
1. Keragu-raguan berkurang, karena udah mulai menemukan prinsip hidup yang lebih jelas.
2. Persahabatan suami-isteri. Ternyata, jauh lebih indah dari sekadar romantisme kata-kata dan ungkapan fisik.
3. Cari uban suami dan dicariin uban oleh suami.
Udah enggak penasaran dengan cat rambut, malah udah bosen. Berencana, seandainya udah mencapai umur 55-60, pengen punya rambut putih rata keperakan. Assoy.
4. Lebih berani menghadapi kesulitan hidup. Toh, semua akan berlalu.
5. Enggak pernah lagi ngabis-ngabisin energi untuk cemburu pada pasangan.
6. Ngetawain penderitaan di masa muda saat masih bego dan ngebelain gengsi (makan tuh gengsi). Hehehe… Dengan kata lain, sekarang makin enggak peduli dengan penilaian orang, & more to be myself aja.
7. Punya keponakan yang mulai remaja. Seneng…, walau kalo lihat mereka, jadi merasa makin tua, dan kaget dengan hidup yang cepat & singkat ini.
8. Perbedaan usia dengan saudara kandung jadi enggak terasa. Umur 50-an, 40-an, dan 30-an udah nyambung “seperti teman”.
9. Udah enggak “doyan makan enak” seperti dulu waktu masih umur 20-an. Makanan enak jadi biasa-biasa aja sekarang.
10. Bertambah bijak (narsis.com hehehe…). Berencana untuk rajin memotivasi diri sendiri: “Kasihan deh lo, kalo tambah tua tapi enggak tambah bijak!” huehehe…
Note:
Gambar diambil dari: http://www.bartlettinteractive.com/images/stock/portfolio/laugh2.jpg
0 komentar:
Poskan Komentar