Kamis, 20 Oktober 2011

Ceramah Inspiratif: Keindahan Hati, Kedamaian Pikiran (1)


Minggu, 20 Maret 2011


Ceramah dari: Mingyur Rinpoche


Sang Buddha mengatakan bahwa ada dua hal yang penting, yakni kebijaksanaan dan welas asih. Keduanya bagaikan sayap pada burung. Bila hanya satu sayap, burung tersebut langsung jatuh. Keindahan hati adalah cinta kasih, kebaikan, dan welas asih. Sedangkan kedamaian pikiran adalah kebijaksanaan, mengerti sifat alami dari fenomena alam ini.


Dari mana kedamaian, kebahagiaan, dan keceriaan datang? Sebab utamanya adalah mengetahui sifat alami dan kenyataan yang ada. Apa yang dalam persepsi kita dan apa yang kita lihat adalah dua hal yang berbeda sehingga muncul perasaan kecewa, salah pengertian, bahkan menimbulkan masalah fisik dalam hubungan kita.


Apa sifat alami dari kenyataan? Sifat alami dari kenyataan adalah tidak kekal dan saling tergantung pada sebab dan akibat. Bagaimana kita memandang hal ini? Saya akan bertanya: “Apakah Anda makan siang dan makan malam kemarin?” Bila Anda menjawab “ya” berarti ada kemelekatan pada keabadian. Persepsi kita sama seperti kemarin. Kenyataannya kita sudah berubah. Hari ini kita menjadi sedikit lebih tua daripada kemarin. Yang benar, kita harus menerima kenyataan yang ada dan mempelajari. Dengan demikian, maka apa yang menjadi persepsi dan apa yang kita lihat akan menjadi sama. Kita bisa mengembangkan kedamaian, kebahagiaan dalam pikiran dan pengalaman hidup.


Saya mempunyai seorang teman di Malaysia, pemain di pasar saham. Ketika terjadi krisis ekonomi di tahun 1997-1998, banyak orang kaya raya menjadi jatuh miskin, tidak memiliki apa-apa. Beberapa temannya sangat depresi, tidak ada semangat hidup, dan akhirnya bunuh diri atau kurang waras. Namun teman saya tidak depresi dan masih waras. Apa yang Anda rasakan sekarang? Dia berkata: “Saya mendapatkan semuanya di pasar saham dan lenyap di pasar saham; datang dan pergi di pasar saham.”


Hidup berjalan seperti pasar saham, dapat berubah, naik dan turun. Itulah warna-warni kehidupan. Kita bisa mendapatkan keuntungan karena pasar saham naik dan turun. Bila selalu datar, tidak ada keuntungan dan tidak ada bisnis. Dalam kehidupan yang naik dan turun, kita bisa mempelajari sesuatu yang baru. Buddha bersabda bahwa penderitaan bisa menjadi guru dan teman yang baik. Bila Anda menerima dan mempelajari penderitaan, maka pengetahuan kita akan hal ini akan menjadi sumnber pembebasan dari penderitaan tersebut.


Teman saya tahu bagaimana harus melepas, mengerti bahwa hidup ini seperti pasar saham dan tidak pernah putus asa. Dia memulai bisnis lain dan kembali menjadi kaya raya. Kita bisa melepas dan tidak perlu putus asa karena keduanya berbeda. Mengapa? Karena semua orang mempunyai kemampuan, kebijaksanaan, cinta kasih, dan welas asih serta semua kebaikan yang ada di dalam diri. Pergunakanlah kemampuan ini dalam hidup.


Bila kita memiliki 10 kualitas—9 kualitas positif dan 1 yang negatif; pada umumnya kita hanya melihat kualitas yang negatif dan membesar-besarkan. Kita tidak melihat kualitas yang positif. Karena itu, sangat penting untuk menyadari kebaikan dalam yang kita miliki dan menggunakannya. Namun, pikiran jangan melekat terlalu kuat pada hasil karena hidup seperti pasar saham. Terimalah hidup seperti pasar saham dan saat yang sama kita berusaha untuk menggunakan pengetahuan, kebaikan, dan kebijaksanaan untuk berjuang.


Kita melepas dengan menerima kenyataan hidup—tidak kekal. Kita tidak menyerah dengan menyadari potensi kebaikan yang ada di dalam diri. Jika berusaha, maka kita akan mendapatkan hasilnya—banyak atau sedikit. Anda akan merasa damai, ceria. Inilah kedamaian pikiran.


Bagaimana dengan keindahan hati, mempunyai hati yang baik—cantik dan tampan? Beberapa ilmuwan melakukan penelitian terhadap sekelompok orang. Pertama: mereka disuruh memandang gambar yang kurang cantik dan tidak tampan. Hasilnya, seperti pada umumnya, mereka lebih suka memandang orang yang cantik dan tampan.


Kemudian mereka diberitahu apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Orang yang cantik dan tampan melakukan hal yang tidak baik. Sedangkan orang-orang yang tidak cantik dan tidak tampan lebih banyak melakukan hal yang baik. Setelah mendapat penjelasan, mereka lebih senang pada orang-orang yang tidak cantik atau tidak tampan. Anda dapat mengembangkan cinta kasih, melatih kebaikan hati tanpa perlu operasi plastik.


Bagaimana mengembangkan cinta kasih, kebaikan, dan welas asih? Sangat mudah. Karena sangat mudah, terkadang seakan-akan menjadi sulit. Anda telah memiliki cinta kasih dan welas asih. Masalahnya, kita tidak menyadari keberadaannya di dalam diri.


Kita semua ingin bahagia. Kita mencari kebahagiaan setiap detik, setiap gerakan, pada setiap napas. Anda duduk dengan memindahkan posisi kaki untuk mendapatkan sedikit kebahagiaan. Bila duduk pada posisi yang sama, akan memunculkan rasa tidak nyaman. Ini tandanya; semua orang ingin kebahagiaan dan bukan penderitaan.


Kita ingin bahagia karena Anda layak bahagia. Kita tidak mau menderita karena memang layak untuk bebas dari penderitaan. Keinginan untuk bebas dari penderitaan didasari welas asih. Anda sudah memiliki. Anda perlu menyadari, menjaga, dan mengembangkan kepada orang lain. Kita bisa melatihnya melalui meditasi.


Inti dari meditasi adalah kesadaran. Anda bisa mengatakan pikiran yang terpusat atau konsentrasi. Apakah Anda memiliki kesadaran? Jika Anda mengatakan ‘ya’ makan Anda memang benar memiliki kesadaran. Bila Anda mengatakan ‘tidak’ maka Anda telah menyadari bahwa Anda tidak memiliki kesadaran. Jika Anda mengatakan ‘kadang ada dan kadang tidak’ maka Anda juga menyadari hal tersebut.


Kita semua memiliki kesadaran, namun mengapa Anda perlu belajar meditasi? Karena kita tidak menyadari sifat kesadaran kita sendiri. Sekarang kita akan belajar berlatih bagaimana cara bernafas dan meditasi pada pernafasan.


Bagaimana cara bernafas? Cobalah untuk duduk dengan rileks dan tulang punggung tetap tegak. Bernafas seperti biasa, seperti yang kita lakukan sehari-hari. Pikiran hanya menyadari bahwa kita bernafas. Letakkan perhatian dengan lembut bahwa kita sedang bernafas. Bernafas dengan lembut. Kalau nafas tidak normal, terima saja seperti apa adanya.


Bagaimana meditasi pada pernafasan? Dalam kondisi duduk yang rileks dan punggung tegak serta mata tertutup, pikiran dipusatkan pada napas. Tidak ada gado-gado, soto Surabaya. Jangan dengarkan suara AC, suara orang batuk. Hanya napas.


Mana yang Anda suka? Keduanya sama-sama bagus, tergantung pada mana yang lebih mudah dilakukan. Diperlukan keseimbangan dalam melakukan. Rileks tapi tidak menyerah. Anda bisa melakukan meditasi lebih mudah, kesadaran akan menjadi lebih besar dan lebih mudah konsentrasi.


Meditasi adalah merupakan satu hal yang sangat membantu untuk mengembangkan cinta kasih dan welas asih serta kebijaksanaan. Sambil praktek meditasi cinta kasih dan kesadaran, kita juga harus menyadari adanya kegiatan-kegiatan yang perlu dibantu seperti membantu pendidikan anak-anak yang tidak mampu. Besar atau kecil, tidak menjadi masalah.


Semoga kita bisa mengembangkan cinta kasih dan welas asih di dalam diri masing-masing sehingga hidup menjadi lebih bermakna, lebih sukses, dan lebih banyak membantu orang lain.



Sumber: Connection Mei 2011

0 komentar:

Poskan Komentar