Selasa, 27 Mei 2008

Obat PLONG dari Sahabat Saya


Lucu juga, ingat2 kemarin malam. Jam 10 malam saya ber-ngakak-ria sama sobat saya : ))
Setelah puas curhat serius, numpahin uneg-uneg dan segala macam yang ganggu pikiran saya beberapa hari ini, spontan adaaa…. saja statement lucu khas sobat saya ini yang dadakan bikin ngakak : ))

Ngakak sekencang-kencangnya sama dia mendadak bikin pikiran saya jadi PLONG! Beneran kecemasan saya lenyap. Pikiran saya jadi jernih. Solusi di depan mata. Hati saya jadi ringan. Pergi tidur sambil sebelumnya ketawa-ketiwi terus ingat2 dialog dengan sobat saya ini. Ternyata ngakak memang obat yang mujarab : ))

Kesimpulan penutup waktu udah mau bye-bye juga bikin saya ngakak lagi plus sekaligus menyelipkan rasa sayang banget sama dia.
“Tenang aja,” katanya. “Kalo lu lagi stress, inget-inget, gua masih lebih
malang daripada elu!”
Wakakakakakakak……!!!
Dan memang begitulah kenyataannya!
“Jangan cuma di awang2 lu… skali2 liat juga yang di bawah, kiri, kanan…” : p

Temen saya yang satu itu memang sering bikin saya ngakak di telpon. Dalam menceritakan kesusahan, banyak celoteh yang spontan khas dia yang bagi saya lucunya minta ampun : )) Akhirnya kami bareng-bareng menertawakan kondisi kesialan, keruwetan hidup, dan ketidakberuntungan yang dia/saya alami. Walau kadang-kadang kalo curhatnya serius banget, dia bisa nangis bombay sesenggukan, bikin hati saya ikut miris. Tapi, tetap dia itu teman cewek kocak alamiah sedunia buat saya : )

Saya pikir-pikir, hubungan persahabatan kami yang sudah sekitar 8 tahun lucu juga. Hari ulang tahun saja saling nggak tahu tanggalnya. hehehehe… Dia nggak pernah ingat ultah saya, saya juga terhadap dia anehnya selalu lupa ultahnya bulan apa… entah September atau November. Ingat tanggalnya doank, tanggal 13. Padahal saya termasuk orang yang selalu ingat tanggal ultah teman-teman lama saya, anehnya ultah dia selalu lupa. Hehe..dasar nggak niat. Kami jarang ketemu. Nggak sempet buat jalan-jalan dan makan-makan bareng. Lagian rumah berjauhan. Cuma ketemu kalo ada perlu saja. Kadang-kadang 3-4 minggu saling nggak ada kabar berita, kalo lagi sibuk.

Tapi soal kedekatan, saya merasa dia percaya saya, dan saya sangat percaya dia. Lurusnya itu lho. Baiknya itu lho. Lugunya itu lho. Biarpun mulutnya ceplas-ceplos dan terkesan jutek bagi yang nggak kenal dia dengan baik. Tapi dia orang yang ‘jeroannya’ enggak saya ragukan ketulusannya.

Sehingga kalau lagi punya masalah, sering saya ingat pingin telpon dia. Begitu juga sebaliknya. Biarpun kadang-kadang nggak butuh bantuan solusi, sama-sama rela jadi “tong sampah” saja. Dalam hal ini, she’s like a sister for me. Malah dia selalu bilang, dia lebih banyak terbuka dengan saya dibanding dengan adik atau mamanya, sampai-sampai mamanya komplain. Hehe… Saya juga merasa dia juga teman sangha saya yang “kelurusannya” dan ketekunannya seringkali menginspirasi saya.

Kalau kami lagi sok melankolis-melankolisan…hehe.. saya beberapa kali bilang sama dia, bahwa saya bersyukur punya teman seperti dia. Dia juga bilang yang sama. Buat saya, kalau lagi sumpek, ngobrol dengan dia lebih lucu daripada nonton lawakan srimulat. Sekaligus tanpa disangka, seringkali meninggalkan pelajaran berharga yang saya serap dari keluguannya.

.........................................................................................................................................................................

"Laughter is the best medicine. If you can laugh when you are ill you will get your health back sooner. If you cannot laugh, even if you are healthy, sooner or later you will lose your health and you will become ill.

Laughter brings inner energy to the fore. When you really laugh, for those few moments you are in a deep meditative state. Thinking stops. It is impossible to laugh and think together. When you really laugh, suddenly, the mind disappears. And the whole Zen methodology is how to get into no-mind. "

- Osho -

2 komentar:

  1. itu photo asli ? kalau begitu memang seru humornya,.sampai beguling guling

    BalasHapus
  2. Huehehe..bukan foto asli,Mas. Tapi memang seru, ngedeprok di lantai... lemes... dan bikin sumpek hilang dadakan : )

    BalasHapus