
Perhatianmu penuh kepada komik Jepang di tanganmu. Kupandangi bola matamu yang bergerak-gerak cepat menyapu halaman-halaman bergambar hitam-putih itu. Kuduga, kau sedang seru mengikuti petualangan si tokoh. Tak ada gunanya mengajakmu bicara saat ini, selain akan mengurangi kesenangan yang biasanya hanya bisa kaunikmati di akhir minggu. Hobimu tak berubah. Kesenanganmu sederhana.
Sambil menguap, terlintas rasa syukur dapat berbaring bersisian bersama seperti ini, walau hanya dalam diam. Kuputuskan untuk membuka-buka koleksi DVD-ku di lemari. Memilih salah satu, dan mencoba tenggelam dalam cerita yang sudah dimulai.
Perhatianku penuh pada cerita. Perhatianmu penuh pada deretan gambar dan dialog tokoh komikmu hingga lembaran komik terakhir. Kemudian perhatianmu berpindah pada berita-berita di internet. Satu setengah jam berlalu dalam diam.
“Ada berita apa?” tanyaku membuka dialog. Kau bergumam menceritakan singkat tentang berita-berita yang kau baca. Aku tahu, kau masih enggan berpaling dari layar laptopmu. Tak mengapa. Pertanyaanku tak harus dijawab saat ini juga. Tak sepenting kenikmatan waktu luangmu.
Perbincangan kita kadang ramai di lain waktu. Bercerita, berdebat, bertengkar, tertawa, atau sekadar bergosip seputar kejadian di sekeliling kita. Tetapi, adakalanya kita bersisian dalam diam yang hangat selama berjam-jam. Diam yang tak perlu kata-kata untuk dihadirkan, hanya untuk mengatakan, “Aku nyaman.”
Gambar diambil dari: http://4.bp.blogspot.com/_RaZ7btje5Jo/TJzy13dL60I/AAAAAAAAA0U/ICqBH-f3VQE/s1600/First_day_of_the_rest_of_your_life.jpg
0 komentar:
Poskan Komentar