berbagai bentuk yang aneh, tanpa ada yang menunggui saya untuk cepat-cepat beranjak pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-5520694689961903756?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/5520694689961903756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/10/yang-ringan-tentang-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5520694689961903756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5520694689961903756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/10/yang-ringan-tentang-hari-ini.html' title='My &quot;ice cream&quot; for today'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SQCJrzr7fyI/AAAAAAAAAQc/t1nU-rPLLzQ/s72-c/Ice%2520Cream%2520Cone%2520Triple.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2114022404357748234</id><published>2008-10-21T19:29:00.008+07:00</published><updated>2008-10-21T20:02:32.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan'/><title type='text'>In memoriam: dr. Daurie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SP3OS1JNlgI/AAAAAAAAAPs/ZQXtr-_bYOc/s1600-h/danya+%26+dr+daurie+2.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SP3OS1JNlgI/AAAAAAAAAPs/ZQXtr-_bYOc/s320/danya+%26+dr+daurie+2.0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259586762737292802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Baru hari ini saya dapat berita bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr. Daurie Mochran&lt;/span&gt; meninggal dunia pada tanggal 12 Oktober 2008 yang lalu. Lama sudah saya tidak kontak dr. Daurie, karena sejak bulan Maret saya tidak lagi berobat ke dokter kandungan. Dan kalau tidak salah, terakhir bulan April saya bertemu dengan dr. Daurie saat mengantar kakak saya ke dokter.  Sering terlintas keinginan untuk menelepon Beliau, sekadar hanya untuk ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;say hi&lt;/span&gt;’ dan bertanya kabar, namun seringkali saya ragu-ragu karena khawatir mengganggu waktu istirahatnya. Sejak setahun terakhir, kesehatan dr. Daurie jauh menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat terkesan dengan dr. Daurie Mochran. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;He’s my favorite doctor&lt;/span&gt;. Beliau dokter jago plus berkepribadian menyenangkan. Ramah, blak-blakan/terus-terang, sabar dan berusaha menjawab pertanyaan pasien awam dengan sejelas-jelasnya. Asyik ngobrol dengan Beliau, karena sifat humorisnya. Saya sebagai pasiennya, merasa percaya dan puas berobat dengan dia, walau kehidupan masih mengharuskan saya menerima kondisi saya yang belum kunjung dikaruniai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, saya akan selalu ingat dengan Beliau. Dalam hati saya hanya ucapkan “Dok, terima kasih, dan selamat jalan. Semoga segala kebaikan yang dilakukan semasa hidup membawa pada kehidupan ‘baru’ yang berbahagia.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto dari &lt;a href="http://duniadee2.blogspot.com/2006_10_01_archive.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dunia Dee Dee&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Sudah minta izin sama yang punya blog untuk pajang fotonya di sini juga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2114022404357748234?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2114022404357748234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/10/sepotong-kenangan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2114022404357748234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2114022404357748234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/10/sepotong-kenangan.html' title='In memoriam: dr. Daurie'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SP3OS1JNlgI/AAAAAAAAAPs/ZQXtr-_bYOc/s72-c/danya+%26+dr+daurie+2.0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-4957606626825865978</id><published>2008-10-04T14:48:00.008+07:00</published><updated>2008-10-04T16:13:33.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>Melepas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SOchGh3iVcI/AAAAAAAAAPE/aDO9eKZ_WqA/s1600-h/222507448_cdbbb53a79.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SOchGh3iVcI/AAAAAAAAAPE/aDO9eKZ_WqA/s320/222507448_cdbbb53a79.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253203886405211586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu saya tertegun saat membuka-buka buku catatan check list tugas-tugas dan janji-janji yang harus direalisasikan baik dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Saya berikan tanda pada tugas-tugas yang sudah dilaksanakan. Saya tertegun karena merasa seolah hidup saya hanya melewatkan tugas demi tugas, kewajiban demi kewajiban, rencana demi rencana, kegiatan demi kegiatan yang tak ada habisnya. Saya sesaat seperti tersesat dalam pertanyaan: untuk apa saya hidup? Rasanya hidup menjadi kurang bernilai saat saya hanya memandangnya sebagai suatu rangkaian pemenuhan berbagai kewajiban dan pencapaian. Saya mendadak tidak memiliki gambaran apakah arti sukses buat saya dan untuk apakah semua itu harus dilakukan. Saya hanya ingin lebih bahagia, namun keinginan itu terasa telah menjadi keserakahan, di tengah kehidupan saya yang seharusnya terasa cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan semacam itu sedang malas saya pikirkan jawabannya. Hari libur, dan saya ingin kepala saya juga berlibur. Dua hari penuh saya hibur diri saya dalam berbagai kegiatan favorit yang tak menuntut kepala saya untuk berpikir. Menonton film-film komedi dan film anak-anak, membereskan koleksi CD dan DVD, menyampul buku-buku yang baru saya beli, tidur siang, bercanda dengan suami, jalan-jalan ke mal dengan suami dan sahabat. Bahkan saya malas untuk berinteraksi dengan banyak orang. Saya menikmati damainya hati saat bersama sehari penuh dengan orang-orang yang saya percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kepala penuh energi dari istirahat yang menyenangkan, saya membaca buku Ajahn Brahm yang berjudul Superpower Mindfulness, yang sudah lama saya beli namun selama ini belum ingin dibaca. Terinspirasi oleh buku mengenai meditasi ini, saya menyadari hidup saya saat ini sebagai sepotong jalan dari sebuah jalan yang panjang. Perjalanan saat ini dan selanjutnya akan menjadi indah, mulia, atau tidaknya adalah di tangan saya saat ini sebagai penentu. Meditasi adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cara untuk melepa&lt;/span&gt;s dan mengembangkan pikiran yang cenderung tidak melekat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Melepas, adalah satu-satunya jalan menuju kedamaian bathin yang mantap. Jalan menuju pikiran yang murni dan kokoh. Melepas adalah tujuan akhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari seperti ini, di mana hidup terasa ruwet, untuk melepas membutuhkan upaya yang piawai dan ketekunan ekstra dan sangat sangat sulit untuk dijalankan. Ini berarti mengarahkan energi ke hal-hal yang tepat saja dan mempertahankannya sampai usai. Ajaran-ajaran agama mengajarkan manusia untuk mampu memberi lebih daripada menerima. Memberi dalam bentuk apapun, adalah suatu kesempatan untuk melatih diri melepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya mempelajari cara untuk melepas. Namun hari ini, niat baik yang masih tersisa kemarin, mulai berantakan karena terusik gesekan dalam kebutuhan pekerjaan dan pribadi. Merasa diperalat dan ditipu seolah dalam suatu lakon dagelan yang diciptakan orang lain, membuat segala niat baik hari ini buyar seketika. Kemarahan kembali bercokol di tempatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, upaya untuk melepas selayaknya tak boleh diberi jeda. Celah yang kecil akan cenderung robek membesar. Dan penderitaan adalah awal, tengah, dan akhirnya. Sehingga sesulit apapun, saya meyakini bahwa melepas sebagai tujuan akhir, merupakan suatu prioritas yang paling bermakna dari segala yang ada. Karena kini saya tahu apa yang penting buat saya. Yang penting bukan lah rampungnya tugas, kewajiban, kepuasan hati, dan menumpuk pahala kebaikan. Namun yang terpenting dari semuanya adalah melepas segala kemelekatan. Ingatan akan pengetahuan ini sangat bernilai bagi hati saya yang mulai saya tata kembali setelah jatuh kepingannya tadi siang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-4957606626825865978?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/4957606626825865978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/10/melepas_04.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4957606626825865978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4957606626825865978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/10/melepas_04.html' title='Melepas'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SOchGh3iVcI/AAAAAAAAAPE/aDO9eKZ_WqA/s72-c/222507448_cdbbb53a79.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-1074240502810615319</id><published>2008-08-27T18:55:00.020+07:00</published><updated>2008-08-28T17:58:23.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Keputusan Yang Membuat Nyaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SLaEoFf3xrI/AAAAAAAAANk/3cBFBN3KQJI/s1600-h/decision.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SLaEoFf3xrI/AAAAAAAAANk/3cBFBN3KQJI/s320/decision.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239521040697640626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kebimbangan selalu terasa sulit. Kadang-kadang meluaplah kejengkelan pada diri sendiri saat merasa ragu membuat keputusan. Mendengarkan berbagai pendapat dari orang lain lebih banyak membuat saya bimbang dibandingkan akhirnya menyelesaikan masalah. Kadangkala banyak mempertimbangkan kebutuhan orang lain di atas kepentingan diri sendiri pun tak kunjung membuat lega. Menjalankan tips yang saya kira '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;smart&lt;/span&gt;' dari pendapat orang lain, pernah menjebloskan saya pada  tindakan yang kemudian saya sadari ternyata tidak mewakili karakter diri saya sendiri, dan sialnya saat itu menyebabkan rusaknya hubungan baik dengan seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bukannya tak mau mendengarkan pendapat orang lain. Mungkin juga karena pada dasarnya saya keras kepala. Entahlah. Berbagai hal yang terjadi belakangan ini akhirnya membuat saya semakin percaya pada hati sendiri. Entah benar atau salah, saya hanya mau membuat keputusan yang menimbulkan rasa nyaman, yang tentunya telah pula saya ketahui segala alasan yang menyebabkan rasa nyaman itu. Alasan itu karena logika, ego, atau perasaan melankolis, perlu pula saya ketahui, dan bagi saya pada akhirnya, semuanya sah-sah saja.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Keputusan yang ‘salah’ bagi saya, selalu menimbulkan gelisah berkepanjangan dalam hati. Sampai menemukan saat di mana kepala menjadi jernih dan membuat keputusan yang ‘benar’, baru lah merasa nyaman dan lega. Benar atau salah, saya tanggungkan resikonya. Pengalaman membuat saya lebih mempercayai hati saya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; kakak saya yang bilang, ‘kehidupan ini tak ada matematikanya’. Tak selalu dapat dijelaskan dengan perhitungan. Banyak berbagai unsur yang hadir tak terduga yang membelokkan segala perhitungan yang dikira sudah matang. Saya setuju, karena saya pun merasa takjub menyaksikan naik dan turunnya hidup saya ini dalam sepuluh tahun terakhir, dan menelaah berbagai peristiwa yang tak dapat dijelaskan mengapa terjadinya. Rezeki tak terduga, kehilangan tak terduga, rencana yang gagal dilaksanakan, rencana tak terduga yang datang mendadak dan membawa keberhasilan, seolah membuat saya merasa bahwa saya sedang dipermainkan oleh kehidupan. Mungkin supaya menempa diri lebih keras. Mungkin supaya tidak menjadi cengeng dan rapuh. Mungkin supaya lebih pintar dan bijak. Mungkin supaya lebih memperhatikan pembinaan spiritualitas diri sendiri. Mungkin pula supaya tidak takabur akan kelebihan dan keberhasilan yang sedang dinikmati. Mungkin supaya lebih tahu apa artinya 'bahagia'. Mungkinkah pula tak ada artinya, selain hanya sebagai pewarna kehidupan? Ah...tapi saya percaya bahwa semua 'belokan' sungai kehidupan memberi makna.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Karena itulah, saya hanya mau membuat keputusan yang menyamankan. Sekalipun keputusan itu membuat saya kehilangan sesuatu lebih banyak, biarlah. &lt;i style=""&gt;Toh&lt;/i&gt; apalah artinya jika kehilangan itu hanya berupa materi. Sedikit atau banyak, itu relatif. Besok masih bernafas atau tidak, kita tak pernah tahu. Benar atau salah, biarlah hati ini bernyanyi, hidup yang berwarna-warni ini dirayakan, kepala ini ringan, cinta dinikmati, rasa syukur memenuhi rongga dada, indahnya kebersamaan dimanjakan, kenyamanan jiwa tidak diabaikan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Benar atau salah, saya hanya ingin bahagia. Dan sekali lagi, hidup ini bagi saya tidak ada matematikanya. Yang dikatakan salah belum tentu salah. Yang dikatakan benar belum tentu benar. Mungkin pula tak ada salah dan benarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-1074240502810615319?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/1074240502810615319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/08/keputusan-yang-membuat-nyaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1074240502810615319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1074240502810615319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/08/keputusan-yang-membuat-nyaman.html' title='Keputusan Yang Membuat Nyaman'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SLaEoFf3xrI/AAAAAAAAANk/3cBFBN3KQJI/s72-c/decision.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-598087143110576169</id><published>2008-08-12T01:30:00.014+07:00</published><updated>2008-08-12T19:45:24.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romance'/><title type='text'>Buku yang Terbuka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SKCFprD0-8I/AAAAAAAAANU/GhUOR6_Zam0/s1600-h/destiny-by+Cecile+on+Flickr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SKCFprD0-8I/AAAAAAAAANU/GhUOR6_Zam0/s320/destiny-by+Cecile+on+Flickr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233329717984426946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Malam ini, saat dia sedang jauh di luar &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;, tiba-tiba saya teringat sepotong kalimat yang pernah dia ucapkan 10-11 tahun yang lalu. Dia bilang dengan mimik serius (atau sok serius?), “Kalo elu bisa gua masukkin ke kantong baju, gua pengen bawa elu ke mana pun gua pergi.”&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hahaha…! Tiba-tiba rasanya terasa romantis bagi saya mengingat kembali kalimat itu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ah, sejauh yang saya ingat saat ini, mungkin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;itulah&lt;/span&gt; kalimat paling romantis darinya buat saya :-)) Karena dia lebih banyak berekspresi dengan sentuhan dan tatapan dibandingkan dengan kata-kata, sehingga kalimat serupa itu terasa ‘langka’.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin dia tak pernah lagi berpikir demikian, dan pikiran seperti itu telah menjadi terlalu kekanak-kanakan baginya. Selain itu juga pasti karena saya yang juga tidak ‘imut-imut’ seperti dulu (hehehe…) , sehingga dia membayangkan untuk menjadikan saya serupa ‘gantungan kunci’ yang manis untuk dibawa dalam kantung baju ke mana-mana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:-D&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak ada orang lain yang pernah saya pikirkan lebih daripada saya memikirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Dia orang yang paling mampu membuat bahagia, dan paling mampu membuat sedih&lt;i style=""&gt;. &lt;/i&gt;Apakah takdir dan jodoh yang menjadikan seperti itu? Saya tidak tahu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya tidak punya banyak rencana dan teori tentang bagaimana mempertahankan suatu hubungan cinta. Saya tidak tertarik membaca segala macam tips sehubungan dengan itu dari buku-buku atau majalah. Saya sendiri sadar, bahwa perjalanan hidup saya mungkin masih panjang dan saya tak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Mungkin saja salah satu dari kami suatu saat jenuh; mungkin saja kami ditimpa masalah berat yang berujung pada keinginan untuk berpisah. Tidak ada yang tidak mungkin, walau segalanya saat ini baik-baik saja.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya hanya mengikuti kata hati hari demi hari. Saya bilang bahwa saya sayang padanya, langsung dan spontan setiap kali saya ingin bilang. Saya memberi perhatian yang tulus untuknya. Saya komplain, ngomel, atau marah secara terbuka. Saya hanya seperti sebuah &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;buku yang terbuka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; di hadapannya. Dia boleh ‘membaca’ seluruh isi hati dan kepala saya, dan saya tetap merasa nyaman. Sebaliknya, saya pun ingin dia selalu jujur dan terbuka.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Semakin banyak saya melihat dan menganalisa dengan kepala saya sendiri mengenai kehidupan manusia bersama pasangannya, semakin banyak teori yang bagi saya “kosong”, sehingga semakin sedikit teori yang saya percayai. Di mana pun dan bagi siapa pun, tips yang sering saya bagikan karena saya yakini benar dan berguna hanya satu: &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;kejujuran &amp;amp; keterbukaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;i style=""&gt;dalam segala hal pada pasangan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; Karena bagi saya, kejujuran dan keterbukaan mengembangkan kepercayaan; kepercayaan mengembangkan rasa nyaman; dan rasa nyaman membuat segalanya terasa cukup.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan saya merasa cukup. Walaupun saya tak pernah cukup bertanya dalam hati, “&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Cintakah dia padaku?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;……………………………………………………………………………………………………………….................................&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Cinta yang abadi kukira bukanlah sesuatu yang ditakdirkan, cinta yang abadi adalah sesuatu yang diperjuangkan terus menerus sehingga cinta itu tetap ada, tetap bertahan, tetap membara, tetap penuh pesona, tetap menggelisahkan, tetap misterius, dan tetap terus menerus menimbulkan tanda tanya: Cintakah kau padaku? Cintakah kau padaku?”&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Cintaku Jauh di Komodo, oleh Seno Gumira Ajidarma)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(gambar : destiny, by Cecile-c on flickr)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-598087143110576169?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/598087143110576169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/08/malam-ini-saat-dia-sedang-jauh-di-luar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/598087143110576169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/598087143110576169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/08/malam-ini-saat-dia-sedang-jauh-di-luar.html' title='Buku yang Terbuka'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SKCFprD0-8I/AAAAAAAAANU/GhUOR6_Zam0/s72-c/destiny-by+Cecile+on+Flickr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-7995941980759134604</id><published>2008-08-08T13:49:00.011+07:00</published><updated>2008-08-08T23:20:30.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><title type='text'>Memeluk Erat Sebuah Mimpi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SJvwgqtDRfI/AAAAAAAAANM/4V3F1olDiIA/s1600-h/Dream+-+By+Mohamed+Osman,+MD.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SJvwgqtDRfI/AAAAAAAAANM/4V3F1olDiIA/s320/Dream+-+By+Mohamed+Osman,+MD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232039836130690546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sejujurnya, bukan hanya sekadar menghibur diri, ku katakan perlahan dan teguh pada diriku hari ini, “Aku masih mengingatmu, Mimpiku.”&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ya, aku harus mewujudkanmu. Walau perjalanan sehari-hari tak selalu menghantarku untuk mencapaimu. Namun semua yang ku lakukan kini, tak membuatku melupakanmu. Gelisah itu selalu ada, karena hasrat yang menuntut untuk dipenuhi. Seolah hidup tak pernah sempurna selama tangan, indera, jiwa, dan pikiranku tak bersatu-padu menghilangkan waktu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Wahai Mimpi, aku bayangkan, sempurna lah semua jika kau ku raih. Aku, sang manusia loba, ingin memiliki segalanya. Aku ingin menjadi segalanya yang aku mau. Aku ingin pintar, perkasa, dan penuh cinta. Aku ingin setiap detik menghantarku ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;. Aku ingin menikmati waktu bersama&lt;i style=""&gt;mu &lt;/i&gt;sambil benyanyi, “Oh, alangkah bahagianya…, alangkah bahagianya…” Saat ini hampir ku miliki semua, yang tertinggal hanya engkau yang memintaku mendaki tinggi untuk meraihmu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mimpi, engkaulah gemerlap bintang dalam hidupku. Sejujurnya, terlalu besar rasa malu untuk menceritakan tentangmu pada mereka. Hanya kekasihku seorang yang tahu apakah mimpiku itu. Dia mengerti, betapa berartinya engkau bagi hidupku. Mereka yang lain mungkin akan terbahak karena melihatku bagai &lt;i style=""&gt;pungguk merindukan bulan&lt;/i&gt;. Tapi aku tak peduli, karena bulan yang indah itu pun telah dijejaki. Mungkin engkau tak harus ada. Tapi engkau lah yang akan menjadikan waktuku seolah tak berbatas, di mana yang ada hanya aku sendiri, dalam hiruk-pikuk dan tumpah-ruah imajinasi.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mulai hari ini, akan ku izinkan diriku setiap hari mencuri sedikit waktu, demi mewujudkanmu dalam hidupku. Karena jika tidak, aku akan mengering seperti sebatang pohon menjelang layu, sedih mendambakan buah-buah manis yang tak pernah tumbuh di rantingnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-7995941980759134604?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/7995941980759134604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/08/gemerlap-bintang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7995941980759134604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7995941980759134604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/08/gemerlap-bintang.html' title='Memeluk Erat Sebuah Mimpi'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SJvwgqtDRfI/AAAAAAAAANM/4V3F1olDiIA/s72-c/Dream+-+By+Mohamed+Osman,+MD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8987863976945356102</id><published>2008-07-27T13:59:00.005+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:20.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah kehidupan'/><title type='text'>Separate</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SIwfFFHn8nI/AAAAAAAAAMs/F_u1N9yOZN8/s1600-h/By+slanderific+on+Flickr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SIwfFFHn8nI/AAAAAAAAAMs/F_u1N9yOZN8/s320/By+slanderific+on+Flickr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227587439604265586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seasons of The Heart&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Words and music by John Denver&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Of course we have our differences&lt;br /&gt;You shouldn’t be surprised&lt;br /&gt;It’s as natural as changes&lt;br /&gt;In the seasons and the skies&lt;br /&gt;Sometimes we grow together&lt;br /&gt;Sometimes we drift apart&lt;br /&gt;A wiser man than I might know&lt;br /&gt;The seasons of the heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I’m walking here beside you&lt;br /&gt;In the early evening chill&lt;br /&gt;A thing we’ve always loved to do&lt;br /&gt;I know we always will&lt;br /&gt;We have so much in common&lt;br /&gt;So many things we share&lt;br /&gt;That I can’t believe my heart&lt;br /&gt;When it implies that you’re not there&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is why I came here in the first place&lt;br /&gt;Love is now the reason I must go&lt;br /&gt;Love is all I ever hoped to find here&lt;br /&gt;Love is still the only dream I know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I don’t know how to tell you&lt;br /&gt;It’s difficult to say&lt;br /&gt;I never in my wildest dreams&lt;br /&gt;Imagined it this way&lt;br /&gt;But sometimes I just don’t know you&lt;br /&gt;There’s a stranger in our home&lt;br /&gt;When I’m lying right beside you&lt;br /&gt;Is when I’m most alone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I think my heart is broken&lt;br /&gt;There’s an emptiness inside&lt;br /&gt;So many things I’ve longed for&lt;br /&gt;Have so often been denied&lt;br /&gt;Still I wouldn’t try to change you&lt;br /&gt;There’s no one that’s to blame&lt;br /&gt;It’s just some things that mean so much&lt;br /&gt;And we just don’t feel the same&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is why I came here in the first place&lt;br /&gt;Love is now the reason I must go&lt;br /&gt;Love is all I ever hoped to find here&lt;br /&gt;Love is still the only dream I know,&lt;br /&gt;True love is still the only dream I know&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8987863976945356102?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8987863976945356102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/07/separate.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8987863976945356102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8987863976945356102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/07/separate.html' title='Separate'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SIwfFFHn8nI/AAAAAAAAAMs/F_u1N9yOZN8/s72-c/By+slanderific+on+Flickr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-6240648432601885070</id><published>2008-07-23T16:34:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:20.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Kangen...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SIb_X5VXQLI/AAAAAAAAAMM/x1sdT68BIfo/s1600-h/IMG_4431.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SIb_X5VXQLI/AAAAAAAAAMM/x1sdT68BIfo/s320/IMG_4431.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226145203602538674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hiksss…… Baru 2 hari nggak ketemu, sudah kangen berat dengan si kecil umur 3 tahun ini…&lt;br /&gt;Padahal baru kenal dia sejak tanggal 17 Juli yang lalu di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Ujung Pandang.&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia lucu banget…&lt;br /&gt;Cerewet banget…&lt;br /&gt;Pintar banget…&lt;br /&gt;Nempel banget dengan saya...&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kangen banget dengan dia…&lt;br /&gt;Tadi saya telepon, dia langsung bilang, "Sini, Mami!  Cepat datang ke sini!"&lt;br /&gt;Dan langsung bikin mata saya basah…&lt;br /&gt;Kapan yah ketemu lagi...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-6240648432601885070?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/6240648432601885070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/07/kangen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/6240648432601885070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/6240648432601885070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/07/kangen.html' title='Kangen...'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SIb_X5VXQLI/AAAAAAAAAMM/x1sdT68BIfo/s72-c/IMG_4431.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-367234742141536314</id><published>2008-07-08T16:14:00.007+07:00</published><updated>2008-07-08T16:22:00.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual'/><title type='text'>Rahmat</title><content type='html'>&lt;em&gt;Kita mengetahui bahwa suatu hari kita dan semua orang yang kita cintai akan mati, tapi tidak setiap hari kita merasakannya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasakan realita kematian, adalah rahmat yang saya alami pada suatu siang hari di pertengahan bulan lalu, ketika saya mendampingi seorang sahabat saat jenazah ibunya tercinta dimandikan. Sahabat saya mengajak saya masuk ke ruang jenazah untuk menyaksikan pemandian jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Elu gak takut &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt;?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enggak. Enggak takut kok,” jawab saya mantap. Teringat bahwa saya sudah terbiasa nonton film seri Six Feet Under. “Tapi apakah adik-adik elu tidak keberatan? Karena gua bukan anggota keluarga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enggak apa-apa, masuk aja. OK?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apakah dia hanya ingin menghargai kehadiran saya, ataukah dia ingin saya mendampinginya menyaksikan suatu momen yang akan diingatnya seumur hidup, saya menghargai ajakannya itu. Dalam pikiran saya, terlintas bahwa karma saya lah yang membawa saya datang pagi-pagi di rumah duka itu, sehingga saya diajak menyaksikan proses memandikan jenazah ini. Entah bagaimana, perasaan saya mengatakan bahwa ini adalah karma baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak ada rasa takut masuk dalam ruang jenazah yang dingin itu. Sahabat saya terlihat tenang, dan berdialog sebentar dengan seorang wanita yang akan memandikan jenazah. Dalam hati saya berbisik, mengucapkan selamat jalan pada tubuh kaku yang pernah saya kenal, ibu sahabat saya. Dalam hati saya mengucapkan doa singkat berulang-ulang, ‘semoga dia berbahagia, damai, dan bebas dari penderitaan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia, saya, dan dua orang adik perempuannya berdiri diam di pinggir pintu kamar mandi yang luas, di mana di tengahnya berdiri dua buah meja keramik tempat meletakkan jenazah. Selama ini saya melihat tubuh yang mati hanya setelah dirias, diberi pakaian rapi dan ditidurkan dalam peti jenazah. Itulah pertama kali saya melihat tubuh kaku yang dimandikan, diangkat dan dimiringkan untuk disabuni, yang tetap kaku dan lurus seperti batang kayu. Seperti boneka. Jika saya tak pernah mengenalnya, mungkin saya sulit membayangkan bahwa tubuh itu pernah hidup, berjalan, dan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adik perempuan sahabat saya terisak di sisi saya. Saya hanya diam, dan sesaat tenggelam dalam rasa empati. Namun lebih banyak hadir perasaan takjub, yang sulit saya jelaskan maknanya. Mungkin seperti seorang anak kecil yang menyaksikan suatu hal baru penuh rasa ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tubuh ternyata begitu saja ya, Ver..., hanya &lt;em&gt;casing&lt;/em&gt;,” sahabat saya bergumam di sisi saya. Saya hanya mengangguk, lebih banyak tenggelam dalam perasaan saya sendiri. Kemudian ikut membantu sebentar memakaikan kaus kaki dan sepasang sandal pada kaki jenazah, dan menyaksikan jenazah dirias dengan lipstik dan bedak sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapati kesadaran meluap dalam diri saya, bahwa saya juga akan mati. Bahwa tubuh saya juga akan menjadi kaku seperti batang kayu. Sesuatu yang saya ketahui, namun tidak setiap hari saya rasakan. Saya akan mati. Semua akan berlalu. Namun saya tidak takut. Saya menjadi takut saat terlintas dalam benak saya beberapa wajah orang-orang yang saya cintai, dan menyadari bahwa mereka pun akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari rumah duka, saya menghabiskan sore dan malam hari itu dengan banyak berdiam diri. Malam itu menjelang tidur, saya meringkuk di tempat tidur, merebahkan kepala yang terasa berat, dan berpikir tentang tubuh dan “siapa” yang ada di dalam. Saya melihat, tapi mata itu hanya seperti jendela. Saya mendengar, tapi telinga itu hanyalah penghubung ‘saya’ dengan apa yang ada di luar. Siapa yang melihat? Siapa yang mendengar? Siapa yang berpikir? Siapa yang menderita fisik dan bathin? Siapa yang punya rasa bangga, ambisi, dan segudang keinginan? Siapa ‘saya’ yang di dalam? Saya bukanlah “Vera”. Saya bukanlah “perempuan”. Saya bukanlah ‘saya’ yang dilihat oleh orang lain. Saya tertidur tanpa berusaha mendapatkan jawabnya. Biarlah bukan hari ini. Mungkin sepanjang hidup saya harus mencari, untuk sungguh-sungguh mengetahui dan merasakan ‘siapakah saya’. Mungkin pula bukan pada kehidupan di saat ini saya akan merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sejak saya di rumah duka, saya teringat berulang-ulang cerita dari buku “Burung Berkicau” (Anthony De Mello, SJ ) berikut ini. Ternyata saya mendapatkan sebuah rahmat pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Perbedaan Mutlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uwais,seorang sufi,pernah ditanya: “Apakah makna rahmat bagi anda?"&lt;br /&gt;Jawabnya, “Setiap kali bangun pagi, aku merasa cemas, apakah aku masih akan hidup petang nanti.”&lt;br /&gt;Kata si penanya, “Tetapi bukankah semua org tahu akan hal itu?'&lt;br /&gt;Jawab Uwais, “Mereka memang tahu. Tetapi tidak semua merasakannya.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Tidak pernah orang menjadi mabuk karena mengetahui arti perkataan' anggur'.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-367234742141536314?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/367234742141536314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/07/kita-mengetahui-bahwa-suatu-hari-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/367234742141536314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/367234742141536314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/07/kita-mengetahui-bahwa-suatu-hari-kita.html' title='Rahmat'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8810554706510124869</id><published>2008-06-25T21:16:00.007+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:21.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><title type='text'>Menuai hikmah dalam dua tahun ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SGJUTKcJX_I/AAAAAAAAALs/oQ5uVM_eRJ4/s1600-h/self_development.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SGJUTKcJX_I/AAAAAAAAALs/oQ5uVM_eRJ4/s200/self_development.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215824006645112818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Siang ini saya tidur siang hampir empat jam. Padahal saya sangat jarang tidur siang. Lelah sekali rasanya hari ini. Mungkin karena saya belum terbiasa pada ritme baru dalam kegiatan saya sehari-hari, karena saat ini saya sedang memulai pekerjaan baru untuk me-&lt;i style=""&gt;manage&lt;/i&gt; klinik dan apotek milik kakak saya, di samping berusaha tetap memikirkan dan memperhatikan café yang sudah beroperasi satu setengah tahun. Tapi saya menyadari, lelah itu bukan pada fisik saya, melainkan dalam kepala saya. Rupanya memang beban pikiran menguras energi lebih banyak dibanding kegiatan fisik, apalagi bagi “si pengkhawatir” seperti saya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saya tahu sejak dua tahun lalu, bahwa saat saya memutuskan untuk berhenti bekerja dari perusahaan importir alat-alat industri, dan kemudian mencoba menjalankan bisnis café, energi dan semangat saya perlu tetap menggebu untuk mengatasi problem dan memberi atensi dalam 12 jam sehari. Sudah dua tahun, terbukti teori itu alangkah sulitnya dijalankan. Banting setir untuk &lt;i style=""&gt;up grade&lt;/i&gt; kualitas pada mentalitas pemimpin adalah kendala yang paling besar. Tapi jika itu bisa diatasi (dan harus bisa diatasi), saya percaya bahwa setiap upaya akan menunjukkan hasil kemajuan. Berusaha belajar mengalahkan diri sendiri, untuk melakukan apa yang &lt;i style=""&gt;harus&lt;/i&gt; dilakukan untuk kemajuan, dan bukannya lebih banyak mementingkan apa yang &lt;i style=""&gt;ingin&lt;/i&gt; dilakukan dalam keseharian.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dulu saat jadi staff kantoran, sejak melangkah keluar dari gedung kantor, lupa lah dengan semua hal tentang pekerjaan. Hanya mengingat, ingin makan apa malam ini, ingin nonton film apa, ingin bertemu siapa, ingin baca buku siapa. Kalau pun bukan bersenang-senang sepulang dari kantor, saya masih dengan semangat mengurus pesanan parfum yang mendatangkan &lt;i style=""&gt;income&lt;/i&gt; tambahan. Nikmat sekali kalau diingat-ingat, sehingga dalam kecengengan saya, saya pernah &lt;i style=""&gt;down&lt;/i&gt; dan menyesal setengah mati sudah meninggalkan kantor saya yang nyaman, gaji yang dulu terlihat kurang namun sekarang terasa berarti nilainya, dan bonus yang saya terima tiap tahun. Namun saat itu kejenuhan dan tekanan pekerjaan yang dalam beberapa tahun terakhir begitu melelahkan, sehingga saya mempertanyakan kualitas hidup saya yang menurun karena saya terbentuk menjadi orang yang pemarah dalam lingkungan saat itu (saya tak ingin menyalahkan siapa pun atas kondisi tersebut). Karena itu saya tak punya kerinduan untuk kembali lagi. Hanya rindu pada nikmatnya gaji tetap setiap bulan, bonus, dan bercanda tiap hari dengan teman-teman di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Hehehe…&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Apa pun yang sudah terjadi, saya tahu bahwa saya hanya boleh menatap saat ini. Belajar menikmati pekerjaan yang sekarang dilakukan, adaptasi dengan hal-hal baru, belajar tanpa henti, dan tetap menikmati menulis di blog ini untuk mengulik-ulik ke dalam diri dan meringankan beban di kepala.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lagipula, dalam dua tahun terakhir ini, saya menemukan banyak sekali warna dan pelajaran berharga dalam perjalanan hidup ini. Salah satu contoh nyata adalah menyikapi kondisi keuangan pasca resign dari kantor yang lama, yang mengharuskan saya lebih cermat dalam pengeluaran. Dulu, masih merasa sah saja berboros-ria, sering sekali makan di luar setelah pulang kantor, beli benda-benda tanpa banyak pertimbangan atas kegunaan dan harganya. Kini, uang tabungan bersama suami yang diinvestasikan dalam usaha, belum menghasilkan pendapatan yang baik dan rutin setiap bulan, seperti yang saya harapkan. Itu kenyataan dalam memulai bisnis, yang harus saya pelajari untuk menerima dan menyikapinya. Sekarang, sikap konsumtif semakin berkurang, karena saya harus berusaha tetap menabung dan menghargai hasil jerih payah suami. Saya jauh lebih hemat dibanding dulu, walaupun saya berusaha untuk tidak menjadi kikir pada diri sendiri dan orang lain. Syukurlah saya merasa masih dalam jalur yang seimbang.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Selain itu, pelajaran yang paling besar yang saya rasakan adalah tentang sikap saya sebagai seorang pekerja. Saya menjadi sungguh-sungguh mengerti nilai berharga dedikasi dan loyalitas pada perusahaan, karena saya yang dulu berposisi sebagai bawahan kini merasakan menjadi pemimpin yang harus mencurahkan upaya untuk memikirkan kelangsungan dan kemajuan perusahaan, kehidupan karyawan, motivasi bagi karyawan. Saya yang dulu kadang-kadang menggerutu mengenai kebijakan perusahaan tempat saya bekerja, kini mengerti bagaimana pemimpin harus membuat keputusan atas dasar pertimbangan utama pada kepentingan bersama. Namun sebagai karyawan, mungkin masih saja merasa dikurangi kenyamanannya, karena hanya fokus pada kepentingan pribadi, dan bukannya pada kepentingan bersama perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pada akhirnya saya mengerti, bahwa mengelola sumber daya manusia adalah faktor yang paling sulit dalam menjalankan bisnis. Menimbulkan rasa memiliki dalam diri karyawan terhadap perusahaan tempatnya bekarya, adalah hal yang paling sulit dicapai. Jika itu sudah terbentuk, tumbuhlah dedikasi dan loyalitas, yang akhirnya mengalirkan potensi dan membentuk pekerja yang jujur dan bisa dipercaya. Sebelum berusaha sukses menumbuhkan kualitas tersebut pada karyawan-karyawan yang saya pimpin, dalam dua tahun ini saya mengalami naik-turunnya proses untuk menumbuh-kembangkan kualitas itu pada diri saya sendiri. Sambil ingin terus berusaha belajar bagaimana memotivasi orang lain demi menunbuhkan paradigma segar tentang tanggung jawab dan etika bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Selain kedua pelajaran berharga tersebut, banyak hal lainnya yang saya pelajari selama dua tahun terakhir ini terasa berlimpah nilainya dalam hidup saya. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Susah&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, senang, gagal, berhasil, keyakinan, keraguan, bersemangat tinggi, &lt;i style=""&gt;feeling&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;down&lt;/i&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berganti-ganti memberikan pelajaran baru. Rasanya saya ingin mampu dan ingat untuk selalu mencatatkannya dalam catatan kehidupan saya. Namun jika sedang lelah dan khawatir tentang banyak hal, keinginan menulis juga surut dan mengalami kebuntuan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Salah satu yang terasa sekali dalam dua tahun terakhir ini, adalah keberadaan sahabat-sahabat sejati dalam hidup saya. Di dalam segala kesulitan, saya menemukan sahabat-sahabat sejati. Mereka semua tetap ada di sekitar saya seperti apapun kondisi saya, dan saya juga merasa nyaman ada di sekitar mereka. Mereka ikut bahagia jika melihat saya mencapai sesuatu yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebagian besar dari mereka adalah keluarga saya, yaitu Mama, suami, mertua, dan kakak-kakak saya, yang selalu siap dengan penerimaan dan &lt;i style=""&gt;support&lt;/i&gt; yang luar biasa nilainya buat saya. Mereka adalah orang-orang paling peduli dan berusaha memberi perhatian dan bantuan jika bisa. Selain itu juga beberapa famili dan sahabat yang memberikan &lt;i style=""&gt;support&lt;/i&gt; dalam bentuk yang berbeda-beda. Kedatangannya ke café saya, memberikan saran-saran, memberikan informasi, menjadi tumpahan uneg-uneg dalam kekhawatiran dan masalah, adalah contoh-contoh &lt;i style=""&gt;support&lt;/i&gt; dari mereka yang ingin saya ingat selamanya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masalah boleh datang dan pergi tak ada habisnya sampai saya mati, tapi saya ingin tetap bersyukur atas semua jalan yang ada di depan mata saat ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8810554706510124869?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8810554706510124869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/sulitnya-dua-tahun-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8810554706510124869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8810554706510124869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/sulitnya-dua-tahun-ini.html' title='Menuai hikmah dalam dua tahun ini'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SGJUTKcJX_I/AAAAAAAAALs/oQ5uVM_eRJ4/s72-c/self_development.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8209014345141483817</id><published>2008-06-24T18:46:00.008+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:21.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><title type='text'>Tanaman Mama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SGDl6gCAGLI/AAAAAAAAALc/kz2eUF-NAus/s1600-h/tanaman2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SGDl6gCAGLI/AAAAAAAAALc/kz2eUF-NAus/s400/tanaman2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215421161688537266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tralala… trilili…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Halaman belakang rumah makin cantik dengan tanaman yang dirawat Mama. Hampir tiap hari Minggu, ada saja jenis tanaman baru. Harganya bervariasi, banyak di antaranya yang Rp. 5.000,- sampai dengan Rp. 15.000,-/pot, dapat bunga yang lucu-lucu dengan warna-warna cerah. Tapi sedikit di antaranya ada juga yang lumayan mahal, sekitar Rp. 35.000 - Rp. 100.000,-/pot.  Minggu lalu bertambah pohon jeruk lemon dan apel &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; (ditanam di pot) yang dibeli di Mekar Sari. Sudah ada buah-buah kecil menggantung... lucu. Pot-pot tanaman strawberry juga makin banyak, padahal dulu hanya beli 1-2 pot saja. Mama sudah pernah beberapa kali buat selai strawberry dari buah yang dikumpulkan sedikit-demi sedikit dan disimpan dalam keadaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;frozen&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kadang-kadang terpikir, rasanya berlebihan juga… soalnya jadi banyak jenis2 bunga dll di belakang. Kalau tiap hari Minggu bertambah 2-3 pot, wah, banyak… Sudah bertebaran di halaman, dan di dalam rumah juga ada.Tapi senang lihatnya… senang lihat Mama tiap bangun pagi langsung urus pot-pot tanaman. Saya enggak pernah bantu, karena belum berminat dan belum ngerti urus tanaman. Selama ini cuma jadi penikmat saja. Semoga Mama panjang umur, selalu sehat dan awet muda berkat hobinya ini...hehe... Karena menumbuhkan dan merawat suatu kehidupan mahluk lain adalah sesuatu yang baik &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8209014345141483817?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8209014345141483817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/tanaman-mama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8209014345141483817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8209014345141483817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/tanaman-mama.html' title='Tanaman Mama'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SGDl6gCAGLI/AAAAAAAAALc/kz2eUF-NAus/s72-c/tanaman2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-7330130561726720475</id><published>2008-06-17T08:00:00.005+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:21.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='love'/><title type='text'>Dari Sebutir Semesta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SFcRboLEMHI/AAAAAAAAALE/6LIssX2K1n8/s1600-h/SoulMates.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SFcRboLEMHI/AAAAAAAAALE/6LIssX2K1n8/s200/SoulMates.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212654260042608754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Di sisimu adalah istirahat. Malam hari saat lelah tubuh dan kepala, bersandar padamu dalam diam, di mana pun kita berada, menjadi tempat paling nyaman di dunia. Menyandarkan kening di rahangmu, menciumi wajahmu, dan tangan kita bertaut. Menyentuh dan menghirup aroma kulitmu seolah tak kunjung cukup. Menginginkan detik-detik malam terasa panjang, mengantar kepada tidur yang nyaman.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pagi menjelang. Di sisimu adalah rahmat. Ingin supaya mentari tak terlalu cepat meninggi, agar masih banyak waktu bagiku memeluk kepalamu yang bersandar padaku. Membelai rambutmu yang menggelitik wajahku, dan mencium kehangatan wajahmu seolah tak kunjung cukup. Sambil sesekali berpikir, bahwa aku menginginkan jutaan pagi seperti ini dalam hidup kita.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Padamu, aku melekat erat. Engkau magnit terhadap hasrat dan harapan di kepala. Aku seringkali tak mengerti dan tak mau mengerti, manakah yang membawa bahagia: melepaskan kemelekatan bathin padamu atau justru menikmati setiap butirnya dengan segenap indera.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Setiap hari denganmu menguatkan rasaku pada keindahan yang nyata. Persentuhan jiwa yang entah bagaimana terjadinya. Entah sampai kapan aku dapat selalu temukan rahasia demi rahasia. Membuatku tak habis bertanya tentang aku, engkau, cinta, serta Tuhan, yang tetap saja tak ku mengerti keberadaan-Nya. Hanya terbersit kagum pada indahnya semesta, dari setiap butir terjadinya kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-7330130561726720475?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/7330130561726720475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/dari-sebutir-semesta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7330130561726720475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7330130561726720475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/dari-sebutir-semesta.html' title='Dari Sebutir Semesta'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SFcRboLEMHI/AAAAAAAAALE/6LIssX2K1n8/s72-c/SoulMates.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8164595919266605840</id><published>2008-06-03T21:18:00.003+07:00</published><updated>2008-06-05T18:05:38.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harapan'/><title type='text'>...waiting &amp; hoping...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:14;" &gt;LEO &lt;/span&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;  July 23 - August 23&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;                       &lt;img src="http://www.oshoworld.com/onlinemag/june08/img/leo.jpg" style="margin-right: 14px; margin-bottom: 4px;" align="left" /&gt;&lt;br /&gt;You are enthused and excited by a professional venture that brings out your creative potential this month. The energy is of high velocity at this point and you have to make quick decisions or you miss an opportunity. You are bold and free in personal relationships and family situations. Communications, visitors and news from overseas can be expected. Beware of applying too much force or being too pushy in personal involvements or it’s a flash in the pan and has no desired effect. Spend time with pets, children, parents and hobbies to be happy and relaxed as you tend to get speedy and stressed. Lucky number is 8. Good colours are rainbow pastels.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.oshoworld.com/onlinemag/june08/htm/tarot.asp"&gt;Tarot&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8164595919266605840?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8164595919266605840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/waiting-and-hoping.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8164595919266605840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8164595919266605840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/06/waiting-and-hoping.html' title='...waiting &amp; hoping...'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-8773886758429353473</id><published>2008-05-27T20:02:00.005+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:22.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Obat PLONG dari Sahabat Saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDwKehDMxSI/AAAAAAAAAKw/Xq2Z7wvLUhs/s1600-h/180754124.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDwKehDMxSI/AAAAAAAAAKw/Xq2Z7wvLUhs/s200/180754124.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205046788717593890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lucu juga, ingat2 kemarin malam. Jam 10 malam saya ber-ngakak-ria sama sobat saya : ))&lt;br /&gt;Setelah puas curhat serius, numpahin uneg-uneg dan segala macam yang ganggu pikiran saya beberapa hari ini, spontan adaaa…. saja &lt;i style=""&gt;statement&lt;/i&gt; lucu khas sobat saya ini yang dadakan bikin ngakak : )) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ngakak sekencang-kencangnya sama dia mendadak bikin pikiran saya jadi PLONG! Beneran kecemasan saya lenyap. Pikiran saya jadi jernih. Solusi di depan mata. Hati saya jadi ringan. Pergi tidur sambil sebelumnya ketawa-ketiwi terus ingat2 dialog dengan sobat saya ini. Ternyata ngakak memang obat yang mujarab : ))&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kesimpulan penutup waktu udah mau &lt;i style=""&gt;bye-bye&lt;/i&gt; juga bikin saya ngakak lagi &lt;i style=""&gt;plus&lt;/i&gt; sekaligus menyelipkan rasa sayang banget sama dia.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Tenang aja,” katanya. “Kalo lu lagi &lt;i style=""&gt;stress&lt;/i&gt;, inget-inget, gua masih lebih &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;malang&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; daripada elu!”&lt;br /&gt;Wakakakakakakak……!!!&lt;br /&gt;Dan memang begitulah kenyataannya!&lt;br /&gt;“Jangan cuma di awang2 lu… skali2 liat juga yang di bawah, kiri, kanan…”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: p&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Temen saya yang satu itu memang sering bikin saya ngakak di telpon. Dalam menceritakan kesusahan, banyak celoteh yang spontan khas dia yang bagi saya lucunya minta ampun : )) Akhirnya kami bareng-bareng menertawakan kondisi kesialan, keruwetan hidup, dan ketidakberuntungan yang dia/saya alami. Walau kadang-kadang kalo curhatnya serius banget, dia bisa nangis &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;bombay&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; sesenggukan, bikin hati saya ikut miris. Tapi, tetap dia itu teman cewek kocak alamiah sedunia buat saya : )&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya pikir-pikir, hubungan persahabatan kami yang sudah sekitar 8 tahun lucu juga. Hari ulang tahun saja saling nggak tahu tanggalnya. hehehehe… Dia nggak pernah ingat ultah saya, saya juga terhadap dia anehnya selalu lupa ultahnya bulan apa… entah September atau November. Ingat tanggalnya doank, tanggal 13. Padahal saya termasuk orang yang selalu ingat tanggal ultah teman-teman lama saya, anehnya ultah dia selalu lupa. Hehe..dasar nggak niat. Kami jarang ketemu. Nggak sempet buat jalan-jalan dan makan-makan bareng. Lagian rumah berjauhan. Cuma ketemu kalo ada perlu saja. Kadang-kadang 3-4 minggu saling nggak ada kabar berita, kalo lagi sibuk.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi soal kedekatan, saya merasa dia percaya saya, dan saya sangat percaya dia. Lurusnya itu lho. Baiknya itu lho.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lugunya itu lho. Biarpun mulutnya ceplas-ceplos dan terkesan jutek bagi yang nggak kenal dia dengan baik. Tapi dia orang yang ‘jeroannya’ enggak saya ragukan ketulusannya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sehingga kalau lagi punya masalah, sering saya ingat pingin telpon dia. Begitu juga sebaliknya. Biarpun kadang-kadang nggak butuh bantuan solusi, sama-sama rela jadi “tong sampah” saja. Dalam hal ini, &lt;i style=""&gt;she’s like a sister for me&lt;/i&gt;. Malah dia selalu bilang, dia lebih banyak terbuka dengan saya dibanding dengan adik atau mamanya, sampai-sampai mamanya komplain. Hehe… Saya juga merasa dia juga teman &lt;i style=""&gt;sangha&lt;/i&gt; saya yang “kelurusannya” dan ketekunannya seringkali menginspirasi saya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kalau kami lagi sok melankolis-melankolisan…hehe.. saya beberapa kali bilang sama dia, bahwa saya bersyukur punya teman seperti dia. Dia juga bilang yang sama. Buat saya, kalau lagi sumpek, ngobrol dengan dia lebih lucu daripada nonton lawakan srimulat. Sekaligus tanpa disangka, seringkali meninggalkan pelajaran berharga yang saya serap dari keluguannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;.........................................................................................................................................................................&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Laughter is the best medicine. If you can laugh when you are ill you will  get your health back sooner. If you cannot laugh, even if you are healthy,  sooner or later you will lose your health and you will become ill. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Laughter brings inner energy to the fore. When you really laugh, for those  few moments you are in a deep meditative state. Thinking stops. It is  impossible to laugh and think together. When you really laugh, suddenly,  the mind disappears. And the whole Zen methodology is how to get into  no-mind. "&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Osho -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-8773886758429353473?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/8773886758429353473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/obat-plong-dari-sahabat-saya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8773886758429353473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/8773886758429353473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/obat-plong-dari-sahabat-saya.html' title='Obat PLONG dari Sahabat Saya'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDwKehDMxSI/AAAAAAAAAKw/Xq2Z7wvLUhs/s72-c/180754124.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-1007738298737343872</id><published>2008-05-19T01:07:00.009+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:22.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Mengisi Kehampaan, Menapaki Jalan Kedamaian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDB0h2Us5FI/AAAAAAAAAKI/nj9Db0xiSAc/s1600-h/the+lotus+at+beginning.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDB0h2Us5FI/AAAAAAAAAKI/nj9Db0xiSAc/s200/the+lotus+at+beginning.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201785694479770706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sudah kira-kira dua minggu lalu saya temukan diri saya yang gelisah dan hampa. Kegelisahan dan kehampaan itu berujung pada kesedihan yang seolah tanpa sebab, rasa kesepian, mudah jengkel dan bahkan marah, dan menyesali berbagai hal yang sudah berlalu. Kadang-kadang saya merutuki diri sendiri karena kecenderungan ini. Dalam kehidupan yang dikelilingi oleh orang-orang yang baik, boleh dibilang saya menikmati berbagai kemudahan dan hidup yang tak sarat dengan masalah. Masalah itu ternyata memang hanya ada pada diri saya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sehingga menjadi banyak pula saat di mana saya kemudian mensyukuri kegelisahan sebagai suatu &lt;i style=""&gt;alarm&lt;/i&gt; bagi saya untuk suatu refleksi diri. Suatu sore seorang diri di rumah, iseng-iseng saya raih buku favorit saya, &lt;i style=""&gt;Awakening The Buddha Within&lt;/i&gt;, yang lama tak saya baca. Buku ini bukan hanya bagi pemeluk agama Buddha, namun diperuntukkan untuk siapa saja yang mencari kebahagiaan. Untuk kesekian kalinya dalam kehidupan saya dalam sekian tahun terakhir, buku itu mengalirkan air sejuk yang seolah saya rindukan. Mata saya berkaca-kaca dan dada saya sesak karena tangis tertahan, namun seolah ada sumbatan yang terbuka dalam diri saya, karena alasan yang saat itu saya tidak ketahui. Saya hanya terus membaca dan membiarkan rasa itu ada. Setiap kali membaca buku ini, saya merasakan &lt;a href="http://www.surya.org/"&gt;Lama Surya Das&lt;/a&gt; menuangkan tulisannya dengan penuh dedikasi untuk berbagi hikmat kebijaksanaan dan kebaikan hati yang luar biasa bagi setiap orang, sehingga inspirasi yang lahir dari jiwanya menyelusup dengan ringan dan lembut dalam hati orang lain. Semalam, saat membaca bukunya sebelum tidur, terlintas dalam pikiran saya bahwa jika saya bertanya siapa guru spiritual yang paling dekat dalam hati, bagi saya ialah Lama Surya Das. Apa yang pernah saya baca dari tulisan-tulisannya, membekas dan mengingatkan saya. Menjadi suatu kontrol yang sering membunyikan &lt;i style=""&gt;alarm&lt;/i&gt; bathiniah, saat saya melanggar komitmen-komitmen yang berusaha saya bangun.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kemudian saya sadari penyebab dari ketidakbahagiaan tanpa sebab dalam diri saya, yang akhir-akhir ini begitu menggugah sensitifitas saya. Penyebab yang saya temukan adalah bahwa saya banyak melewati hari yang sibuk dengan pikiran egois, ambisi, kesombongan, kebiasaan menghakimi, kemelekatan terhadap berbagai hal, kebiasaan bicara yang tidak mementingkan orang lain, dan menjauhkan diri dari kegiatan membangun spiritualitas. Beberapa hari yang lalu dengan mudahnya saya melontarkan suara bernada kejengkelan saat berbicara di telepon dengan seseorang, sehingga sudah pasti saya melakukan tindakan yang melukai, hanya karena kepentingan pribadi saya terganggu. Saya menjalani kehidupan yang terburu-buru dan tidak menuangkan upaya pada perhatian yang dalam pada setiap hal yang saya kerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Saya seolah hanya melihat berbagai persoalan dalam pandangan sempit yang hanya memikirkan dampaknya bagi saya pribadi. Saya kembali lagi banyak menumpuk ambisi untuk menjadi sesuatu atau mendapat keberhasilan, dan merutuki dan takut pada kegagalan. Saya seringkali meletakkan kebanggaan pada diri di tempat yang lebih tinggi dari orang lain, dengan seringkali merasa saya lebih bijaksana. Saya menjadi mudah menggerutu, menilai orang lain dengan cap dan prasangka, yang positif atau pun negatif. Saya kadang-kadang takut kehilangan berbagai hal yang saya miliki, baik materi maupun kasih sayang dari orang lain. Sering saya lupa bahwa hidup ini tak selalu harus untung dan menang. Saya kadang-kadang kurang menghargai kehidupan. Saya melontarkan lelucon-lelucon yang saya rasa lucu namun mungkin menyinggung hati orang lain, kehilangan minat untuk lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara hal-hal yang tidak perlu, dan berkeinginan yang kuat untuk mengutarakan banyak hal hanya untuk memuaskan rasa ingin dihargai. Saya juga telah melalaikan kebutuhan untuk tak henti-hentinya memupuk pertumbuhan spiritualitas yang sehat dan terbuka. Lebih dari itu semua, saya melupakan diri saya sebagai bagian yang terhubung dengan segala sesuatu di sekeliling saya. Saya lalai dalam menyertakan cinta dan kelembutan hati dalam banyak tindakan saya sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tapi saya tidak ingin menyesali itu semua. Kekurangan manusiawi saya mungkin masih akan sangat sulit untuk diredam. Namun refleksi, perhatian pada &lt;i style=""&gt;saat ini&lt;/i&gt;, upaya bagi kepentingan orang lain (sikap altruisme), jalan yang coba saya lalui dengan kelembutan hati, saya rasa akan mampu membawa saya meredamkan kegelisahan dan mengisi kehampaan. Saya ingin menerima bahwa semua kegelisahan saya akan menjadi bagian kehidupan yang harus saya syukuri. Saya harapkan kegelisahan saya akan selalu membawa saya pulang kembali pada jalan pencarian kebahagiaan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Saya ingin coba menata kembali kehidupan saya saat ini untuk berusaha sedikit demi sedikit menipiskan kekurangan manusiawi yang membuat bathin saya terasa kacau belakangan ini. Sesuatu yang terbukti sangat tidak mudah; semangat yang bernyala untuk suatu kebaikan seringkali padam kembali karena lupa dan ego. Bacaan-bacaan yang membangkitkan spiritualitas, dalam waktu singkat dapat dilupakan kembali. Latihan dan pembelajaran menjadi kendur dan tak tampak hasilnya karena tidak kuatnya disiplin dan komitmen.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Saya mengenal seseorang yang sangat dekat dengan saya, yang tak hentinya mengalirkan kekaguman padanya. Dia bukan seorang yang suka berbicara tentang spiritualitas maupun berbagai pembinaan kepribadian. Topik itu tampak tidak menarik baginya. Namun seringkali terlintas ingin menyembunyikan tumpukan buku-buku spiritual yang saya punya di belakang punggung saya, saat mendapati kualitas saya sebagai manusia ternyata masih tak ada apa-apanya. Banyaknya bacaan dan renungan menjadi kecil artinya, jika dibandingkan dengan tindakan nyata dalam ketenangan bathin yang tak mudah tergoyah. Saya menemukan ‘kekayaan bathin’ dalam dirinya yang selalu melakukan banyak hal dalam diam. Dia tak berusaha menggurui dan memaksakan pendapatnya. Dia berusaha untuk tidak menyakiti siapa pun dengan kata-kata mau pun perbuatannya. Bahkan saat saya tahu dia sedang mengorbankan kesenangan pribadi demi orang lain, sepertinya selalu dilakukannya dengan ringan-ringan saja. Dia melayani tanpa berpengharapan besar akan penghargaan. Dia rendah hati walau memiliki kualitas intelektual yang saya kagumi. Dia bekerja dengan rajin tanpa menuntut dan mengeluh, atau pun mengetengahkan kepentingan pribadi. Dia punya selera humor yang kuat, namun tak melucu untuk mengejek kekurangan orang lain. Dia bersikap dan berpikir terbuka bagi setiap orang di hadapannya, tak mudah menghakimi dan mengingat-ingat kesalahan orang lain. Dia manusia yang damai, baik di dalam maupun di luar dirinya. Saya tak melebih-lebihkan kesan saya padanya. Dia manusia tanpa konflik dengan siapa pun. Dia juga punya kekurangan manusiawi, yang selama ini bagi saya tidak merugikan orang lain di sekitarnya. Dia mengajarkan banyak hal tanpa kata-kata. Saya bersyukur, dalam kehidupan saya ini, saya boleh dekat dengannya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Satu hal yang banyak pikirkan dalam beberapa hari ini, adalah saya mempercayai hati manusia. Saya percaya dengan adanya akar kemurnian jiwa dan potensi kebaikan dalam diri setiap orang. Yang kita perlukan hanya memasang hati untuk menerima nyanyian yang berbeda dari biola-biola orang lain. Saya percaya dengan &lt;i style=""&gt;personal touch&lt;/i&gt;, sehngga yang diperlukan adalah membuka hati, mata, dan telinga pada kepentingan orang lain. Bagi saya, empati bukanlah teknik komunikasi, melainkan merupakan &lt;i style=""&gt;output &lt;/i&gt;alami&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;dari &lt;i style=""&gt;personal&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;touch&lt;/i&gt;. Karena di atas semua itu, saya percaya kita semua terhubung satu dengan lainnya dalam ikatan yang tak terlihat antara jiwa-jiwa kita. Sebagai contoh, penghakiman, penempelan cap &amp;amp; prasangka negatif dalam kepala kita akan dengan mudah ditangkap sinyalnya oleh kepala orang lain, sehingga membuahkan hubungan yang tegang dan tidak nyaman. Sebaliknya, ketulusan dari hati kita, walaupun tidak diungkapkan dengan kata-kata, juga melontarkan sinyal yang baik, sehingga orang lain merasa nyaman. Demikian juga yang kita terima dari orang lain. Kasih sayang akan mengalir dari hati ke hati dalam ruang yang tak terbatas dan tanpa penghalang, hanya seringkali kita melupakan hal itu dalam keseharian kita.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bicara tentang manusia, akhir-akhir ini sering terlintas dalam kepala saya mengenai keindahan pluralisme. Kekaguman mengalir spontan saat berada di &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, menyaksikan keindahan pluralisme atas berbagai ras manusia yang berkumpul dalam suatu tempat. Dunia ini mengagumkan. Manusia itu indah. Sempat saya berkhayal, untuk ingin mengenal sebanyak-banyaknya ras dan bangsa. Saat kita mau dan mampu membuka diri pada komunikasi dengan &lt;i style=""&gt;personal touch&lt;/i&gt;, semakin mudah kita mencintai orang lain dalam alunan biola kehidupan yang beraneka ragam, tanpa terhalang suku, agama, dan ras.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam hiruk-pikuk kehidupan dengan kondisi hidup bernegara dan bermasyarakat saat ini yang sarat dengan kekecewaan, kesedihan dan masalah. Seperti yang sehari-hari kita lihat di koran dan televisi; korupsi, kenaikan harga-harga bahan pokok yang semakin memperpuruk kemiskinan, ketegangan, rasa tidak aman (sehingga seringkali &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;timbul rasa muram sehabis membaca koran); mendorong banyak manusia untuk bergegas melindungi kepentingannya sendiri. Dalam kehidupan yang seperti ini, ingin rasanya saya tidak kehilangan keyakinan saya atas berbagai hal yang indah dalam hidup. Keyakinan atas permata dalam diri setiap mahluk, juga keyakinan atas efektifitas dari sikap-sikap altruistik dan melayani dalam berbagai bentuk dan cara, yang akan menumbuhkan bathin yang lebih terisi ketenangan karena pada saat itu kita kembali pada akar jiwa kita yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;.........................................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana,helvetica,sans-serif,geneva;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif,geneva;"&gt;"It is not enough just to meditate and pray, which are always good things to do, but we also must take positive action in this world." - &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana,helvetica,sans-serif,geneva;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif,geneva;"&gt;His Holiness the Dalai Lama, 2006.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-1007738298737343872?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/1007738298737343872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/mengisi-kehampaan-menapaki-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1007738298737343872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1007738298737343872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/mengisi-kehampaan-menapaki-jalan.html' title='Mengisi Kehampaan, Menapaki Jalan Kedamaian'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDB0h2Us5FI/AAAAAAAAAKI/nj9Db0xiSAc/s72-c/the+lotus+at+beginning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2948221589899400631</id><published>2008-05-12T15:27:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:22.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Anak dan Harap-harap Cemas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCgDKWUs5EI/AAAAAAAAAKA/HOFjgBU61h8/s1600-h/IMG_1266.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCgDKWUs5EI/AAAAAAAAAKA/HOFjgBU61h8/s200/IMG_1266.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199409246125220930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Urusan punya anak, adalah hal paling ruwet dalam hidup saya belakangan ini. Urusan yang melemparkan saya bolak-balik &lt;i style=""&gt;up and down&lt;/i&gt; dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; tahun terakhir ini. Urusan yang melibatkan mimpi, harapan, rasa syukur atas perhatian keluarga yang menyayangi saya, rasa terima kasih pada teman-teman yang tak terduga memberikan perhatian dan berusaha membantu mencarikan obat-obat alternatif…, juga &lt;i style=""&gt;stress&lt;/i&gt; dan kekecewaan karena anak kandung yang diharapkan tidak kunjung hadir dalam hidup saya. Orang dengan mudah bilang, “Jangan &lt;i style=""&gt;stress&lt;/i&gt;… enjoy saja”. Mau saya juga begitu. Tapi urusan punya anak ini bukan hanya jadi urusan saya seorang diri, tapi melibatkan harapan banyak orang yang saya cintai.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya sendiri jadi sering bertanya-tanya, apakah saya memang sungguh-sungguh mengharapkan punya anak, atau karena sekadar ingin secepatnya memenuhi harapan orang tua, mertua, orang lain, dan ingin membahagiakan suami? Berkali-kali bertanya-tanya, saya menjadi yakin bahwa saya memang ingin punya seorang anak. Demi saya dan pasangan, juga demi harapan dan kegembiraan hidup orang tua dan keluarga. Saya tidak ingin memanfaatkan anak sebagai pengikat kuatnya tali perkawinan. Pengikat kuatnya perkawinan menurut saya bukanlah anak. Orang yang punya beberapa anak saja tetap bisa jadi berselingkuh dan bercerai. Pasangan yang tidak punya anak pun bisa berbahagia karena hubungan yang ‘kaya’ penerimaan, cinta, dan persahabatan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk diri saya sendiri, untuk apa saya ingin punya anak? Saya juga masih belum tahu alasan yang setepat-tepatnya. Mungkin karena saya suka anak-anak, terutama anak-anak yang baru lancar berbicara. Bagi saya, anak-anak adalah pemilik kharisma yang kuat, sehingga ada daya magnet yang kuat menghisap perhatian kita padanya. Sesaat setelah saya bedialog dengan seorang anak kecil atau terbahak-bahak karena ucapannya yang lucu, saya seringkali menyadari bahwa pada momen itu saya benar-benar melupakan diri sendiri. Tidak ada pikiran lain selain hanya pada mahluk kecil di hadapan saya,. Anak-anak kecil yang lucu itu ternyata lebih mudah membawa saya pada kehidupan hanya pada saat ini, detik ini.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Disukai oleh anak kecil yang kita sayangi, bagi saya dengan mudahnya melambungkan kegembiraan. Seorang keponakan laki-laki yang berumur 4 tahun memanggil saya ‘mami’. Saat ini dia sedang sangat senang saya bacakan cerita dan main kartu Uno. Saya juga jadi ketagihan asyiknya disukai dan menerima pengakuan: “Dede lebih sayang mami daripada papi”, dan menikmati dia &lt;i style=""&gt;nyamperin&lt;/i&gt; saya dan duduk di pangkuan saya demi dibacakan cerita. Anak-anak tulus dan jujur, itulah mengapa mudah pula menularkan kegembiraan dan ketulusan rasa sayang.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selain itu saya juga merasa tertantang untuk melewati tahap-tahap lanjut dalam kehidupan dewasa saya. Saya menantikan hidup berkeluarga yang warna-warni, dengan suami saya yang… (ehem…) saya yakin akan jadi seorang ayah yang baik. Bukan hanya tentang kesukaannya pada anak-anak, tapi ada faktor pendukung yang sangat penting dalam membesarkan anak-anak, yang namanya : ‘teladan’, yang saya sukai dalam diri suami saya. Saya percaya, kasih sayang, perhatian, ajaran-ajaran hidup benar, akan tertanam dan berbuah dengan baik kalau adanya teladan dari orang tua.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya pernah menuliskan perasaan saya mengenai bagaimana &lt;i style=""&gt;excited&lt;/i&gt;-nya menanti seorang anak, dalam &lt;i style=""&gt;diary&lt;/i&gt; saya tahun lalu. Saat itu saya pernah hamil sampai 11 minggu, namun kemudian gagal lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Banyak agenda yang harus gua pikirin. Walaupun gua juga perlu punya waktu untuk sekadar enjoy, gembira, ketawa, ngobrol, nyanyi… selama gua hamil ini. Gua pengen, anak gua terbawa suasana hati gua yang baik, dan dia juga tumbuh dengan baik dan sehat dalam rahim gua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Aneh, saat tiap kali menyebut dalam hati kata-kata ‘tumbuh dalam rahim gua’, rasanya gua jadi agak terharu. Ada rasa syukur, takjub, bangga, dan rasa tanggung jawab yang besar terhadap dia yang belum lahir. Malah saat ini dia masih sangat kecil. Gua berharap besok, 21 Juni 2007 di tempat dr. Fachruddin, gua udah mulai bisa melihat dia berdetak, berdenyut, hidup dalam diri gua. Sehingga konsep kehamilan yang saat ini gua alami enggak lagi jadi abstrak karena cuma dari garis &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;double&lt;i style=""&gt; di &lt;/i&gt;test pack&lt;i style=""&gt;. Tapi gua ingin cepat melihat dia secara nyata hidup dalam diri gua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Gua jadi mulai rada-rada ngerti apa yang dimaksud seorang ibu waktu bilang bahwa kehamilan atau kehadiran anak itu membuat diri merasa ‘lengkap’, ‘sempurna sebagai perempuan’. Gua dulu sering merasa kata-kata itu berlebihan, karena gua pikir memangnya menurut dia perempuan yang tidak punya anak atau tidak ingin punya anak, dianggap tidak sempurna?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi sekarang gua rada ngerti. Gua enggak lagi merasa kata-kata itu berlebihan, walaupun gua juga enggak menganggap sedikitpun bahwa yang tidak punya anak itu tidak sempurna.&lt;br /&gt;Tapi kalo gua rasakan bangganya ada anak yang akan gua lahirkan, gua &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;happy&lt;i style=""&gt; mendapati kenyataan bahwa gua sebentar lagi mengalami siklus hidup yang lebih lengkap sebagai perempuan. &lt;/i&gt;Married&lt;i style=""&gt;, hamil-melahirkan-menyusui, jadi ibu yang harus terus belajar, dan entah apa lagi yang akan gua alami sebelum gua masuk akhir siklus yang namanya kematian. Mungkin termasuk siklus &lt;/i&gt;menopause&lt;i style=""&gt; dan punya cucu.hehe…Yang penting gua melewati siklus hamil-melahirkan ini dengan selamat dan sehat, baik gua maupun bayi gua. Gua ingin merasakan warna-warni hidup ini dengan kekuatan dan semangat gua secara alami, karena kehadiran anak dalam hidup gua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Urusan punya anak ini pula yang seringkali mengganggu hari-hari tertentu dalam setiap bulan. Ingin rasanya seperti waktu itu, tidak mikirin, tahu-tahu terlambat haid dan hamil. Tapi sulit juga membuat kondisi ‘tidak mikirin’. Sedang tidak mikirin dan tidak berharap-harap cemas, ada saja orang yang mendorong saya untuk harap-harap cemas selalu setiap bulan. Dari jadwal kunjungan dokter, orang tua atau kakak saya yang katanya mimpi saya menggendong anak, kiriman obat…, bahkan saat saya senang-senang membayangkan jalan-jalan di Shanghai karena mau ikut suami perjalanan dinas, lebih dari &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; orang yang mengatakan “mudah-mudahan anaknya &lt;i style=""&gt;made in &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;”. Waduh… Campur aduk, antara rasa ‘terima kasih karena diperhatikan oleh orang-orang yang mengharapkan kebahagiaan saya’, sekaligus membuat harap-harap cemas yang baru. Apalagi saya melewati minggu-minggu sebelumnya dengan rutin di-akupuntur dua hari sekali, otomatis saya mengharapkan ‘tugas’ untuk ‘bikin pe-er’ di Shanghai membawa hasil dua-tiga minggu kemudian. Tapi ternyata tak jadi pula anak &lt;i style=""&gt;made in &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; itu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Harap-harap cemas ini bukannya tidak pernah dibuntuti dengan enggan, bosan, rasa bersalah yang sangat besar, dan pernah sedikit putus asa. Saya bilang pada suami, “Cerai, dan kamu kawin lagi saja. Sungguh,saya serius.” Malu saya menceritakannya, karena jadi seperti orang pesimis saja. Seperti sinetron &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melankolis saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padahal orang dengan ego yang besar seperti saya, rasanya tak pernah membayangkan suami yang saya sayangi demikian rupa saya serahkan kepada orang lain. Tapi bagi orang yang pernah merasakan, mungkin bisa mengerti pikiran aneh-aneh seperti itu. Untungnya dia selalu bilang, “Tidak mau”. Hehe…&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bingung juga, jadwal-jadwal untuk pergi-pergi, kesibukan, dan aktifitas fisik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sering juga secara bawah sadar terasa terganggu oleh urusan harap-harap cemas setiap bulan ini. Tak oleh banyak jalan, tak boleh naik-turun tangga, tak boleh bepergian jauh, tak boleh capek…, yang sampai saat ini hanya menampilkan kesia-siaan setiap bulan. Sehingga sudah malas saya memikirkan amanat tidak boleh capek ini. Orang yang terlibat bekerja bersama saya belum tentu mengerti bahwa saya tidak boleh ini-itu. Nanti dikira saya buat-buat alasan saja.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Usia sudah 32 tahun ini. Saya juga inginnya anak saya lahir dalam usia saya yang tidak lewat 35. Macam-macam upaya rasanya sudah dicoba, kecuali bayi tabung yang selain mahalnya tak mampu ditangani oleh tabungan kami. Kegagalan-kegagalan usaha kami untuk punya anak, sudah banyak menghabiskan waktu dan membolongi kocek suami. Semoga semua upaya itu akan berbuah suatu saat nanti.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Padahal kalau dipikir… kenapa sih saya mesti direpotkan dengan cemas itu, kalau kelahiran itu takdir? Saya “terjadi” dalam hubungan antara orang tua saya pada hari tertentu, jam tertentu, karena satu sel sperma di antara berjuta-juta, sudah lah takdir, sehingga membentuk saya dengan wajah seperti ini, dan segala macam bawaan lahir lainnya. Cetak birunya sudah ditentukan pada hari itu, jam itu, menit itu, detik itu. Kalau cetak biru itu ‘terjadi’ beda semenit saja, mungkin sudah beda lah &lt;i style=""&gt;output&lt;/i&gt;-nya, bukan jadi saya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Begitu banyak anak dilahirkan dan mati. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; pula yang dibunuh karena tidak diharapkan. Saya, mau punya satu dengan niat untuk dirawat baik-baik, tak juga diberi. Hidup ini misteri. Dan saya akan menunggu misteri apa yang akan disodorkan di depan muka saya pada hari-hari esok menjelang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2948221589899400631?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2948221589899400631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/mimpi-kasih-sayang-harap-harap-cemas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2948221589899400631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2948221589899400631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/mimpi-kasih-sayang-harap-harap-cemas.html' title='Anak dan Harap-harap Cemas'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCgDKWUs5EI/AAAAAAAAAKA/HOFjgBU61h8/s72-c/IMG_1266.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-7009492304396904554</id><published>2008-05-12T12:30:00.009+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:22.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Surat untuk Papa, setelah sepuluh tahun berlalu…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCfXKGUs5DI/AAAAAAAAAJ4/BDPzg4hAiTs/s1600-h/message+in+bottle.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCfXKGUs5DI/AAAAAAAAAJ4/BDPzg4hAiTs/s200/message+in+bottle.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199360863318631474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Papa, saya rindu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;. Dalam dunia saya, terhitung sudah 10 tahun kurang satu bulan kita tidak bertemu. Sejak awal tahun 2008 ini, entah mengapa, saya sering kali memimpikan Papa dalam tidur saya di malam hari. Dalam mimpi saya, hampir selalu seolah Papa masih ada bersama kami, saya tak ingat Papa sudah pergi. Apakah Papa memang bertemu saya dalam mimpi? Entahlah. Kenapa baru tahun ini saya banyak memimpikan Papa? Sedangkan sebelumnya saya jarang bermimpi. Saya juga tidak tahu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, saya membuat patung Papa kecil dari bahan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;dough&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;, saat saya ke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Shanghai&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; akhir bulan lalu. Maksud saya, patung itu untuk Mama, yang pasti adalah orang yang paling merindukan Papa.Tapi sayang, saya menyesal bahwa patung itu tidak mirip dengan Papa.Walau sudah berkali-kali saya protes pada pembuatnya, akhirnya saya pasrah, bahwa tetap tidak mirip. Mungkin terutama karena bentuk matanya. Saya pulang dengan kecewa dari Yuyuan ke hotel, karena patung itu tak sesuai dengan yang saya harapkan.Tapi bagaimana pun saya tak dapat sebal pada pembuatnya, karena dia ramah dan wajahnya lucu saat terus-menerus tertawa jika saya protes padanya. Lagi pula dia hanya melihat foto Papa, pas foto hitam-putih pula.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Saya jadi ingin menuliskan banyak kenangan tentang Papa. Kenangan yang mungkin tak tertuangkan dengan lengkap, tapi berdasarkan ingatan saya pada setiap kesan dalam hari-hari saya bersama Papa.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, kalau saya lagi rindu, kadang-kadang saya keluarkan simpanan saya, sehelai handuk kecil putih yang sudah menguning, yang saya bungkus rapi dalam sebuah plastik dan saya letakkan di sebuah kotak karton berwarna merah di lemari. Itu handuk yang terakhir Papa sampirkan di pundak sebelum meninggal. Lucu, walau sudah dicuci, saya merasa jika saya menghirup dalam-dalam, di &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; masih ada selintas tipis aroma khas keringat Papa dan harum minyak rambut Papa yang pernah sangat saya kenal. Saya suka mencari-cari rekaman aroma dan rasa itu di dalam memori otak saya. Membaui aroma itu, kadang membuat saya semakin rindu pada rasa yang saya dapat saat merengkuh bahu tua Papa yang kurus.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Oh ya, saya masih menyimpan foto Oma yang Papa terima saat Papa sudah tua. Saya tahu wajah itu sudah Papa lupakan, karena Oma tak pernah lagi bertemu Papa sejak Papa berusia satu tahun. Papa masih ingat tulisan tangan di balik foto itu? Begini tulisannya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;“1 ade jang pertama&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;nama Maria Rosa&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;2 nama Maria Teresa&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;3 nama Maria Fatima&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;4 &lt;b style=""&gt;Mama jang tak loepa&lt;/b&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Itu foto Oma bersama adik-adik tiri Papa dari perkawinan kedua setelah Oma pulang ke Portugis, karena tidak tahan dengan ulah Engkong yang tak cukup punya satu isteri.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Saya ingat Papa kadang-kadang mengulang cerita tentang masa kecil Papa di Kupang saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diasuh Oma-nya Papa, berjualan kue keliling kampung di zaman penjajahan Belanda. Saya menangkap kesan, bahwa walau hanya sekolah sampai kelas&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;3 SD, Papa punya minat yang besar untuk belajar. Saya ingat Papa bercerita, buku tulis sekolah Papa seringkali harus dihapus seluruh isinya supaya bisa dipakai kembali. Saya juga ingat bahwa dulu Papa marah jika menemukan sebatang pensil yang sudah pendek dan buruk rupa tercecer tidak pada tempatnya di rumah kita. Kalimat Papa ini sudah sangat saya kenal, “Duluuu… pensil semacam ini masih saya pakai walau harus disambung dengan kayu.”&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, banyak yang saya kagumi dan pelajari dari Papa. Saya kagum,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rendahnya pendidikan formal tak menghalangi kecerdasan, perkembangan wawasan, dan kebijaksanaan Papa menyikapi hidup. Saya salut dengan rasa percaya diri yang besar dalam diri Papa. Saya suka, Papa selalu bicara jujur dan terbuka, kadang-kadang malah saya khawatir menyinggung perasaan orang lain yang belum mengenal Papa dengan baik. Setelah saya membaca buku &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Personality Plus&lt;i style=""&gt;, saya tahu bahwa Papa adalah seorang &lt;/i&gt;sanguin&lt;i style=""&gt; (dominan), sehingga Papa mudah bergaul dan banyak teman karena sifat Papa yang periang. Saya masih mengingat cara Papa menulis perlahan dengan baik dan rapi dengan tulisan yang miring ke kanan. Papa ingat nggak, waktu SD setiap hari Jumat saya sering menunggui Papa menulis di atas slip tabungan (Tabanas) atas nama saya, yang dikumpulkan secara kolektif di sekolah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Apakah Papa ingat, saya selalu protes tak percaya jika Papa bilang seumur hidup wajah Papa tak pernah berjerawat, sambil mengejek jerawat di muka saya? Ya, Papa kadang-kadang narsis sekali. Huu… Papa suka mengaku-ngaku tampan. Bosan saya, Papa sering bilang, “Dulu, tidak kurang dari 50 cewek yang naksir Papa. Kata orang, Papa mirip Pat Boone.” Hehehe..&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Saya suka bahasa tubuh Papa yang santun dan penampilan Papa yang selalu rapi dan bersih. Papa yang selalu duduk rapi di meja makan dengan sendok dan garpu. Jelas tak seperti saya, yang sukaaa… sekali makan tanpa sendok sambil melipat sebelah kaki di atas kursi.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa,kadang-kadang Mama masih menceritakan masa sebelum saya lahir, saat Papa terjerat dengan kebiasaan berjudi dengan main kartu remi. Saya mendengarkan bagaimana Mama saat itu sering menunggu Papa pulang lewat tengah malam, bahkan saat menjelang pagi. Kok Papa nekad juga ya…, mengabaikan keluhan dan kemarahan Mama. Padahal Mama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; tegas dan kadang-kadang galak juga. Hehehe… Tapi saya bangga, Pa…, karena dalam pertengkaran dengan Mama, tak pernah sekalipun seumur hidup Papa melayangkan tangan untuk menyakiti Mama. Sungguh-sungguh tak pernah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;, Pa? Tapi karena kebandelan Papa terbiasa berjudi ini, salah sendiri, Pa… Papa jadi terlalu banyak minum &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;soft drink&lt;i style=""&gt; dan merusak pola makan, dan akhirnya Papa kena diabetes yang berpuluh tahun menggerogoti kesehatan Papa.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Apa Papa pernah merasa bosan dan malas saat setiap hari selalu menjemput dan mengantar saya selama 6 tahun di SD? Saya masih sangat ingat dengan mobil &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;jeep&lt;i style=""&gt; tua kita. Saya jarang sekali terlambat ke sekolah karena Papa selalu ngebut. Kita seringkali hanya bercakap-cakap singkat atau hanya sibuk dengan pikiran masing-masing sepanjang perjalanan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, dulu saya paling senang pergi untuk beli sepatu dengan Papa dibandingkan dengan Mama. Dulu saya sering berharap Mama tak ikut ke toko sepatu, karena Mama tak mementingkan model, hanya yang sekadar kuat dan tahan lama. Karena saya ingat Papa hanya duduk menunggui kami memilih sepatu sambil ngobrol dengan pemilik toko, dan membayar sepatu apapun yang kami pilih. Untungnya kami cukup cerdas dan tahu diri, memilih sepatu yang tidak terlalu mahal, tapi sesuai selera, dan kalau bisa tak mudah rusak pula.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Saat ini saya tersenyum sendiri, mengingat Papa sering curang kalau kita sedang main kartu remi. Curang sekali…! &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Kacian deh&lt;i style=""&gt;… Papa nggak pintar main curang sehingga hampir selalu ketahuan. Hehehe… Ingat, Pa, dulu saya betah nongkrong masih dengan baju seragam SMP menempel di badan dari siang pulang sekolah sampai senja, karena asyik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam ramai gelak tawa bila kita main kartu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, saya tak pernah sedih karena kehidupan kita yang sangat sederhana. Papa sudah memberikan yang terbaik untuk kami. Saat itu hemat memang keharusan, apalagi ditilik dari kondisi ekonomi keluarga saat kami berenam masih sekolah. Saya ingat, Papa tak segan mengecat rumah sendiri demi penghematan, supaya rumah kita selalu bersih. Saya bangga, sesulit apapun beban hidup, Papa berusaha adil dan jujur. Tak pernah mau merugikan orang lain, apalagi menipu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Papa memang rapi saat merawat benda-benda pribadi. Papa sebetulnya norak juga, suka pakai cincin dengan hiasan batu sebesar jempol tangan. Seperti Tessi Pelawak atau tukang pukul saja! Hehehe… Batu cincin kesayangan digosok terus supaya ‘masak’, sampai-sampai kerap dipanasi di atas mesin mobil. Papa ingat nggak, pernah Papa lupa dan cincin itu tertinggal di mesin mobil. Akhirnya sempat membuat Papa heboh dan panik di tengah jalan, dan kemudian bernafas lega setelah mendapati cincin kesayangan Papa masih bertengger di atas mesin.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Saya dulu sering sebal kalau sesekali Papa memarahi saya jika tak menyimpan barang-barang dengan rapi. Papa juga pernah menyabet kaki saya dengan ikat pinggang hingga bergurat-gurat merah dan pedih karena menjambak rambut Mona. Huehehe… Tapi Papa hanya keras ‘di luarnya’. Papa masih ingat dengan anjing hitam yang saya beri nama ‘Mimi’ ? Waktu Mimi masih bayi, Papa jalan kaki sekitar 500 meter sambil menggendong pulang anjing itu ke rumah. Papa tahu bahwa saya ingin punya seekor anjing. “&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Tuh&lt;i style=""&gt;, lihat ada apa di balik kursi,” kata Papa waktu saya pulang sari sekolah. Saya ingat bagaimana saya memekik girang melihat anak anjing hitam legam yang berjalan terhuyung-huyung dan ekornya berkibas-kibas lucu. Pa, saya selalu tahu bahwa Papa sayang sekali pada saya. Saya tak akan pernah lupa bagaimana Papa menangis di meja makan saat saya sakit hepatitis A. Padahal waktu itu dokter sudah bilang, bahwa saya akan baik-baik saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pa, siapa sih di antara kami berenam yang sebetulnya anak kesayangan Papa? Kata orang-orang, pasti ada yang spesial di hati. Tapi kami tak pernah tahu, karena Papa tak pernah menunjukkannya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Thanks&lt;i style=""&gt;, Pa… karena semua pernah mendapat &lt;b style=""&gt;marah dan cinta&lt;/b&gt; dalam porsi yang sama. Juga kerasnya Papa mendidik kami seimbang dengan cinta yang Papa berikan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Thanks&lt;i style=""&gt; juga, Pa… karena Papa tidak pernah menuntut kami untuk menjadi juara kelas. Pernah gak sih Papa melirik raport kami dengan sungguh-sungguh? Hehehe… Tapi saya tahu, Papa juga menanamkan rasa tanggung jawab, dan bersikap penuh penghargaan saat kami mencapai prestasi.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Papa, apakah Papa tahu…, setelah saya dewasa, saya mendapati beberapa kesamaan sifat antara saya dan Papa? Terutama pada sifat terus terang dan mudah meledak-ledak. Saya juga seperti Papa dalam hal menjadi ‘Si Pengkhawatir’ terhadap keselamatan orang yang dicintai dan keinginan untuk melindungi. Papa pasti masih ingat, saya pernah menangis karena Papa tak memperbolehkan saya pergi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;camping&lt;i style=""&gt; dengan rombongan pramuka. Tapi, saya juga ingin Papa tahu, setelah saya dewasa, baru saya bisa memahami kekhawatiran Papa pada kami. Semua saya sadari setelah saya menyaksikan begitu banyaknya kejadian di sekitar kita yang mengancam keselamatan anak-anak.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, ternyata saya rindu memijat Papa, seperti yang hampir tiap hari saya lakukan jika saya di rumah. Saya ingat, acara memijat diawali dengan omelan pula. “Ayo, sini, jangan malas pijit Papa!” Duh, kata-kata ‘jangan malas’ itu tak pernah ketinggalan. Hehehe… Pujian Papa bahwa pijatan saya enak, sudah bertahun-tahun tak mempan lagi bagi saya, karena saya tahu itu hanya taktik Papa supaya saya termotivasi memijat sebaik dan selama mungkin. Kadangkala, sudah memijatnya mengerahkan tenaga, dapat pula bonus ‘bom angin’ tanpa permisi. Papa ingat, waktu masih kecil, saya menangis dikentuti seperti itu? Saya ingat bahwa itu membuat Papa terkekeh-kekeh dengan girangnya!&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, saya tak akan melupakan kebersamaan dengan Papa saat pendaftaran masuk universitas di &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;. Saya suka dengan tradisi tak tertulis, saat kami daftar masuk universitas, Papa yang akan mendampingi dan mengurus pembayaran. Walau mungkin sebenarnya tak perlu karena saya sudah dewasa, tapi saya maklum dengan keinginan Papa untuk mengantar diiringi rasa bangga dengan jerih payah Papa. Ingat kan, Pa… waktu itu kita berangkat naik travel dan pulang dengan kereta api, dan Papa terlihat menikmati perjalanan kita. Wuih… Lupa sama diabetes, kesempatan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;deh&lt;i style=""&gt;, Papa makan banyak dan minum satu kaleng Coca Cola di kereta! Hehehe…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pa, ingat nggak, Papa membawa uang tunai tidak kurang dari empat juta Rupiah, sejumlah yang harus dibayar sebagai uang pangkal, biaya semester pertama, dan pembayaran jaket almamater. Wow…Tak mungkin saya lupa, uang itu tersimpan aman di &lt;b style=""&gt;saku rahasia&lt;/b&gt; tertutup dengan peniti, di… ups! Di celana dalam Papa ! Hehehe… Saya ingat, saya lirik kiri-kanan, khawatir terlalu banyak orang yang menyaksikan Papa mengeluarkan uang dari saku rahasia di depan meja pendaftaran. Duh, saya geli ingin tertawa, sedikit malu, namun juga terharu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pa, papa ingat hadiah terakhir Papa buat saya, sepasang sepatu kets &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Reebok&lt;i style=""&gt; saat saya berhasil meningkatkan IP saya di semester ke-2 ? Sampai kini saya simpan sebagai kenang-kenangan, walau tak pernah lagi saya pakai. Saya ingat saat saya berangkat ke &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; sehari sebelum Papa meninggal. Saat saya sibuk mengikat tali sepatu itu, dengan riang saya bilang, “Pa, sepatu ini masih bagus &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;lho&lt;i style=""&gt;, biarpun saya pakai hampir setiap hari.” Saya mendongak dan mendapati Papa menatap saya dengan tatapan yang tidak saya mengerti. Saya mengartikannya sebagai perasaan sayang yang tidak Papa ungkapkan dengan kata-kata. Sebelum berangkat, saya mencium Papa di dekat pintu. Pa, jujur, saat kita berpelukan, mungkin hanya sedetik mampir rasa khawatir di pikiran saya, bahwa itu adalah pertemuan kita yang terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya tidak peduli bahwa Papa bukan pemeluk agama yang taat, bahkan malahan saya suka. Papa hidup dalam religiusitas Papa sendiri yang saya hormati. Dulu kadang-kadang saya menertawakan Papa yang sedang menghafal kembali doa “Bapa Kami” dan “Salam Maria”, karena Papa takut salah ucap saat Pastor datang ke rumah kita untuk memberikan komuni, atau saat ada acara doa Rosario di rumah. Tapi saya ingin tahu, apakah benar Papa berdoa lama dan khusuk pada malam terakhir di dunia ini? Orang-orang di rumah bercerita seperti itu. Apakah Papa saat itu tahu, Papa akan pergi meninggalkan kami?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya bersyukur, Pa, bahwa selama hari-hari menjelang kepergian Papa, Papa terlihat sehat dan segar bugar. Walau saya sudah lama diberitahu, bahwa kondisi jantung Papa sudah tidak baik kerjanya. Saya maklum bahwa Papa tak mau pindah rumah. “Supaya dekat dengan rumah sakit,” itu yang selalu Papa bilang. Pa, memang semangat hidup Papa luar biasa. Saya senang Papa pergi dalam keadaan sadar. Papa sempat bilang, “Ini serangan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;stroke&lt;i style=""&gt; ketiga, kali ini Papa pergi.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Waktu itu saya diceritakan, Papa meninggalkan Mama yang bersandar lemas di dinding rumah sakit, tanpa bersandal dan hanya berbaju tidur. Mama seperti tak percaya bahwa Papa telah pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pa, saya mau cerita tentang sehari setelah Papa dikremasi dengan pembakaran alami semalam suntuk. Pagi harinya kami mendatangi tempat pembakaran jenazah sambil masing-masing memegang sumpit dan sebuah wadah. Kami berkeliling memunguti tulang-tulang yang tak hancur jadi abu, dan mengumpulkan abu jenazah. Masing-masing terisak dalam diam. Air mata membanjiri wajah saya dalam suatu perasaan campur-aduk saat saya mendapati tulang-tulang kecil yang katanya adalah bagian dari jari kaki Papa. Saya merasa kehilangan, karena mengingat jari-jari kaki yang sering saya pijat, saya tekan-tekan dengan kayu, saya tarik-tarik, saat memijat Papa. Tapi saya juga lega, karena Papa tak lagi merasakan kaki yang selalu kram seperti biasanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Papa, jika saya renungkan semua sebab mengapa kami semua senantiasa mengenang dan merindukan Papa, saya sudah tahu jawabnya. Saya tahu, semua berawal dari &lt;b style=""&gt;kesetiaan&lt;/b&gt;. Ya, kesetiaan. Kesetiaan pada Mama dan kami semua. Papa memberikan teladan kesetiaan Papa pada satu cinta dalam hidup Papa, pada komitmen perkawinan dan kejujuran. Papa menunjukkan di depan mata kami apa yang menjadi pondasi sebuah keluarga. Papa ngotot meninggalkan amanat bahwa kami berenam harus selalu bersatu dalam susah dan senang. Papa tak luput dari kekurangan manusiawi, tapi bagi saya Papa adalah ayah yang sempurna. Jika kami berkumpul bersama, kami masih suka saling menimpali satu sama lain tentang kenangan bersama Papa, yang biasanya jadi ramai dalam percakapan yang penuh tawa, hormat, dan cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Terima kasih, Papa. Terima kasih atas cintamu pada kami semua. Mudah-mudahan kita akan berjumpa kembali suatu saat nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-7009492304396904554?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/7009492304396904554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/surat-untuk-papa-setelah-sepuluh-tahun.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7009492304396904554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/7009492304396904554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/surat-untuk-papa-setelah-sepuluh-tahun.html' title='Surat untuk Papa, setelah sepuluh tahun berlalu…'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCfXKGUs5DI/AAAAAAAAAJ4/BDPzg4hAiTs/s72-c/message+in+bottle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-3270870978725407226</id><published>2008-05-11T10:50:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:22.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='romance'/><title type='text'>Lima Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCZuWBBP6QI/AAAAAAAAAJw/F2bKwEHofZU/s1600-h/anniversary.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCZuWBBP6QI/AAAAAAAAAJw/F2bKwEHofZU/s200/anniversary.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198964144355666178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; tahun yang lalu adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidup saya. Hari di mana saya berada dalam dua titik kehidupan yang berdampingan. Titik pertama, adalah muara suatu sungai cinta &amp;amp; persahabatan yang telah berlangsung enam tahun lamanya. Titik kedua adalah suatu tonggak dimulainya kehidupan yang saat itu sepertinya akan terasa baru dan menawarkan berjuta mimpi, tantangan, warna, pengalaman, untuk suatu kebahagiaan yang kami berdua dambakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dan di sini lah kita setelah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; tahun. Banyak yang telah berubah, dan ada pula yang tidak. Yang pasti, &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; tahun ini seperti dilewati di atas sebuah &lt;i style=""&gt;roller-coaster &lt;/i&gt;kehidupan. Naik dan turun yang bergantian, rasa yang berselingan, kadang juga pertengkaran, namun tak pernah mengubah apa yang telah tertanam: kebersamaan. Semua terjalin dalam suatu kebersamaan yang tak dapat saya ungkapkan dalam rangkaian kata, betapa indah dan berharganya itu semua.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kemarin saat memikirkannya, rasanya tak ingin saya palingkan pandangan saya pada wajahmu dan genggaman saya pada tanganmu. Wajah yang telah sangat saya kenal dan selalu ingin saya raba. Wajah yang saya cintai sedemikian rupa. Mimik wajahmu yang telah berjuta-bermilyar kali menularkan tawa, bahkan di saat-saat sulit dan gunda dalam kehidupan kita.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kemarin pula, saya terpekur memandang jari-jarimu yang menggenggam dan mengusap tangan saya masih seperti dulu. Hingga kamu berbisik, “Kenapa? Jari gua bagus ya?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya cuma tertawa, karena saat itu banyak manusia lain di sekitar kita. Saya tak bilang padamu, bahwa saat itu saya merasa tanganmu ‘ajaib’ dalam hidup saya. Tangan yang tak kenal lelah menolong saya sejak sebelas tahun yang lalu. Juga tangan yang setiap hari mengalirkan rasa sayang, berbagi dan mengajarkan berbagai hal dalam hidup saya. Dengan riang tanpa pernah mengeluh. Selalu sabar dan menerima.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Saya ingin kamu tahu, bahwa saya sangat bahagia dalam kebersamaan kita. Sangat bahagia. Sepandai-pandainya saya bicara di depanmu, saya tak tahu bagaimana melukiskannya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Rangkaian kata yang tak ada habisnya terlintas dalam hati saya adalah ‘&lt;i style=""&gt;Terima&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;kasih&lt;/i&gt;.’ &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terima kasih, yang jika dijabarkan alasannya, akan menghadirkan daftar panjang yang akan membosankan untuk kamu baca. Terima kasih atas semua cinta, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;support&lt;/i&gt; dan penerimaan yang kamu berikan dalam diam, dan seringkali hanya saya terima pula dalam diam, karena tak tahu bagaimana mengatakan ‘terima kasih’ yang dapat mewakili rasa haru yang tak ada habisnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-3270870978725407226?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/3270870978725407226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/lima-tahun.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3270870978725407226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3270870978725407226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/lima-tahun.html' title='Lima Tahun'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCZuWBBP6QI/AAAAAAAAAJw/F2bKwEHofZU/s72-c/anniversary.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-5087166736652834452</id><published>2008-05-07T09:04:00.011+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:23.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uneg-uneg'/><title type='text'>Disimpan saja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCETmENZhbI/AAAAAAAAAJo/4Wmr86uaBBw/s1600-h/optimis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCETmENZhbI/AAAAAAAAAJo/4Wmr86uaBBw/s200/optimis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197456989648160178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerpen yang saya buat kemarin... akhirnya saya simpan saja, nggak jadi saya posting di sini. Alasan pertama karena kadang-kadang ada keponakan-keponakan kecil saya yang mampir ke blog saya ini, karena saya satu-satunya tantenya yang punya blog. Tak mau lah saya membiarkan mereka membaca cerpen dewasa. Supaya jangan dewasa sebelum waktunya, atau memikirkan masalah orang dewasa yang cuma bikin mereka sedih dan bingung... kenapa begini, kenapa begitu... Lebih baik mereka pikirkan bermain dan sekolah, dan kepalanya diisi dengan wawasan yang bikin mereka makin pinter tiap hari. Masa kecil yang indah dan tak banyak memikirkan beban itu lah yang harusnya ada buat mereka. Main, main, main, sekolah, main lagi... Belajar dari setiap sendi kehidupan, mengisi kepala dengan optimisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya jadi malu juga baca lagi tulisan sendiri. Kok cerpen saya yang kemarin pesimis kelihatannya. Padahal salah satu tujuan nge-blog ini untuk membangkitkan yang positif-positif saja. Kalo mental lagi jeblog, baca-baca yang positif mungkin bikin semangat terdongkrak lagi. Buat orang lain yang baca juga, biar gak ikut2an pesimis, akhirnya malas baca blog saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya males luar biasa. Pinginnya cuma nongkrong di depan komputer, baca-baca blog orang-orang yang lucu-lucu. Saya lagi suka baca-baca tulisan di blog &lt;a href="http://sahrudin.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Orangnya lucu, pikirannya bebas, ngomongnya keliatan asal tapi enggak asal, sok kampungan padahal sama sekali enggak kampungan. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, kemalasan saya di awal bulan ini pas banget dengan ramalan tarot di &lt;a href="http://www.oshoworld.com/onlinemag/may08/htm/tarot.asp"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Osho magazine&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEO:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indolence and a laid-back attitude will make you feel relaxed for a short while but then soon you feel impatient and lose interest in professional and personal situations.  It is important not to abandon projects on the brink of success.  Financial instability is resolved when business starts moving briskly once again. You may feel a bit restless and lonely and pay wandering visits to friends and family.  Spiritual and religious aspects are of interest to you. Personal relationships are steady, sharing and supportive. Cheer up and make an effort to connect with close friends.  Priorities and important matters need to be resolved rather than put on hold. Lucky number is 8.  Good colour is creamy white.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pas banget... Dia tahu saja, saya lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a bit restless and lonely.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tuh kan, katanya saya mesti rajin-rajin lagi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-5087166736652834452?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/5087166736652834452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/disimpan-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5087166736652834452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5087166736652834452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/disimpan-saja.html' title='Disimpan saja'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SCETmENZhbI/AAAAAAAAAJo/4Wmr86uaBBw/s72-c/optimis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-5735217692831736761</id><published>2008-05-05T00:12:00.015+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:23.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gelisah'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDB7sWUs5HI/AAAAAAAAAKY/Lx7k1gnxiiU/s1600-h/longing+to+go+home.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDB7sWUs5HI/AAAAAAAAAKY/Lx7k1gnxiiU/s200/longing+to+go+home.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201793571449791602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Aku ingin pulang. Aku hanya ingin pulang.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hari ini kusadari, aku telah terlalu lelah berlari jauh, dan melupakan sebuah rumah. Harus kurebahkan, sekujur penat di tubuh yang seolah renta, dan mata yang menjadi lamur sebelum waktunya; mulut yang mendadak ingin membungkam karena lelah bercerita tak tentu arah; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;jiwa yang muak oleh rasa.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Rumah. Apakah begitu jauh berada?&lt;br /&gt;Tidak, rumah itu begitu dekat. Tapi juga seringkali terasa jauh. Aku tak ingin sendiri di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;. Biarkan gunung-gunung, matahari, angin, bintang-bintang, burung-burung dan pohon-pohon yang menemaniku tanpa lelah.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; kosong, namun penuh.&lt;br /&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; sepi, namun ramai.&lt;br /&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; sempit, namun luas.&lt;br /&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; gelap, namun terang.&lt;br /&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; hadir, namun tak ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=""&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rumah, selalu ada kunci untuk memasukkinya.&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Namun mengapa aku di sini?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Aku ingin pulang. Aku hanya ingin pulang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:16;" &gt;"Fish in the Sea is not thirsty"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-weight: normal; font-style: italic;"&gt;- Osho&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-5735217692831736761?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/5735217692831736761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5735217692831736761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/5735217692831736761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/05/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SDB7sWUs5HI/AAAAAAAAAKY/Lx7k1gnxiiU/s72-c/longing+to+go+home.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2765457363209806784</id><published>2008-04-24T18:47:00.009+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:23.923+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah kehidupan'/><title type='text'>Pilih Pacar atau Orang Tua?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SBB5PUNZhYI/AAAAAAAAAJQ/5mpf-v2H40g/s1600-h/choice.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SBB5PUNZhYI/AAAAAAAAAJQ/5mpf-v2H40g/s200/choice.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192783674388088194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Topik ini memang klise.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena kita hidup dalam ‘budaya timur’, sudah banyak &lt;i style=""&gt;lyrics&lt;/i&gt; lagu tentang hubungan cinta yang ditentang orang tua. Sudah banyak konsultasi dan pembahasan mengenai masalah ini di media. Dan banyak pula teman yang curhat tentang masalah ini dengan saya sejak dahulu, sampai masa sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan selalu menganggap anak mereka adalah seorang “anak”, berapa pun usia si anak. Namun sebaliknya urusan percintaan ini akan menjadi sulit bagi pasangan muda tersebut, membuat bimbang dan kesedihan. Menanggapi kebingungan mengenai jalan keluar untuk masalah semacam ini, kadang kala membuat saya bingung harus berkata apa, selain : “Kamu harus berjuang, atau kamu harus memilih.” Membiarkan sebuah masalah tanpa mengusahakan jalan keluar hanya membuahkan kebingungan dan kesedihan yang berlarut-larut.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya sendiri boleh dibilang tak berpengalaman merasakan pertentangan dengan orang tua tentang hubungan saya dengan pacar di masa lalu. Dulu, saat saya masih sangat bau kencur untuk urusan yang satu ini, saya pernah pacaran dengan seseorang yang sangat tidak disukai oleh orang tua saya karena kualitas personal dan sikap pacar saya itu. Orang tua saya tidak melihat hubungan yang sehat dan seimbang dalam hubungan kami. Saya mengetahui hal itu, dan mereka tahu bahwa saya tahu. Tapi tak ada kata larangan dari mereka. Mengingat hal itu di masa-masa sekarang, membuat saya mengagumi kejelian pikiran ayah saya dan berterima kasih atas kebijaksanaannya. “Jangan dilarang,” katanya. “Melarang malah akan membuat dia makin membela dan mempertahankan hubungannya mati-matian,” katanya pada ibu saya. “Kalau ada nasib, dia (maksudnya saya) akan terbuka matanya, dan mampu membuat pilihan yang lebih baik.”&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mereka sungguh-sungguh tidak pernah melarang saya, dan menerima mantan pacar saya itu dengan biasa-biasa saja saat dia datang ke rumah. Kemudian, setelah hampir satu tahun pacaran, terbuktilah kata-kata orang tua saya. Putusnya hubungan saya dengan mantan pacar saya itu tentunya melegakan hati orang tua saya, walaupun tentu saja mereka tak mengatakannya pada saya saat itu. Namun mereka tetap memberi perhatian pada kondisi saya yang patah hati. Memiliki ayah dan ibu seperti mereka, membuat saya merasa selalu diterima dan dicintai dalam kondisi apapun. Di kemudian hari saya tahu, bahwa penghakiman pada anak hanya akan berbuah pemberontakan dan 'tergoresnya' suatu hubungan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bermacam-macam curhat dari teman membuahkan respon yang berbeda-beda dari saya, tergantung kondisinya. Walaupun inti pembahasan yang saya sodorkan sebenarnya tetap sama, bahwa ‘hidup ini adalah pilihan.’ Memilih tindakan yang manapun, akhirnya menghadapkan kita pada resiko yang selalu harus diterima dengan lapang dada. Tak ada gunanya menyalahkan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seperti kata Stephen Covey, kita selalu berada di antara &lt;b style=""&gt;rangsangan&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;tanggapan&lt;/b&gt;. “&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Antara rangsangan dan tanggapan terdapat sebuah ruang. Di ruang itu terdapat kebebasan dan kemampuan kita untuk memilih tanggapan kita. Dalam pilihan-pilihan kita terdapat perkembangan dan kebahagiaan kita.” (Stephen Covey, in The 8&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; Habit)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Memilih kebahagiaan orang tua, berarti siap untuk melepaskan sebuah hubungan dengan pacar dan menerima kondisi kesedihan yang akan berlangsung sementara. Harus hanya sementara, karena jika kesedihan ini berlanjut seumur hidup, hilanglah artinya menerima konsekuensi dengan lapang dada. Cari pacar baru…, siapa takut! Hehe.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Memilih pendamping hidup yang ditentang itu berarti siap memberi pengertian pada orang tua, siap berjuang supaya dia diterima, dan kalau sudah kepepet yah bersiap untuk ‘kawin lari’ dalam kondisi sadar. Hehe. Juga bersiap untuk menghadapi kemarahan, kesedihan, dan sakit hati orang tua. Ini juga seharusnya hanya sementara, karena sebaiknya disertai dengan semangat berdamai kembali saat semua kemarahan sudah reda. Memperjuangkan bahwa pilihan yang selama ini dianggap buruk oleh orang lain belum tentu buruk. Juga berusaha dan berharap hendaknya ada sesuatu yang akan menyadarkan sang orang tua. Karena orang tua yang terus-menerus memelihara sakit hati pada anaknya, hanya akan membuat semuanya menderita.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Memang memperjuangkan seorang kekasih yang tidak disetujui tentunya harus siap menghadapi banyak penderitaan mental. Seseorang seperti saya, akan berusaha melindungi supaya pacar saya tidak menderita menghadapi keluarga saya. Rasa kasihan pada pasangan, akan melemahkan semangat berjuang, di samping rasa kasih yang besar pada orang tua sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada sahabat tertentu yang pernah saya tahu tentang latar belakang kehidupan asmaranya, pernah ikut merasakan kesulitan dan penderitaannya, simpati saya pada masalahnya seringkali besar. Kadang kala ingin rasanya saya membantunya menjadi seorang pemberontak. Memberontak atas dasar keyakinan karena menemukan seseorang untuk saling berbagi kebahagiaan dan kesedihan sampai hari tua. Memberontak karena menemukan seseorang yang akan diterima dengan segala konsekuensinya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya menghargai sebuah perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang diyakini baik adanya. Pasangan hidup yang cocok, seimbang, saling menyayangi dan mendukung perkembangan masing-masing, adalah baik adanya. Walaupun tidak menutup kemungkinan untuk melepas ‘kaca mata kuda’ yang hanya memungkinkan melihat ke ‘satu arah’, bahwa hanya ada satu manusia yang layak untuk mendampingi dan didampingi oleh kita. Saya mengatakan ini, karena dalam hidup ini saya menemukan manusia-manusia yang baik di mana-mana. Manusia-manusia yang mampu dan mau menjadi pasangan yang bertanggung jawab.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi orang tuanya bukanlah orang tua saya, sehingga rasanya saya tak berhak juga menjadi pihak yang mati-matian mengompori sebuah kawin lari. Pilihan ada padanya. Selain itu, ego saya membuat saya tak sepenuhnya rela menanggung kemarahan keluarganya. Kalau orang tua sahabat saya sakit, saya tak rela pula menanggung rasa bersalah. Hehe. Yah, manusia memang paling cinta pada dirinya sendiri. Yang hampir selalu saya lakukan hanyalah membuka pikiran sahabat saya pada berbagai kemungkinan tindakan untuk memperjuangkan hal ini. Atau mencoba membuka pikirannya untuk menganalisa situasi yang dia hadapi untuk menentukan langkah selanjutnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jodoh itu pilihan (nasib) atau takdir? Selama ini saya selalu tak yakin saat menjawab pertanyaan ini. Yang saya percaya, jodoh sebagai bagian dari lingkaran karma (hukum sebab-akibat). Tapi karma sendiri tidak mutlak adanya, karena semua terkait dengan pilihan yang kita buat setiap saat. Mungkin boleh dibilang, saya percaya keduanya: jodoh adalah nasib dan takdir sekaligus. Sehingga pada akhirnya yang penting menurut saya hanya &lt;i style=""&gt;menikmati anugerah kebebasan untuk tak henti-hentinya membuat pilihan-pilihan, dalam setiap detik kehidupan kita.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2765457363209806784?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2765457363209806784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/pilih-pacar-atau-orang-tua.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2765457363209806784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2765457363209806784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/pilih-pacar-atau-orang-tua.html' title='Pilih Pacar atau Orang Tua?'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SBB5PUNZhYI/AAAAAAAAAJQ/5mpf-v2H40g/s72-c/choice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-3628586138678290730</id><published>2008-04-18T18:05:00.008+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:24.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik dan saya'/><title type='text'>Something Good</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAiGKIbom1I/AAAAAAAAAJA/5SJridAnOT8/s1600-h/Bubbles+of+Happiness.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAiGKIbom1I/AAAAAAAAAJA/5SJridAnOT8/s200/Bubbles+of+Happiness.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190546079164701522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;Something Good&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Perhaps I had a wicked childhood&lt;br /&gt;Perhaps I had a miserable youth&lt;br /&gt;But somewhere in my wicked, miserable past&lt;br /&gt;There must have been a moment of truth&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;For here you are, standing there, loving me&lt;br /&gt;Whether or not you should&lt;br /&gt;So somewhere in my youth or childhood&lt;br /&gt;I must have done something good&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Nothing comes from nothing&lt;br /&gt;Nothing ever could&lt;br /&gt;So somewhere in my youth or childhood&lt;br /&gt;I must have done something good&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;For here you are, standing there, loving me&lt;br /&gt;Whether or not you should&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;So somewhere in my youth or childhood&lt;br /&gt;I must have done something good&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Nothing comes from nothing&lt;br /&gt;Nothing ever could&lt;br /&gt;So somewhere in my youth&lt;br /&gt;Or childhood&lt;br /&gt;I must have done something. . .&lt;br /&gt;Something good&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;The Sound of Music soundtrack&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What a very nice musical movie...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and I love that song lyrics : )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I often remember this song when I think about &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;everything good&lt;/span&gt; in my life, especially &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;family&lt;/span&gt; things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-3628586138678290730?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/3628586138678290730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/something-good.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3628586138678290730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3628586138678290730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/something-good.html' title='Something Good'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAiGKIbom1I/AAAAAAAAAJA/5SJridAnOT8/s72-c/Bubbles+of+Happiness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-1139040595197393666</id><published>2008-04-16T21:49:00.005+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:24.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Saat Derita Mengganggumu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAYT_obomyI/AAAAAAAAAIo/XUFOv36z-rk/s1600-h/tired+to+listen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAYT_obomyI/AAAAAAAAAIo/XUFOv36z-rk/s200/tired+to+listen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189857604497087266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kenapa sih, masih saja bertahan dengan pendapatmu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Masih saja menuruti perasaanmu yang itu-itu saja?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Masih memanjakan kesedihan dan dukamu, tanpa mau mengubah cara pandangmu?&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;                  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Coba kau luangkan sedikit waktu untuk mengerti kata-kataku.&lt;br /&gt;Walaupun aku tahu, kata-kata bukan penyelesaiannya.&lt;br /&gt;Mungkin dengan sedikit menepikan dirimu, kau mendapatkan sesuatu dari pendapatku.&lt;br /&gt;Seperti aku meluangkan waktu untuk mendengarkan dan memikirkan masalahmu.&lt;br /&gt;Bukan aku pamrih dan ingin ikut didengarkan.&lt;br /&gt;Semua yang ku katakan untuk kebaikanmu.&lt;br /&gt;Karena aku ingin peduli.&lt;br /&gt;Karena aku tahu hidupmu sudah cukup sulit tanpa kesedihanmu ini.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Aku tahu, kadangkala kau hanya butuh didengar, bukan pendapat.&lt;br /&gt;Karena di mana-mana, keinginan bicara seringkali lebih besar daripada keinginan untuk mendengar.&lt;br /&gt;Tapi situasi membuatku harus menanggapimu.&lt;br /&gt;Walaupun topik yang kau ketengahkan, sudah tidak ‘hangat’ lagi dalam hidupku yang sekarang.&lt;br /&gt;Karena kalau aku hanya mendengarkan tanpa berkomentar, kau akan mengira aku tak peduli padamu,&lt;br /&gt;dan resiko menipisnya persahabatan yang kita bangun.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jadi aku memikirkan kata-katamu dan mencoba meletakkan diriku pada posisimu.&lt;br /&gt;Kemudian berpikir jalan keluar yang mungkin tepat buatmu.&lt;br /&gt;Memberi petunjuk-petunjuk untuk membongkar ilusi yang membutakan matamu,&lt;br /&gt;yang menutup pandangan pada dirimu yang sebenarnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Mendengarkanmu lagi.&lt;br /&gt;Mencoba memahami lagi.&lt;br /&gt;Berpikir lagi.&lt;br /&gt;Berbicara lagi.&lt;br /&gt;Begitu seterusnya sampai aku jenuh. Maafkan aku.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kadang-kadang memang aku jadi tak ingin peduli, karena kau terlihat tak mau memikirkan segala nasihatku.&lt;br /&gt;Jurus pengembangan diri, teknik me-&lt;i style=""&gt;manage&lt;/i&gt; sakit hati, pemahaman spiritual, ku coba sodorkan.&lt;br /&gt;Bukan karena aku memamerkan pengetahuanku.&lt;br /&gt;Bukan karena aku mencoba menggurui.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Aku hanya ingin kau belajar membongkar isi kepalamu yang penuh ilusi.&lt;br /&gt;Jujur pada dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Meneropong ke dalam dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Menolong dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Karena hanya engkau yang dapat menolong dirimu.&lt;br /&gt;Bukan aku atau lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ya, aku akui, kadang-kadang terlintas juga…&lt;br /&gt;Jika kau segera menolong dirimu sendiri,&lt;br /&gt;kau tak lagi membutuhkan banyak waktu untuk kita membahasnya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ah, bodohnya…&lt;br /&gt;kenapa saat ini aku masih membawa-bawa ceritamu di pundakku?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tapi tak ku sangkal, berkat kekeraskepalaan-mu itu,&lt;br /&gt;aku juga mendapat sesuatu.&lt;br /&gt;Membuatku meluangkan waktu untuk mempelajari diriku sendiri.&lt;br /&gt;Mengerti sumber masalah manusia.&lt;br /&gt;Yang kadangkala ternyata tak banyak pula variasinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sedikit malu, kemudian ku sadari bahwa aku juga pernah sepertimu.&lt;br /&gt;Bahkan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;seringkali&lt;i style=""&gt; sepertimu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Membuatku menertawai kekonyolanku di masa lalu.&lt;br /&gt;Ternyata kita sama saja.&lt;br /&gt;Melewati proses kehidupan dengan reaksi yang tak banyak berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Akhirnya,&lt;br /&gt;mengingatkanku untuk setiap waktu selalu belajar memahami,&lt;br /&gt;bahwa &lt;b style=""&gt;semua akan berlalu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Aku juga ingin, besok atau lusa,&lt;br /&gt;Kau menengok ke belakang, dan mendapati bahwa semuanya telah selesai.&lt;br /&gt;Selesai dengan baik atau tidak sama saja.&lt;br /&gt;Karena toh sudah selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Curhat seorang “psikolog dadakan di hari Rabu”&lt;br /&gt;dan seringkali juga di hari-hari lainnya…&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-1139040595197393666?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/1139040595197393666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/saat-derita-mengganggumu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1139040595197393666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/1139040595197393666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/saat-derita-mengganggumu.html' title='Saat Derita Mengganggumu'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAYT_obomyI/AAAAAAAAAIo/XUFOv36z-rk/s72-c/tired+to+listen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2330395474098224376</id><published>2008-04-14T23:55:00.005+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:24.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Foto Keluarga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAOPoIbomwI/AAAAAAAAAIY/XRSJno0v0Ds/s1600-h/family+photo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAOPoIbomwI/AAAAAAAAAIY/XRSJno0v0Ds/s400/family+photo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189149115281873666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;(klik gambar untuk perbesar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jam 11 malam bikin foto keluarga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKAKAKAKAKAKAKHAKHAKK....!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2330395474098224376?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2330395474098224376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/foto-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2330395474098224376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2330395474098224376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/foto-keluarga.html' title='Foto Keluarga'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAOPoIbomwI/AAAAAAAAAIY/XRSJno0v0Ds/s72-c/family+photo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-2783327992622126293</id><published>2008-04-13T19:20:00.007+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:25.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Iseng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAH-wIbomsI/AAAAAAAAAHw/ur5WyMWofpg/s1600-h/familys+party.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAH-wIbomsI/AAAAAAAAAHw/ur5WyMWofpg/s400/familys+party.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188708348558088898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu sore, bosen &amp;amp; sumpek...&lt;br /&gt;Nemu &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);" href="http://www.sp-studio.de/"&gt;website lucu&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/span&gt;... hihihi...&lt;br /&gt;Ini hasil karya iseng... : D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;(klik gambar untuk perbesar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekeluarga lagi party akhir taon :&lt;br /&gt;Dari kiri ke kanan :&lt;br /&gt;Guests: Uncle John, Auntie Nancy&lt;br /&gt;Mom, Dad, Grandpa, Grandma&lt;br /&gt;Jack, Drew, Cindy, Baby Lucy&lt;br /&gt;Guests: Linda, Patrick (crying), Jimmy (naughty boy)&lt;br /&gt;Mas koki lagi sibuk nyiapin makanan buat semuanya, dan mbak pelayan lagi bantuin : )&lt;br /&gt;Oom Santa &amp;amp; oom Magician juga ikut meramaikan acara lhoo..... : ))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-2783327992622126293?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/2783327992622126293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/iseng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2783327992622126293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/2783327992622126293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/iseng.html' title='Iseng'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/SAH-wIbomsI/AAAAAAAAAHw/ur5WyMWofpg/s72-c/familys+party.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-3479061866991505691</id><published>2008-04-11T11:09:00.006+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:25.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Handphone &amp; wandering mind...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_7miJFGpCI/AAAAAAAAAHg/_578ojAovr4/s1600-h/00727_aquacool.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_7miJFGpCI/AAAAAAAAAHg/_578ojAovr4/s200/00727_aquacool.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187837295004656674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Yeeiii….! Indosat turun tarif pulsa telepon &amp;amp; SMS. Lumayan lah… Mengobati kesebalan saya dengan jaringan Indosat yang sudah sekitar dua minggu ini sering &lt;i style=""&gt;error&lt;/i&gt; terutama paling parah-parahnya pada sekitar jam 7 malam. Memang makin lama harus makin murah, kalau bisa jaringan makin bagus, karena persaingan ketat dengan GSM lain. Sudah malas ganti nomor Matrix saya ini. Nomor hp saya memang enggak pernah ganti, sejak tahun 1999, sejak saya pertama kali punya &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt; waktu awal saya kerja pertama kali setelah lulus kuliah.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat…, &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt; pertama saya dulu merk Phillips, tipenya lupa, modelnya masih ingat, warna biru, body-nya montok bulat-bulat. Hihihi… &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sampai &lt;i style=""&gt;boss&lt;/i&gt; saya bilang, “Hp kamu lucu, kayak mainan.” Ya iya lah.., dibandingkan dia yang dulu pakai Motorola V-series yang tahun itu harganya udah 4 juta, rasanya hp saya memang kayak hp anak-anak. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Harganya Rp. 1,1jt waktu itu, kalau tidak salah. Dan waktu itu saya paling suka pakai &lt;i style=""&gt;ring tone&lt;/i&gt; lucu lagu “&lt;i style=""&gt;Old Mc Donald had a farm&lt;/i&gt;”. Hp itu saya pakai sampai jadi bangkai, mati, rusak… Yah memang saya enggak suka gonta-ganti hp. Selain nggak banyak uang, sayang buang-buang uang untuk barang yang saya hargai secara fungsionalnya saja, dan memang enggak hobi kali yaa… Makanya saya paling jengkel kalo kehilangan hp, karena selain barang ini selalu saya jaga dan biasanya selalu mulus, boros beli2 lagi. Biar gak keren gak apa, yang penting bisa telp dan kirim sms, dan selalu ada pulsanya. Hehe… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah beberapa tahun terakhir, hp saya Sony Ericsson melulu. Saya enggak pernah pakai Nokia, tahu deh… nggak suka aja. Modelnya jarang ada yang saya suka, dan rasanya fitur &amp;amp; harganya nggak sesuai, mahal! Ah, sudahlah.. nanti saya dikomplain oleh penggemar Nokia. Sebenarnya saya suka model-model hp Motorola, tapi model yang saya suka biasanya ternyata yang mahal.hehehe... Saya suka yang simpel aja, bentuknya biasanya kotak, mungkin dalam hal ini selera saya agak sedikit maskulin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat juga, &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt; pertama saya yang merk Phillips itu &amp;amp; kartu perdananya dulu dibelikan oleh ‘camer’ (calon mertua) yang sekarang jadi mertua saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gara-garanya camer saya waktu itu khawatir dengan saya yang tiap hari kerja pulang-pergi naik bis Tangerang-Jakarta (waktu itu kantor saya di Cikini). Karena tahu saya belum punya duit untuk beli hp, jadi saya dibelikan hp supaya selalu bisa dihubungi. Mertua saya memang perhatian sekali dari dulu sampai sekarang, sering bikin terharu. Dari dulu rasanya saya lebih banyak diberi perhatian daripada memperhatikan. Mantan camer saya ini berkontribusi besar dalam berkembangnya perasaan saya terhadap mantan pacar (yang sekarang jadi suami) saya pada awal-awal masa pacaran. Hihihi… Saya jadi makin sayang dan mantap sama dia sejak ketemu keluarganya yang baik banget terhadap saya yang serba biasa-biasa saja ini. Terutama Mama mertua saya, duh… asyik banget orangnya! Enak diajak ngobrol, pintar, terbuka, lucu, dan lebih modis dari saya.hehehe... Saya jadi berangan-angan, kalau suatu hari saya jadi mertua seseorang, saya pingin jadi mertua sebaik dia dan punya hubungan sedekat yang kami punya sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jadi banyak curhat hari ini. Pikiran lagi banyak melayang-layang sejak kemarin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Semalam rasanya saya gelisah… pingin meditasi tapi kurang bersemangat. Malam-malam saya turun buka internet di ruang kerja, baca-baca artikel di web site-nya &lt;b style=""&gt;&lt;a href="http://www.oshoworld.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Osho&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Duh, baru terasa kangennya… Belakangan saya lebih sering baca blog orang yang lucu-lucu, yang bikin ketawa-ketiwi sendiri di depan monitor, jadi lupa buka &lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;a href="http://www.oshoworld.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;website favorit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; saya ini. Baca-baca di sini selalu bikin saya lebih gembira dan gelisah saya mereda. Pergi tidur jadi lebih nyaman dan bawa pikiran yang positif. Gara-gara baca lagi artikel tentang ‘&lt;a href="http://www.oshoworld.com/meditation/meditations.asp?news_id=about#4.%20Creating%20a%20space%20for%20meditation"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;creating a space for meditation&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;’, saya jadi berkhayal suatu hari ingin punya ruang khusus untuk meditasi. Cuma ruang kosong dengan matras kecil, dengan jendela yang bisa terbuka lebar dan AC yang bisa distel kalo lagi terlalu panas. Supaya jadi tempat mampir dalam keseharian saya, dan bisa saya tempel tulisan di depannya: ‘don’t disturb, please’. Cieee… kayak orang sibuk yang sering diganggu aja..! hihihihi……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-3479061866991505691?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/3479061866991505691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/handphone-wandering-mind.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3479061866991505691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/3479061866991505691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/handphone-wandering-mind.html' title='Handphone &amp; wandering mind...'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_7miJFGpCI/AAAAAAAAAHg/_578ojAovr4/s72-c/00727_aquacool.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-4607530601057887142</id><published>2008-04-11T09:51:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:25.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>SOSOK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_7UCJFGpBI/AAAAAAAAAHY/Bnutec5c7XE/s1600-h/Sosok.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_7UCJFGpBI/AAAAAAAAAHY/Bnutec5c7XE/s200/Sosok.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187816954039542802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Saya selalu kagum dengan wartawan kompas yang menulis di kolom SOSOK, selain terutama sering kagum dengan orang-orang yang jadi &lt;i style=""&gt;object&lt;/i&gt; berita itu. Bisa-bisanya dapat berita dari pelosok-pelosok desa, ketemu “orang-orang hebat” yang sebelumnya tidak pernah disorot media. Maksud saya dengan ‘orang hebat’ bukan karena keberhasilannya dalam mengumpulkan materi atau pintar luar biasa, tapi mereka yang menginspirasi saya dengan kehidupan yang ‘kaya nilai’. Mereka yang menerapkan KISS (&lt;i style=""&gt;Keep It Simple, Stupid!&lt;/i&gt;) yang malah melahirkan ide-ide orisinil yang &lt;i style=""&gt;brilliant&lt;/i&gt; yang akhirnya berguna buat hidup orang banyak dan tetap harmonis dengan alam; mereka yang hidup sederhana tapi ‘lurus’ dan tetap semangat berkarya. Bahkan kadang-kadang mereka yang terlihat hidupnya ‘nrimo’ dan susah, justru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu mengungkapkan filosofi hidup mereka sendiri, yang kadang bikin mata saya berkaca-kaca dan sekaligus introspeksi diri. Mereka-mereka yang hanya petani, peternak, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tukang masak mesjid, pengusaha industri kecil, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Seringkali saya jadi melihat mereka yang di kolom sosok itu, yang tampil dengan pakaian lusuh dan berlepotan tanah, dengan kulit hitam karena banyak terpanggang matahari di sawah, lebih melakukan kerja nyata dan kualitas hidup yang lebih tinggi dibanding pejabat yang bisanya hanya bicara melulu malah korupsi pula seperti suaminya penyanyi dangdut yang kemarin beritanya jadi &lt;i style=""&gt;headline&lt;/i&gt; di koran-koran itu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mereka jelas berguna buat orang banyak dan negara, karena ide-ide sederhananya membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan memelihara alam, bukannya mau merusak hutan lindung. Ah sudahlah… saya jadi sok menghakimi..hehehe… &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Padahal saya sendiri juga sering jadi minder dengan orang-orang hebat itu, karena di usia saya sekarang kok rasanya hidup saya begini-begini saja. Pernahkah saya menghasilkan sesuatu yang bernilai untuk banyak orang? Sedangkan mengurus hidup sendiri saja masih berlepotan dan tidak disiplin menjalani kewajiban saya. Ah, saya mau lebih baik hari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;    Pikir saya seringkali, “Enaknya jadi wartawan…, dalam pekerjaannya dia melihat macam-macam kehidupan seperti itu ‘&lt;i style=""&gt;live’&lt;/i&gt; di depan mata, merasakan sendiri makna dari pertemuan dengan berbagai orang-orang yang menarik itu.” Biasa lah… saya memang banyak maunya, kata suami saya.hehehe..&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-4607530601057887142?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/4607530601057887142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/sosok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4607530601057887142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4607530601057887142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/sosok.html' title='SOSOK'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_7UCJFGpBI/AAAAAAAAAHY/Bnutec5c7XE/s72-c/Sosok.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-4740527553256142605</id><published>2008-04-09T19:01:00.011+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:26.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Cinta, hanya Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_y8TzXjwXI/AAAAAAAAAHI/S-M7S1wARpM/s1600-h/daon+coy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_y8TzXjwXI/AAAAAAAAAHI/S-M7S1wARpM/s200/daon+coy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187227919216525682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Hari ini aku memikirkan tentang cinta.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cinta yang tak dapat terlihat, tapi selalu dapat dirasa. Begitu banyak cinta dan keindahan dalam hidupku. Cinta dan keindahan yang mampu kurasa walau hidup dalam ribuan kegelisahan yang tak pernah reda dalam jiwaku. Kadang kucoba tuangkan kata demi kata untuk melukiskannya, walau ternyata ribuan kata tak pernah mampu menceritakan gunungan cinta yang kutemui dalam hidupku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; luapan ego yang berwajah semanis cinta, dan ada cinta yang murni yang justru tak berwajah. Mereka aku temukan dalam cinta pada orang tua; cinta pada pasangan; cinta dalam hubungan persaudaraan dan persahabatan. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; jatuh cinta yang merupakan kecanduan, dan jatuh cinta yang merupakan luapan kekaguman tak terkatakan. Aku menadahi tetesan embun cinta ini dari alam dan keindahan; dari kehidupan; dari cinta yang mendekati Tuhan itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Perasaan resah setiap kali membuncah saat aku ingin menulis dan bercerita pada diriku sendiri, namun tak kutemukan sedikit pun kata-kata yang tepat. Walaupun akhirnya setiap kali kusadari, bahwa keheningan-tak-terkatakan itu juga cinta. Bahkan mungkin cinta yang paling murni, yang hampir menemukan wujud yang sesungguhnya. Ternyata alangkah indahnya dunia tanpa kata-kata, walaupun kata-kata itu sendiri indah. Cinta tak butuh kata-kata. Namun kata-kata dapat mengalirkan aneka warna cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jika aku tak pernah mengenal duka, maka tak pernah ku kenal cinta. Seperti sebuah bandul yang tak akan berhenti hanya pada satu sisi dan selalu bergerak ke sisi yang lain, begitu pula cinta dan duka. Jika hanya cinta saja yang aku rasakan, akhirnya cinta itu jadi hambar, tak punya rasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Saat aku tak mencinta, ku raup kenikmatan tanpa ingin memberi balasnya. Kuhisap madu yang manis tanpa ingin berbagi rasa. Ku lontarkan api bagi apa pun yang membuatku takut. Ku bakar tak bersisa. Tak kuhiraukan nurani yang penuh cinta memanggil-manggilku pulang ke rumah asalku berada. “Diamlah,”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kataku. “Aku akan mencinta besok saja.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Saat luapan ego berbalut manis dalam kata cinta, aku serahkan segala yang aku punya demi segelas penuh anggur perayaan. &lt;i style=""&gt;Toast&lt;/i&gt;. Ku rayakan tumpah ruahnya kekaguman dan pelayanan. “Cintai aku, karena aku telah mencintaimu,” kataku bangga namun gelisah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Namun ada kalanya ku temukan seraut wajah mencibir pongah. “Maaf, aku tak dapat menuangkan anggurku untukmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Tak mengapa,” kataku dengan wajah berbalut kecewa. “Aku manusia penuh cinta dan maaf. Tak mengapa,” kataku sambil berurai air mata. Padahal ku tahu, cinta sejati tak membuat sengsara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kadang-kadang aku tak menerima penolakanmu. “Pergilah. Aku tak butuh cintamu!”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lidah api marah dan pongah menyala-nyala dalam mataku. Padahal ku tahu, cinta sejati tak mengumbar amarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; kalanya aku juga tertawa bijaksana. “Tak mengapa. Cintaku tak perlu dibalas,” kataku dengan tangan terulur penuh rasa bersahabat. Namun terselip rasa bangga, “Aku memang luar biasa.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ternyata aku menderita. Akhirnya ku tahu, cinta di duniaku banyak meminta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pernah ku temukan seraut wajah yang ingin selalu ku belai dengan cinta, ku jaga tangga yang akan membawanya tinggi mencapai bintang. Tak ingin ku lepaskan pandanganku darinya. Sel-sel otakku yang senantiasa berubah itu, mengatakan padaku seluruh dirinya adalah yang paling indah. Separuh kegembiraanku hilang jika dia tak terjangkau dalam pandangan. Aku ingin menjaganya sampai aku mati. Aku ingin memilikinya. Aku serakah. Aku jadi gila. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; dua pilihan. Aku bisa memilih menjadi gila dalam bahagia, namun dengan kesedihan menunggu di jendela. Aku juga bisa memilih untuk menjadi waras dan bahagia seutuhnya. Sehingga kehadiran itu tak lagi penting. Sehingga kegembiraan dan kekecewaan itu tidak lagi penting. Sehingga hidup atau mati itu tidak penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Apakah aku berhak atas seujung rambutnya?” Aku bertanya pada hening. Ku temukan jawabnya, “Tidak.” Karena dia bukan milik siapa-siapa. Dia adalah milik dirinya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pernah ku bayangkan wajah yang ku cinta rusak mengeluarkan darah, tak lagi indah. Ku temukan rambutnya terpotong, jatuh terburai dan mati. Tangannya yang indah menjadi lumpuh dan tak lagi dapat menolongku. Mendapati otaknya terdiam tak berguna. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ku buka dadanya dan mendapati detak jantungnya dapat dihentikan begitu mudahnya, sehingga aku tak lagi berada di dalam debarannya. Kini aku tahu, semuanya tak pernah kekal. Lalu siapa dan apa yang harusnya ku cinta?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tunggu. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; setitik cahaya di dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Tak pernah terusik dan luar biasa indah. Sekejap mataku terbuka. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ku temukan cahaya yang sama murninya di mana-mana! Di mana-mana! Di darat, di laut, dan di udara. Di segala penjuru mata angin. Oh, aku jatuh cinta yang sebenar-benarnya! Aku tak dapat berkata-kata. Aku hanya bisa mencinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ku coba meraih setitik cahaya. Tak tersentuh, hanya kosong belaka. Setiap cahaya menari-nari begitu indahnya. Semua indah apa adanya. Ya, semuanya baik-baik saja. Sesaat aku tahu apakah Cinta itu. Hanya hening, yang bergaung dan bergemuruh tak henti-hentinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-4740527553256142605?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/4740527553256142605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/cinta-hanya-cinta.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4740527553256142605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/4740527553256142605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/cinta-hanya-cinta.html' title='Cinta, hanya Cinta'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_y8TzXjwXI/AAAAAAAAAHI/S-M7S1wARpM/s72-c/daon+coy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-145608219433907603</id><published>2008-04-01T15:38:00.006+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:26.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='love'/><title type='text'>Jangan Berubah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_H44TXjwRI/AAAAAAAAAGY/f2-SZ4PKBPs/s1600-h/jones-deborah-bear-hug-2506566.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_H44TXjwRI/AAAAAAAAAGY/f2-SZ4PKBPs/s200/jones-deborah-bear-hug-2506566.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184198292235600146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Kamu,&lt;br /&gt;Saat aku merenungkanmu, cerita ini sering terngiang di kepalaku, karena mewakili isi hatiku padamu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terima kasih&lt;/span&gt;, karena engkau tetap mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;JANGAN BERUBAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku sudah lama mudah naik darah. Aku serba kuatir, mudah tersinggung dan egois sekali. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setiap orang mengatakan bahwa aku harus berubah. Dan setiap orang terus-menerus menekankan, betapa mudah aku menjadi marah.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku sakit hati terhadap mereka, biarpun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka. Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak berdaya untuk berubah, betapapun aku telah berusaha.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku merasa paling tersinggung ketika sahabat karibku juga mengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus-menerus mendesak supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meskipun aku tidak bisa membencinya. Aku merasa sama sekali tak berdaya dan terpasung.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Namun pada suatu hari ia berkata kepadaku:&lt;br /&gt;'Jangan berubah! Tetaplah seperti itu saja. Sungguh, tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku mencintaimu sebagaimana kau ada. Aku tidak bisa tidak mencintaimu.'&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kata-kata itu berbunyi merdu dalam telingaku: 'Jangan berubah. Jangan berubah. Jangan berubah ... Aku mencintaimu.'&lt;br /&gt;Dan aku menjadi tenang. Aku mulai bergairah. Dan, oh, sungguh mengherankan, aku berubah!&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sekarang aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sebelum aku menemukan orang yang tetap akan mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Engkau mencintaiku seperti itu, Tuhan?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;(Dari: Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-145608219433907603?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/145608219433907603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/jangan-berubah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/145608219433907603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/145608219433907603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/04/jangan-berubah.html' title='Jangan Berubah'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R_H44TXjwRI/AAAAAAAAAGY/f2-SZ4PKBPs/s72-c/jones-deborah-bear-hug-2506566.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-9006018707729985459</id><published>2008-03-30T08:55:00.005+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:26.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diary'/><title type='text'>Iridology</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R-7zuTXjwQI/AAAAAAAAAGM/-af7i8zg4sA/s1600-h/eye.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R-7zuTXjwQI/AAAAAAAAAGM/-af7i8zg4sA/s200/eye.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183348197948637442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemarin saya ke klinik &lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iridology"&gt;Iridology&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, atas rekomendasi dari mertua, sehubungan dengan usaha punya &lt;i style=""&gt;baby&lt;/i&gt;. Saya dulu udah pernah baca ttg &lt;i style=""&gt;iridology&lt;/i&gt; ini, udah lama banget, di majalah Intisari. Kayaknya hebat banget alam semesta ini, bisa lihat semua penyakit dari mata. Jadi pingin tau juga..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah selesai periksa, saya &lt;i style=""&gt;surprise&lt;/i&gt; lihat harga total obat herbal yg diresepkan untuk saya, kok mahal juga… Jadi mikir-mikir lagi, beli gak ya… Buat satu bulan, obat yang diresepkan untuk saya sekitar Rp. 650.000,-. Mahal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya telepon kakak ipar saya yang dokter. Respon pertama dia, “Ngapain sih lu sampe nyasar ke klinik begituan?” Ups… kaget saya! Trus dia jelasin bla-bla-bla… tentang ketidakpercayaan dia sama &lt;i style=""&gt;iridology.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi rupanya &lt;i style=""&gt;Iridology&lt;/i&gt; ini memang nggak diakui sama dunia kedokteran. Saya nggak jadi beli obatnya, yang kalau saya baca sepertinya memang mirip vitamin saja. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang dari metoda Ayurveda (&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;), ada yang resep dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Semuanya udah berbentuk tablet. Selain karena saya merasa obat-obatnya mahal, saya juga udah terlanjur ragu dengan diagnosanya si “dokter” &lt;i style=""&gt;iridology&lt;/i&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelumnya, di dalam ruangan periksa si “dokter” &lt;i style=""&gt;iridology&lt;/i&gt; cerita tentang kehebatan obat-obat herbalnya sehingga pasien-pasien yang sakitnya parah (kanker, stroke, gila, dll) bisa sembuh dengan obat-obatan herbal mereka. Tapi ada juga beberapa pertanyaan saya, yang saya rasa tidak dia jawab dengan memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rupanya &lt;i style=""&gt;Iridology&lt;/i&gt; ini dianggap cara diagnosa yang salah di dunia kedokteran. Baru deh pulangnya saya baca-baca tentang &lt;i style=""&gt;iridology&lt;/i&gt;, ada yang bunyinya positif tapi juga banyak &lt;i style=""&gt;statement&lt;/i&gt; negatif mengenai &lt;i style=""&gt;iridology&lt;/i&gt;. Tapi saya udah malas untuk mencoba. Mau coba akupuntur aja ah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lagi pula, kenapa kemarin-kemarin saya gak terpikir untuk cari info di internet ya…?  f ^_^    Dasar “telmi”.  Pelajaran moral nih: cari info dulu di internet sebelum mencoba sesuatu (apalagi menyangkut pengobatan) yang belum pernah dikenal. Atau, tanya sama orang lain yang bukan awam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8805849222671187323-9006018707729985459?l=veridiana-vm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/feeds/9006018707729985459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/03/iridology.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/9006018707729985459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8805849222671187323/posts/default/9006018707729985459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://veridiana-vm.blogspot.com/2008/03/iridology.html' title='Iridology'/><author><name>Veridiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00343545601882152364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/S8e3yvRMfUI/AAAAAAAAAXE/OqWAoMItxXk/S220/150220102466.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R-7zuTXjwQI/AAAAAAAAAGM/-af7i8zg4sA/s72-c/eye.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8805849222671187323.post-881946285613745405</id><published>2008-03-25T09:36:00.012+07:00</published><updated>2008-12-13T06:10:26.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><title type='text'>Tibet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R-hqbzXjwNI/AAAAAAAAAFw/0UYx8-xIf-E/s1600-h/mkr-tibet-031.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tUotVVOKIWw/R-hqbzXjwNI/AAAAAAAAAFw/0UYx8-xIf-E/s200/mkr-tibet-031.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181508397167788242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya selalu sedih bercampur marah jika membaca berita di Kompas tentang penindasan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; terhadap &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;. Ingin rasanya ikut berseru bersama Richard Gere, “Batalkan penyelenggaraan Olympiade China 2008 !”  Karena otomatis keluar suara-suara penuh penghakiman dalam diri saya. Rasanya tidak pantas pesta Olympiade yang sangat mendunia itu diselenggarakan di sebuah negara yang tidak menghargai hak-hak asasi manusia. Walaupun saya mengagumi kenyataan bahwa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; begitu unik dan indah, yang saya lihat dari literatur kebijaksanaan dan peradaban &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; kuno dan kekayaan budaya dalam hidup rakyat &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;. Rasanya tak pantas memakai moto “One World, One Dream” jika masih menjunjung tinggi kepuasan dan keuntungan negaranya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam Kompas hari ini (25/03) tertulis pernyataan dari seorang Ketua Partai Komunis &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;, Zhang Qingli, sebagai berikut, “Dalai Lama adalah serigala yang berpakaian biksu, setan dengan wajah manusia.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Busyet…! Saya sadar, harusnya saya tak perlu ikut-ikutan merasa sakit hati. Tapi wajarlah, saya masih manusia biasa… &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehingga rasanya tetap tajam buat saya. Dalai Lama yang tidak pernah membalas kekerasan yang diterima selama invasi &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; ke &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;, disebut serigala. Dalai lama yang selalu mengajarkan cinta kasih, &lt;i style=""&gt;compassion, &lt;/i&gt;dimaki-maki seperti penjahat.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Rakyat &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; tidak membutuhkan segala kemajuan infrastruktur dan industri berkembang yang dibangun &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;, saat di sisi lain hak mereka untuk hidup merdeka dan berbicara dihapuskan. Kesuksesan bagi rakyat &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; sejak dahulu kala bukanlah pencapaian kekayaan materiil, melainkan adalah &lt;i style=""&gt;mencapai pencerahan spiritual&lt;/i&gt;. Kehidupan yang didominasi oleh bhikku dan biara menggambarkan kekentalan spiritualitas di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya pernah membaca dan memiliki sebuah buku berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Mata Ketiga”, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;otobiografi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;seorang Lama, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lama Tuesday Lobsang Rampa&lt;/span&gt;. Sayangnya, buku itu dipinjam oleh kakak saya, kemudian hilang, dan tak dapat lagi saya temukan di toko-toko buku yang saya kunjungi. Buku itu pertama kali saya baca pada 7-8 tahun yang lalu, dan membuat saya jatuh cinta pada &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;. Apalagi jika melihat foto-foto di buku kumpulan foto berjudul “Tibet di Otak”, yang disusun oleh Jay Subyakto dkk. Sangat indah.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Pengetahuan dari buku-buku dan kekaguman saya pada Dalai Lama ke-14, membuat saya sejak bertahun-tahun yang lalu bermimpi, suatu hari saya akan ke &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; secercah harap, masih akan menemukan banyak sudut-sudut kehidupan di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Tibet&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt; yang unik dan indah yang tak tersentuh modernisasi oleh &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;China&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoNormal"&gt;Berikut saya share ringkasan buku "Mata Ketiga".&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mata Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Astrologi, di Tibet menjadi bagian dari tiap sendi kehidupan. Tak heran bila seseorang yang mempunyai bakat di bidang tersebut akan "digembleng dan dibentuk", di antaranya dengan membuka mata ketiga. Lama Tuesday Lobsang Rampa, dalam Mata Ketiga (PT Gramedia Pustaka Utama, 2000), tak hanya menuturkan pengalaman tempaannya sebagai rahib, tapi juga mengajak kita mengenal segi-segi kehidupan masyarakat Tibet yang kekentalan spiritualitasnya jadi tampak "khas" di tengah kehidupan modern yang serba lugas.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Atap dan kubah-kubah keemasan di Potala gemerlapan terkena sinar matahari yang cerah. Sebuah layang-layang panjang dinaikkan dari atap Potala, pertanda hari pertama musim gugur. Beberapa menit kemudian, layang-layang dengan berbagai bentuk, ukuran, dan warna bermunculan di Lhasa. Di Tibet, menerbangkan layang-layang memang salah satu kegiatan paling menarik. Tak hanya bisa terbang amat tinggi, layang-layang besar dengan desain khusus itu bisa "mengangkut" orang.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Umumnya permainan anak-anak pun dirancang untuk memperkuat tubuh agar dapat bertahan terhadap tuntutan alam yang keras. Di musim panas suhu siang hari bisa mencapai 24 oC, tapi di malam hari anjlok sampai sekitar -4 o C. Jangan bayangkan kala musim dingin.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Permainan kami lainnya, memanah. Tentu sebagai pemeluk Buddha sasaran kami bukan makhluk hidup. Pelayan melemparkan sasaran dari tempat tersembunyi, jadi tak bisa diduga arah munculnya. Sedangkan dalam permainan lompat jauh, kami gunakan galah sepanjang 4 m. Latihan ini berguna untuk menyeberangi sungai. Yang tak kalah asyik, bermain jangkungan. Biasanya kami berdandan dulu sehingga penampilan kami serupa raksasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Direndam air "es"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Di negeri kami orang berfisik lemah bisa membahayakan orang lain. Maka, di daerah yang tinggi, misalkan 5.200 dpl, orang punya cara menguji kekuatan hidup bayi. Di daerah seperti itu, sering tampak iring-iringan kecil mengarak seorang bayi menuju sungai kecil. Sang nenek kemudian mengambil bayi itu. Dikelilingi ayah, ibu, dan keluarga dekat si bayi, pakaian si bayi dilucuti, kemudian sang nenek membenamkan tubuh mungil itu ke dalam air, sehingga hanya kepala dan mulutnya yang tampak.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Dalam air sedingin es tubuhnya akan berubah menjadi merah, lalu biru. Tangisannya yang seakan memprotes pun seketika berhenti. Ketika bayi itu kelihatan seperti sudah meninggal, oleh nenek yang sudah berpengalaman itu si kecil diangkat, dikeringkan, dan diberi pakaian. Jika ia bertahan hidup, itu adalah kehendak dewa. Jika meninggal, ia telah dibebaskan dari penderitaan di dunia. Cara tersebut bisa diterima di negeri yang amat dingin ini. Jauh lebih baik bayi itu meninggal daripada tumbuh menjadi orang cacat yang tak terobati, di negeri di mana bantuan medis sangat langka.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Satu bentuk kehidupan keras kami adalah terjaga selama 18 jam setiap hari. Orang Tibet percaya, tidak bijaksana tidur saat hari masih terang, karena setan-setan akan datang dan menangkap kami. Bayi-bayi, orang sakit, bahkan yang sekarat pun dibuat terjaga selama mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Kakak saya, Paljor, adalah salah satu contoh anak yang tidak cukup kuat untuk hidup di Tibet. Sebelum usia tujuh tahun ia telah meninggalkan kami menuju Tanah dengan Banyak Kuil. Saat itu Yasodhara baru enam tahun, dan saya empat tahun. Saya ingat bagaimana Petugas Kematian menjemput tubuhnya yang terbaring seperti butir padi kosong. Jasadnya dipotong-potong lalu diberikan kepada burung pemakan bangkai, sesuai adat kami.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;Di Tibet jenazah tidak bisa dikuburkan di tanah karena tanahnya tipis dan berbatu karang. Juga tidak dikremasi, karena kayu sangat jarang sehingga harus diimpor dari India. Biayanya mahal. Dibuang ke sungai pun dilarang, karena mencemari air, sumber air minum bagi yang masih hidup. Satu-satunya cara, membuang jenazah ke udara dengan bantuan burung-burung p
