
Kebimbangan selalu terasa sulit. Kadang-kadang meluaplah kejengkelan pada diri sendiri saat merasa ragu membuat keputusan. Mendengarkan berbagai pendapat dari orang lain lebih banyak membuat saya bimbang dibandingkan akhirnya menyelesaikan masalah. Kadangkala banyak mempertimbangkan kebutuhan orang lain di atas kepentingan diri sendiri pun tak kunjung membuat lega. Menjalankan tips yang saya kira 'smart' dari pendapat orang lain, pernah menjebloskan saya pada tindakan yang kemudian saya sadari ternyata tidak mewakili karakter diri saya sendiri, dan sialnya saat itu menyebabkan rusaknya hubungan baik dengan seorang teman.
Bukannya tak mau mendengarkan pendapat orang lain. Mungkin juga karena pada dasarnya saya keras kepala. Entahlah. Berbagai hal yang terjadi belakangan ini akhirnya membuat saya semakin percaya pada hati sendiri. Entah benar atau salah, saya hanya mau membuat keputusan yang menimbulkan rasa nyaman, yang tentunya telah pula saya ketahui segala alasan yang menyebabkan rasa nyaman itu. Alasan itu karena logika, ego, atau perasaan melankolis, perlu pula saya ketahui, dan bagi saya pada akhirnya, semuanya sah-sah saja.
Keputusan yang ‘salah’ bagi saya, selalu menimbulkan gelisah berkepanjangan dalam hati. Sampai menemukan saat di mana kepala menjadi jernih dan membuat keputusan yang ‘benar’, baru lah merasa nyaman dan lega. Benar atau salah, saya tanggungkan resikonya. Pengalaman membuat saya lebih mempercayai hati saya sendiri.
Karena itulah, saya hanya mau membuat keputusan yang menyamankan. Sekalipun keputusan itu membuat saya kehilangan sesuatu lebih banyak, biarlah. Toh apalah artinya jika kehilangan itu hanya berupa materi. Sedikit atau banyak, itu relatif. Besok masih bernafas atau tidak, kita tak pernah tahu. Benar atau salah, biarlah hati ini bernyanyi, hidup yang berwarna-warni ini dirayakan, kepala ini ringan, cinta dinikmati, rasa syukur memenuhi rongga dada, indahnya kebersamaan dimanjakan, kenyamanan jiwa tidak diabaikan.
Benar atau salah, saya hanya ingin bahagia. Dan sekali lagi, hidup ini bagi saya tidak ada matematikanya. Yang dikatakan salah belum tentu salah. Yang dikatakan benar belum tentu benar. Mungkin pula tak ada salah dan benarnya.
0 komentar:
Poskan Komentar