
Minggu, 20 Maret 2011
Ceramah dari: Ajahn Brahmavamso
Saya bahagia saat ini. Tadi, di kamar kecil, saya juga merasa bahagia. Rahasia kehidupan adalah merasa bahagia di manapun Anda berada.
Salah satu siswa saya di
Ketika masih menjadi mahasiswa, kadang-kadang saya bertemu dengan orang yang cerdas namun bodoh. Saya punya kisah tentang seorang profesor di sebuah perguruan tinggi. Dia mendengar dari sahabatnya tentang restoran bintang
Ketika harinya tiba, dia mengenakan jas yang bagus dan pergi ke restoran tersebut. Setelah identitasnya diperiksa, kepala pelayan mengantar ke meja pesanan. Pelayan datang membawa menu yang ditulis di atas kertas yang bagus dan dengan tulisan kaligrafi yang indah. Profesor tersebut menerima, menyantap menu, membayar dan akhirnya pergi. Profesor tersebut tidak bisa membedakan antara menu dan makanan. Mereka pintar namun bodoh.
Bila ingin belajar memiliki hati yang indah, Anda perlu belajar memiliki batin yang damai. Bagaimana memiliki batin yang damai? Kita terlalu banyak berpikir, cemas, dan menbuat diri kita menjadi gila. Jika memiliki hati yang indah, orang senang mengambil foto Anda. Dalam waktu 24 jam setelah saya sampai di
Sekitar 15 bulan lalu saya membimbing retreat meditasi di
Kalau seseorang mengambil foto maka akan disimpan di dalam album. Foto apa yang Anda simpan? Foto ketika Anda lulus, ketika menikah, atau berlibur. Tidak ada yang mengambil foto ketika sedang ujian, saat bercerai, atau saat pergi ke tempat kerja di hari Senin. Tidak ada gambar yang tidak bahagia. Dalam album foto kita hanya menyimpan memori yang bahagia.
Namun ada satu album foto antara telinga dan otak, tempat kita menyimpan semua foto yang tidak menyenangkan. Kita menyimpan foto saat isteri memanggil ‘babi’ kepada Anda, saat kehilangan pekerjaan, saat dicampakkan oleh pacar. Mengapa kita menyimpan semua memori yang tidak menyenangkan? Keluarkan semua foto yang tidak menyenangkan dari album dan pindahkan ke tong sampah. Ketika Anda melihat foto album, Anda melihat saat bahagia. Ini akan memberi Anda hati yang indah.
Di zaman Buddha, ada seekor gajah yang sangat baik. Dalam waktu singkat, dia menjadi gajah yang jahat. Tidak seorang pun yang mengetahui penyebabnya. Seorang menteri yang bijak berusaha mencari tahu. Dia menginap semalaman di dekan kandang gajah. Larut malam, menteri tersebut mendengar ada yang berbicara di sebelah kandang gajah. Ternyata sekelompok bandit yang sedang membicarakan rumah mana yang akan dirampok. Mereka berbicara sangat kasar. Menteri tersebut menyadari penyebab perubahan karakter gajah tersebut; karena gajah tersebut mendengarkan kata-kata yang buruk dan emosi negatif dari para bandit. Dengan segera, dia menangkap para bandit tersebut.
Minggu berikutnya, menteri memerintahkan para bhikku untuk membaca paritta dan berdiskusi Dhamma di dekat kandang gajah. Walaupun gajah tersebut tidak bisa mengerti namun tetap bisa menimbulkan emosi yang baik. Akhirnya gajah tersebut menjadi gajah yang baik. Bila Anda tidak paham dengan apa yang dibicarakan hari ini, Anda bisa berubah dari gajah yang buruk menjadi baik.
Inilah cara untuk memiliki hati yang indah, dengan bergaul bersama orang-orang yang baik; datanglah ke wihara, datanglah ke tempat seperti ini. Tempat seperti ini disebut ‘salon kecantikan’ dan jauh lebih murah daripada ke salon kecantikan. Seperti gajah, jika kita ingin memiliki hati yang indah, kita harus melepaskan semua masa lalu kita yang buruk. Terkadang sangat sulit dilakukan.
Saya akan memberikan suatu cara untuk melepaskan masa lalu Anda yang tidak menyenangkan. Ambil selembar kertas toilet. Tulis semua pengalaman buruk yang terjadi pada diri Anda: yang dikatakan pasangan hidup Anda, yang diperintah oleh atasan Anda, segala yang mengecewakan dalam hidup. Kemudian masukkan ke dalam toilet dan siram. Bila Anda lakukan, secara psikologis ini akan memberikan pengaruh.
Tahun 2004, saya mendapat medali John Curtin Award. Dalam pidato saya berkata: “Suatu kehormatan besar bagi saya untuk menerima medali ini. Tapi banyak orang yang lebih berjasa daripada apa yang saya lakukan. Saya tidak tahu, mengapa Anda memberikan kepada saya. Terima kasih atas pemberiannya.” Saya juga memberikan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu saya.
Tahun berikutnya, seorang dokter yang berkecimpung dalam masalah kanker menerima medali John Curtin Award. Dia melihat banyak warga
Ketika kecil saya diajarkan bahwa kalau menerima pujian maka Anda akan menjadi besar kepala. Itu salah besar. Ketika menerima pujian, Anda tidak menjadi besar kepala namun Anda mempunyai hati yang besar. Kalau ada yang memuji Anda, terima dan simpan di dalam hati seperti foto yang indah.
Namun kalau ada orang yang mengkritik Anda, berusaha menghancurkan kebahagiaan Anda, ingatlah bahwa Anda punya dua telinga. Satu untuk masuk dan satu untuk keluar. Bila ada orang yang memaki, saya tidak ingat. Bila ada yang memuji, saya selalu ingat. Anda tidak akan kehilangan kepercayaan diri, Anda mendapatkan energi dan termotivasi. Anda akan berusaha lebih baik untuk mendapatkan tepuk tangan yang lebih meriah. Anda mengembangkan hati yang indah.
Semalam, di Bogor, saya menyampaikan cerita tentang seorang sarjana yang sedang mengerjakan tesis doktor tentang bagaimana cara melatih lumba-lumba. Pelatih tidak pernah memberikan hukuman. Setiap lumba-lumba berhasil melompat lebih tinggi, akan diberikan ikan. Mahasiswi ini mendapat ide dan bertemu dengan profesornya untuk mengubah tesisnya menjadi “Bagaimana Melatih Suami”. Dia berhasil menyelesaikan tesisnya, lulus, dan menjadi pakar dalam hal melatih suami. Bila suaminya mencari barangnya yang hilang, dia tidak peduli dan tidak menghukum suaminya. Namun bila suaminya berhasil menemukan barangnya, dia akan memberikan pelukan dan ciuman. Dalam waktu tiga bulan, suaminya bisa menemukan semua barangnya sendiri tanpa merepotkan dia. Inilah caranya memiliki hati yang indah dan membuat orang lain juga memiliki hati yang indah.
Kalau Anda memiliki hati yang indah, sangat mudah untuk memiliki pikiran yang damai. Batin akan damai dan bebas. Kebahagiaan bukan masalah. Kesulitan dan kesukaran adalah masalah. Diperlukan upaya yang sangat banyak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun semuanya bisa terpecahkan ketika kita melepaskannya.
Di Yerusalem, para dokter pernah melakukan mogok kerja selama dua minggu. Ajaibnya, tingkat kematian menurun di semua rumah sakit. Tidak ada orang yang meninggal ketika dokter tidak bekerja. Anda tidak perlu cemas. Masalah akan terpecahkan dengan sendirinya. Hukum karma akan bekerja untuk membereskannya.
Kisah favorit saya tentang keindahan hati dan kedamaian pikiran ada dalam buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”, yakni kisah ayam dan bebek. Apa makna cerita tersebut? Pertengkaran dalam keluarga seringkali tentang hal remeh, seperti ayam dan bebek. Ayam atau bebek, itu tidak penting. Yang lebih penting adalah cinta, harmoni, dan kedamaian.
Kadang kita berpikir bahwa diri kita benar, padahal kita salah. Orang bijak tidak pernah berpikir bahwa dirinya benar. Sebenarnya kita tidak tahu. Di kemudian hari, mungkin kita tahu bahwa diri kita salah. Suatu yang lebih penting daripada menjadi benar adalah dalam harmoni, damai, dan cinta. Bila bisa menjalani hidup seperti itu, kita akan memiliki batin yang damai.
Rahasia kebahagiaan dan kedamaian bukan dengan mengubah orang, namun ubahlah cara Anda untuk melihat kehidupan. Saya melihat kotoran anjing sebagai sesuatu yang bisa membuat mangga menjadi lebih manis. Saya melihat waktu sakit merupaka saat yang baik untuk beristirahat. Masuk penjara bukan suatu hal yang buruk. Saya melihat sebagai kesempatan untuk makan gratis dan tidur lebih lama. Bila ingin retreat, saya tinggal memukul sipir penjara sehingga saya masuk ruang isolasi selama tiga bulan. Betapa senang dan mengagumkan.
Demikian juga dengan kematian. Apakah Anda takut mati? Ubah sikap Anda. Anda sudah melakukan banyak karma baik. Anda akan lahir di surga. Seharusnya Anda bilang: saya tidak sabar lagi. Ubah sikap Anda tentang kehidupan. Anda tidak perlu mengubah pasangan hidup. Begitulah caranya untuk memiliki welas asih dan batin yang damai.
Salah satu cara untuk mengubah sikap Anda adalah dengan membuat batin menjadi tenang dan damai. Namun kadang pemikiran kita menghalangi. Berhentilah berpikir. Anda menjadi hening, akan sangat mudah menjadi baik.
Anda bisa melakukan meditasi. Duduk dengan nyaman dan mata tetutup. Rasakan seluruh tubuh. Sadari sensasi yang terjadi pada tubuh. Berwelas asih terhadap tubuh. Tubuh Anda akan semakin santai. Berdamai dengan apa yang terjadi, tidak berusaha untuk melawan. Apa pun yang terjadi, bukalah pintu hati Anda. Tidak berusaha untuk mengubah dan pergi ke tempat lain. Anda tidak berusaha mencari sesuatu, cukuplah pada diri sendiri.
Sumber: Connection Mei 2011
0 komentar:
Poskan Komentar