
Baru hari ini saya dapat berita bahwa dr. Daurie Mochran meninggal dunia pada tanggal 12 Oktober 2008 yang lalu. Lama sudah saya tidak kontak dr. Daurie, karena sejak bulan Maret saya tidak lagi berobat ke dokter kandungan. Dan kalau tidak salah, terakhir bulan April saya bertemu dengan dr. Daurie saat mengantar kakak saya ke dokter. Sering terlintas keinginan untuk menelepon Beliau, sekadar hanya untuk ‘say hi’ dan bertanya kabar, namun seringkali saya ragu-ragu karena khawatir mengganggu waktu istirahatnya. Sejak setahun terakhir, kesehatan dr. Daurie jauh menurun.
Saya sangat terkesan dengan dr. Daurie Mochran. He’s my favorite doctor. Beliau dokter jago plus berkepribadian menyenangkan. Ramah, blak-blakan/terus-terang, sabar dan berusaha menjawab pertanyaan pasien awam dengan sejelas-jelasnya. Asyik ngobrol dengan Beliau, karena sifat humorisnya. Saya sebagai pasiennya, merasa percaya dan puas berobat dengan dia, walau kehidupan masih mengharuskan saya menerima kondisi saya yang belum kunjung dikaruniai anak.
Saya rasa, saya akan selalu ingat dengan Beliau. Dalam hati saya hanya ucapkan “Dok, terima kasih, dan selamat jalan. Semoga segala kebaikan yang dilakukan semasa hidup membawa pada kehidupan ‘baru’ yang berbahagia.”
Foto dari Dunia Dee Dee. Sudah minta izin sama yang punya blog untuk pajang fotonya di sini juga :)
Ya, kami juga merasa sangat kehilangan. Sewaktu meninggalnya, Alhamdulillah teman dan keluarga langsung berkumpul. Mudah2an amal ibadah almarhum dapat diterima olehNya.
BalasHapusAlmarhum seperti padi,semakin tinggi semakin merunduk. Orang yang pintar tapi rendah hati,ramah dan sangat terbuka dengan pasien2nya. Saat mengetahui belaiu wafat,saya dan suami sangat sedih sekali karena kami tidak sempat menjenguk almarhum saat dirawat di RS. Padaha almarhum dan kami berencana untuk makan sushi(salah satu makanan fav almarhum) untuk merayakan ulang tahun 1 tahun anak kami,apabila beliau sembuh. Tapi ternyata ALLAH berkehendak lain. Selamat jalan Dr.Daurie,semoga engkau tenang di sisiNya.
BalasHapusSaya juga merasa kehilangan beliau, apalagi saya belum sempat bezoek selama beliau dirawat di rumah sakit. Seharusnya saya kembali kontrol bulan Juni 08 lalu setelah melahirkan Noah (adiknya Danya)pada 22 Januari 08, tapi bolak-balik saya tunda terus sampai akhirnya dr. Daurie tidak praktek lagi karena harus kembali dirawat. Saya juga belum sempat membawa Noah mengunjungi beliau sama sekali padahal dulu Danya sempat beberapa kali saya bawa berkunjung ke tempat prakteknya sekedar menunjukkan perkembangan dari anak yang telah merasakan jasa beliau, ditolong proses kelahirannya. Selamat jalan dr. Daurie, sekali lagi terima kasih atas semua jasamu menolong Danya dan Noah hadir ke dunia yang penuh warna ini.
BalasHapusbeliau yg dulu jadi dokter kandungan ketika rie dilahirkan tahun 1978 di kal-tim, ibuku bilang namaku udah disiapkan sejak kandungan 7 bulan dan ternyata nama yg sama dgn beliau "daurie".
BalasHapussempat jg bercita-cita jd dokter ahli kandungan.
moga bahagia di alam sana dr. daurie. amin